- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
- Isfhan Anggota DPR RI ke Naringgul: Mengawal 5 Pilar HAM agar Nyata dirasakan Warga
- Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi dari Kemendagri
- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
Gerakan Masyarakat Cianjur Utara Menolak Keras Rencana Geothermal

Keterangan Gambar : Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Cianjur Utara melakukan aksi demo menolak keras rencana proyek Geothermal di Gunung Gede Pangrango, Pacet, Cianjur.
Pinusnews.id - Ratusan warga yang tergabung dalam wadah Aliansi Gerakan Masyarakat Cianjur Utara (GMCU) deklarasikan pernyataan sikap menolak keras rencana proyek Geothermal.
Aksi mereka dilakukan dengan jalan kaki sembari mengacungkan poster, di Kampung Pasircina Desa Cipendawa Kecamatan Pacet, Minggu (3/2/2024) siang.
Salah seorang tokoh masyarakat Pasircina, Hadi Susanto menyebutkan Geothermal ini proyek yang mengada-ngada.
Baca Lainnya :
- Pj. Gubernur Jabar Jadi Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik di Indonesia
- Kemenkes Gelar CollaboRUN
- Kian Marak Peredaran Rokok Ilegal di Cianjur Selatan
- Ide Brilian, Bayar Akademi Futsal Pakai Sampah
- Kemensos Luncurkan Kompor Inovasi Berbahan Bakar Limbah Sawit
"Disini daerah pertanian, seharusnya pertanian di bagus kan bukan masalah panas bumi. Kalau pemerintah mengharapkan devisa negara, taninya dibaguskan, pupuk saja mahal, tani tidak dibina adapun Gapoktan itu tidak jelas," terang Hadi kepada wartawan di lokasi.
Kemudian, kata Hadi, soal penyerapan tenaga kerja geothermal dan tambang hanya menyerap 5%, tapi kalau pertanian itu menyerap 40%.
"Nah masyarakat sini mau dijadiin apa makanya kami tolak, bagi kami Geothermal tidak bermanfaat dan pemerintah kalau mau membuat satu proyek harus melaksanakan transaksi etis bukan menakut-nakuti," katanya
Dikatakannya, aksi penolakan tidak sampai disini, ke depan akan menggelar aksi penolakan dengan massa yang lebih besar lagi.
Menurut Hadi bahwa proyek Geothermal ini belum memiliki Analisa Dampak Lingkungan (Amdal).
Sedangkan syarat proyek itu adalah Amdal izin dari Pemerintah Daerah, kedua izin masyarakat di lingkungan yang berdampak bukan masyarakat atau diwakili oleh tokoh masyarakat.
"Pernyataan sikap penolakan Geothermal tidak sampai disini, ke depan kami kembali beraksi dengan massa lebih besar lagi," tegasnya. (tim-dens).











