- Estafet Kepemimpinan, Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi dan Kebersamaan
- BKAD Cianjur Perkuat Pelayanan Publik melalui Budaya Kerja BerAKHLAK
- KDM: Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan, Gunung Ditutup Sementara untuk Pendakian
- Kekurangan Guru Cianjur: Saat Pendidikan Harus Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan
- DPMD Cianjur Soal Pilkades Digital: Dorong Demokrasi Desa yang Mudah dan Transparan
- DPRD Cianjur Perkuat Agenda Kerja untuk Dorong Kemajuan Masyarakat
- Bapenda Cianjur dan Strategi Pepeling: Permudah Pembayaran, Genjot Pendapatan
- DPMPTSP Cianjur Siapkan Strategi RUPM untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
- Pemerintah Larang Operator Hilangkan Sisa Kuota Internet Pelanggan
- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
DPMD Cianjur Soal Pilkades Digital: Dorong Demokrasi Desa yang Mudah dan Transparan

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian didampingi Kepala Dinas PMD Kabupaten Cianjur, Dicky Haryadi, saat memberikan keterangan soal pelaksanaan Pilkades Secara Digital, di Bale Praja, Pemda Cianjur, 31 Agustus 2026.
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur terus mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades serentak berbasis digital yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026. Sebanyak 47 desa di 23 kecamatan akan menjadi bagian dari pelaksanaan pesta demokrasi desa tersebut. Langkah ini menjadi penanda penting bagi Cianjur karena untuk pertama kalinya Pilkades dilaksanakan dengan memanfaatkan sistem digital.
Di balik persiapan tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur memegang peran besar dalam memastikan seluruh tahapan berjalan terarah. DPMD tidak hanya menyiapkan aspek administrasi dan teknis, tetapi juga membangun pemahaman bersama di kalangan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, panitia, hingga masyarakat. Persiapan dilakukan melalui sosialisasi dan simulasi agar semua pihak memiliki gambaran yang sama mengenai mekanisme Pilkades digital di Kabupaten Cianjur.
Kepala DPMD Kabupaten Cianjur, Dicky Haryadi, menegaskan bahwa sosialisasi merupakan tahap penting yang tidak boleh dipandang sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan pemahaman seluruh unsur yang terlibat, terutama terkait aturan, jadwal, tanggung jawab, dan tata cara pelaksanaan pemilihan kepala desa. Dengan koordinasi sejak awal, potensi kendala di lapangan diharapkan dapat diminimalkan.
Baca Lainnya :
- Pekerja Pembangunan Gedung Setda Cianjur Bagai "Superman"
- Cekcok Soal Batas Tanah, Asep Babak-Belur Dihajar TetangganyaÂ
- Odang Rohmat, Pengusaha Gula Semut Naringgul, Rekrut 8 Pekerja Akibat Terdampak Covid-19Â
- Dua Orang Cianjur Terseret Ombak Pantai Jayanti, Satu Selamat, Satu Orang Lagi Belum Ditemukan
- Berburu Tanaman Hias di Cianjur, Aglaonema Membawa Keberuntungan
“Sosialisasi diperlukan untuk menyamakan pemahaman seluruh unsur terkait terhadap ketentuan dan tahapan Pilkades,” ujar Dicky Haryadi usai kegiatan Sosialisasi Pilkades Secara Digital di Bale Praja, Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan itu dihadiri oleh unsur PMD Jawa Barat, Bupati Cianjur, Kapolres, Kajari, Sekda, Asda I, para camat, serta berbagai pihak terkait lainnya. Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa Pilkades digital disiapkan sebagai agenda bersama, bukan hanya pekerjaan satu instansi.
Selain sosialisasi, DPMD Cianjur juga menggelar simulasi sistem digital. Simulasi ini menjadi bukti kesiapan DPMD dalam mengantisipasi kebutuhan teknis sebelum hari pemungutan suara. Melalui praktik langsung, perangkat daerah, kecamatan, dan desa dapat memahami alur penggunaan perangkat, proses verifikasi pemilih, hingga pola koordinasi jika terjadi persoalan di TPS.
Dicky menjelaskan bahwa simulasi memiliki nilai edukatif yang besar karena Pilkades digital merupakan pengalaman baru bagi Kabupaten Cianjur. “Simulasi digunakan untuk melihat secara langsung kesiapan teknis dan pola koordinasi dalam pelaksanaannya, terutama untuk memberikan gambaran mekanisme pelaksanaan Pilkades secara digital,” katanya. Dengan upaya pendekatan ini, DPMD berupaya memastikan perubahan sistem tidak membingungkan masyarakat maupun petugas di lapangan.
DPMD Cianjur juga ingin menegaskan bahwa digitalisasi Pilkades bukan sekadar penggunaan tablet di tempat pemungutan suara. Lebih dari itu, sistem ini dirancang untuk menghadirkan pemilihan yang mudah, efisien, demokratis, transparan, akuntabel, dan berintegritas. Nilai-nilai tersebut menjadi tujuan utama yang terus disampaikan DPMD kepada seluruh pihak agar teknologi benar-benar memperkuat kualitas demokrasi di tingkat desa.
Sementara itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan bahwa tahapan Pilkades saat ini telah memasuki masa sosialisasi dan simulasi sistem digital. “Ya, hari ini kita memasuki salah satu tahapan Pilkades serentak secara digital di Kabupaten Cianjur, yaitu sosialisasi,” ujarnya. Ia menilai waktu persiapan menuju pelaksanaan pada Oktober masih cukup memadai, terlebih seluruh perangkat daerah dan unsur Forkopimda telah dilibatkan sejak awal.
Dalam mekanismenya, masyarakat tetap datang langsung ke TPS untuk menyalurkan hak pilih. Namun, pemilih tidak lagi menggunakan surat suara kertas, melainkan perangkat tablet yang disediakan panitia. Setelah memindai barcode, warga dapat memilih calon kepala desa melalui layar perangkat. Sistem paperless ini dinilai dapat mengurangi kebutuhan pengadaan dan pencetakan surat suara, sekaligus mempercepat proses rekapitulasi hasil pemilihan.
Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung pelaksanaan Pilkades serentak tersebut. DPMD bersama panitia kabupaten juga menaruh perhatian pada kelompok pemilih lanjut usia dengan menyiapkan pendampingan di TPS.
Selain perangkat cadangan, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi gangguan teknis karena sistem bekerja secara lokal dan data disimpan pada media penyimpanan, tidak terhubung langsung dengan internet. Dengan persiapan yang matang, koordinasi lintas sektor, serta kerja intensif DPMD Cianjur, Pilkades digital diharapkan menjadi contoh demokrasi desa yang modern, aman, dan tetap ramah bagi seluruh warga. (dens).










