- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
- Langkah Cepat Disdikpora Cianjur demi Masa Depan Siswa SMP Swasta SCBC Naringgul
- Estafet Kepemimpinan, Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi dan Kebersamaan
- BKAD Cianjur Perkuat Pelayanan Publik melalui Budaya Kerja BerAKHLAK
- KDM: Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan, Gunung Ditutup Sementara untuk Pendakian
- Kekurangan Guru Cianjur: Saat Pendidikan Harus Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan
- DPMD Cianjur Soal Pilkades Digital: Dorong Demokrasi Desa yang Mudah dan Transparan
- DPRD Cianjur Perkuat Agenda Kerja untuk Dorong Kemajuan Masyarakat
- Bapenda Cianjur dan Strategi Pepeling: Permudah Pembayaran, Genjot Pendapatan
Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik

Keterangan Gambar : Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifa'i Azhari.
Pinusnews.id - Di era digitalisasi yang semakin pesat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mengambil langkah progresif dengan mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk melek teknologi, khususnya artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Inisiatif ini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menunjang kegiatan kedinasan dan pelayanan masyarakat. AI, dengan kemampuannya mengolah data secara cepat dan akurat, diharapkan menjadi katalisator transformasi pemerintahan yang lebih efisien dan responsif.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifa’i Azhari, menekankan peran krusial ASN sebagai pelaku utama integrasi teknologi digital. Menurutnya, ASN harus proaktif menyebarkan informasi kebijakan pemerintah secara cepat dan luas. “Seluruh ASN di lingkungan Pemkab Cianjur harus menjadi agen perubahan untuk mendorong transformasi digital pemerintahan,” kata Ahmad Rifa’i pada Senin, 27 April 2026.
Pernyataan Sekda Cianjur tersebut dinilai mencerminkan visi bahwa birokrasi tidak lagi statis, melainkan dinamis dan berorientasi pada inovasi.
Baca Lainnya :
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
- Bupati Herman Suherman : Cianjur Harus Steril dari Covid-19
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- Ini Kata Kades Sukasari, Polemik Video Viral Pengakuan KPM Dana BLT DD
Pemanfaatan AI oleh ASN Cianjur difokuskan pada aspek positif, seperti penyebaran informasi kebijakan yang akurat dan tepat waktu. Teknologi ini dapat mempercepat analisis data, memprediksi kebutuhan masyarakat, serta mengotomatisasi proses administratif yang selama ini memakan waktu.
Namun, Ahmad Rifa’i juga mengingatkan agar penggunaan AI tetap etis, menghindari penyalahgunaan yang berpotensi merugikan individu atau masyarakat luas. Pendekatan ini menunjukkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan tanggung jawab moral.
Lebih lanjut, AI dianggap memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. “Pemanfaatan teknologi memiliki peran strategis meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, efisiensi kerja, serta mendorong inovasi dalam pelayanan publik,” jelas Ahmad Rifa’i.
Sebagai contohnya, AI bisa membantu ASN dalam merancang program sosial berbasis data real-time, seperti penanganan bencana atau distribusi bantuan, sehingga pelayanan menjadi lebih inklusif dan tepat sasaran.
Transformasi ini juga membuka peluang inovasi di tingkat lokal, di mana Cianjur sebagai kabupaten agraris dapat memanfaatkan AI untuk optimalisasi pertanian pintar atau pengelolaan sumber daya alam. Dengan demikian, inisiatif Pemkab Cianjur tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Dorongan Pemkab Cianjur ini menjadi model bagi daerah lain di Indonesia, membuktikan bahwa AI bukan ancaman, melainkan alat pemberdayaan bagi ASN untuk mewujudkan good governance. (dens).











