- Kotak Amal BAZNAS Cianjur: Sedekah Kecil, Manfaat Besar untuk Sesama
- Dinas Pertanian Cianjur Perkuat Hilirisasi Produk Unggulan Daerah Bersama BRIN
- Pemerintah Cianjur Diperintahkan Hadir Lebih Dekat untuk Warga Terdampak Bencana
- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
Menkes Budi Ajak Kader Posyandu Melayani Ibu Hamil Hingga Lansia

Keterangan Gambar : Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama kader posyandu untuk mengajak memberi pelayanan pada seluruh siklus hidup manusia.
Pinusnews.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengajak kader posyandu untuk memberikan pelayanan pada seluruh siklus hidup manusia, yakni mulai dari dalam kandungan hingga lanjut usia (lansia). Hal tersebut disampaikannya saat makan siang bersama kader-kader posyandu di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (4/3/2024).
Menkes mengatakan, selama ini pelayanan kader posyandu lebih terfokus pada ibu hamil dan balita. Padahal, populasi masyarakat Indonesia yang lebih dewasa semakin banyak.
“Kami meminta kader posyandu bukan hanya melayani ibu hamil dan balita, tapi seluruh siklus hidup, yaitu ibu hamil, balita, remaja, dewasa, dan lansia,” kata Menkes Budi.
Baca Lainnya :
- Menkes Budi Ajak Kader Posyandu Melayani Ibu Hamil Hingga Lansia
- Gerakan Masyarakat Cianjur Utara Menolak Keras Rencana Geothermal
- Pj. Gubernur Jabar Jadi Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik di Indonesia
- Kemenkes Gelar CollaboRUN
- Kian Marak Peredaran Rokok Ilegal di Cianjur Selatan
Menkes menambahkan, kader posyandu harus mengikuti pembelajaran untuk dapat melayani seluruh siklus hidup manusia. Kelas-kelas digital akan diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu. Sebanyak 1,5 juta kader posyandu akan didata untuk mendapatkan edukasi.
Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan berencana melakukan digitalisasi di posyandu. Hal ini sejalan dengan tujuan dari transformasi kesehatan pilar keenam, yakni transformasi teknologi kesehatan. Nantinya, semua posyandu akan melakukan pencatatan secara digital.
“Posyandu bisa punya data orang-orang di bawahnya, jadi tahu yang darah tinggi mana, yang kolesterol mana, jadi harus diingatkan supaya diobati,” tambah Menkes Budi.
Diketahui, Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Kesehatan memberikan apresiasi kepada 10 kader terpilih berupa makan siang bersama. Kader tersebut merupakan pemenang kuis kompetensi kader seputar pemberian makanan tambahan (PMT) dan penimbangan bayi dan balita. Dalam kegiatan tersebut, Menkes dan Wamenkes dapat mendengarkan langsung aspirasi dari kader posyandu yang mengabdi di berbagai daerah. (dens-tim).











