- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Kepala Disdikpora Cianjur Jelaskan Soal Kekurangan Guru di Sekolah

Keterangan Gambar : Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Sejumlah sekolah di Kabupaten Cianjur dibagian wilayah selatan masih kekurangan guru, terutama pada tingkatan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin. Menurut Ruhli hingga saat ini distribusi jumlah guru masih belum merata di setiap sekolah. Hal ini menyebabkan kekurangan tenaga pengajar di tingkat pendidikan SD dan SMP.
"Iya masih kekurangan guru terutama di wilayah Cianjur Selatan untuk guru mata pelajaran pada tingkat SMP dan guru kelas di tingkat SD," tutur Ruhli disela-sela acara Desa Manjur di Babakan Caringin Kecamatan Karangtengah, Rabu (15/5/2024).
Baca Lainnya :
- Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di Cianjur
- Penguatan Ekonomi Syariah Jawa Barat untuk Menopang Pembangunan Nasional
- DPPKBP3A Cianjur Lakukan Inovasi Penurunan Angka Stunting
- dr Irvan Nur Fauzi: Jajaran Manajemen RSUD Sayang Cianjur Setiap Selasa Harus Bicara Bahasa Inggris
- Kepala Dinkes Cianjur dr Yusman Faisal: Material Asbes Berbahaya Dapat Memicu Sejumlah Penyakit
Ruhli menyebutkan jumlah guru di Kabupaten Cianjur saat ini sekitar 9 ribu orang, termasuk guru dengan status ASN dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Secara rata-rata, setiap sekolah memiliki sekitar tujuh orang guru berstatus ASN.
Ruhli menambahkan , kebutuhan akan jumlah guru sebenarnya lebih dari 12 ribu orang, yang didasarkan pada jumlah sekolah dan jumlah siswa di tingkat SD dan SMP.
"Kekurangan untuk tenaga pendidik itu mencapai 3 ribu orang guru. Untuk itu kami berharap kekurangan guru ini segera bisa diatasi," paparnya.
Berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik), kekurangan guru terutama terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Tata Usaha, termasuk para penjaga sekolah.
"Sejalan dengan arahan dari Bupati dan konsultasi dengan DPRD, kami berkomitmen untuk mengatasi kekurangan ini dengan melakukan pemerataan guru, salah satunya melalui pengangkatan PPPK," pungkas Ruhli. (dens).











