- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
Kepala Disdikpora Cianjur Jelaskan Soal Kekurangan Guru di Sekolah

Keterangan Gambar : Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Sejumlah sekolah di Kabupaten Cianjur dibagian wilayah selatan masih kekurangan guru, terutama pada tingkatan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin. Menurut Ruhli hingga saat ini distribusi jumlah guru masih belum merata di setiap sekolah. Hal ini menyebabkan kekurangan tenaga pengajar di tingkat pendidikan SD dan SMP.
"Iya masih kekurangan guru terutama di wilayah Cianjur Selatan untuk guru mata pelajaran pada tingkat SMP dan guru kelas di tingkat SD," tutur Ruhli disela-sela acara Desa Manjur di Babakan Caringin Kecamatan Karangtengah, Rabu (15/5/2024).
Baca Lainnya :
- Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di Cianjur
- Penguatan Ekonomi Syariah Jawa Barat untuk Menopang Pembangunan Nasional
- DPPKBP3A Cianjur Lakukan Inovasi Penurunan Angka Stunting
- dr Irvan Nur Fauzi: Jajaran Manajemen RSUD Sayang Cianjur Setiap Selasa Harus Bicara Bahasa Inggris
- Kepala Dinkes Cianjur dr Yusman Faisal: Material Asbes Berbahaya Dapat Memicu Sejumlah Penyakit
Ruhli menyebutkan jumlah guru di Kabupaten Cianjur saat ini sekitar 9 ribu orang, termasuk guru dengan status ASN dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Secara rata-rata, setiap sekolah memiliki sekitar tujuh orang guru berstatus ASN.
Ruhli menambahkan , kebutuhan akan jumlah guru sebenarnya lebih dari 12 ribu orang, yang didasarkan pada jumlah sekolah dan jumlah siswa di tingkat SD dan SMP.
"Kekurangan untuk tenaga pendidik itu mencapai 3 ribu orang guru. Untuk itu kami berharap kekurangan guru ini segera bisa diatasi," paparnya.
Berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik), kekurangan guru terutama terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Tata Usaha, termasuk para penjaga sekolah.
"Sejalan dengan arahan dari Bupati dan konsultasi dengan DPRD, kami berkomitmen untuk mengatasi kekurangan ini dengan melakukan pemerataan guru, salah satunya melalui pengangkatan PPPK," pungkas Ruhli. (dens).











