- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
dr Irvan Nur Fauzi: Jajaran Manajemen RSUD Sayang Cianjur Setiap Selasa Harus Bicara Bahasa Inggris

Keterangan Gambar : Direktur Utama RSUD Sayang Cianjur, dr Irvan Nur Fauzi.
Pinusnews.id - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, dr Irvan Nur Fauzi mengatakan, pentingnya mempelajari bahasa asing di dalam dunia kerja untuk lebih mengerti terhadap berbagai informasi, yang tentunya harus menguasai kemampuan berbahasa lain semisal bahasa inggris. Dampak lainnya dengan menguasai bahasa asing lebih banyak kesempatan untuk mencari tahu informasi di dalam dunia pekerjaan atau di dalam kehidupan sehari-hari.
"Soal penggunaan bahasa Inggris dan yang lainnya, kami di jajaran manajemen di RSUD Sayang Cianjur, setelah menetapkan satu hari untuk berbicara bahasa Inggris, yang memang kalangannya masih terbatas, dan untuk per semester pertama ini diisi dengan pembiasaan yang ringan. Ya, setiap hari Selasa itu memakai bahasa Inggris, dalam rapat, teks WA, komunikasi media sosial, juga pada upacara atau apel, amanat pimpinan menggunakan bahasa Inggris," kata dr Irvan Nur Fauzi usai acara Cianjur Manjur di Desa Babakan Caringin, Karangtengah, Cianjur, Rabu (15/5/2024).
dr Irvan Nur Fauzi juga menjelaskan, tentunya menggunakan bahasa Inggris itu tidak hanya sekedar pembiasaan saja, tapi pihaknya pun melatih dan meningkatkan skill berbahasanya, dengan melalui kursus.
Baca Lainnya :
- Kepala Dinkes Cianjur dr Yusman Faisal: Material Asbes Berbahaya Dapat Memicu Sejumlah Penyakit
- Kadisdikpora Cianjur Ruhli Solehudin: Sekolah Dilarang Minta Iuran untuk Kenaikan Kelas
- UPTD P5A Sindangbarang Cianjur Lakukan Upaya Turunkan Angka Stunting
- Kemenkes Sediakan Obat-obatan dan Perbekalan Kesehatan untuk Jemaah Haji
- RSUD Pagelaran Siap Pinjamkan Dokter Demi Pelayanan RSUD Sindangbarang ke Masyarakat
"Nah, sementara ini sudah ada kurang lebih 100 orang di RSUD Sayang Cianjur ini bisa menggunakan bahasa Inggris, salah satu tujuannya untuk mendukung rumah sakit ini menjadi rumah sakit internasional," imbuh dr Irvan Nur Fauzi.
Pembiasaan berbahasa Inggris di kalangan manajemen RSUD Sayang Cianjur tersebut, menurut dr Irvan Nur Fauzi, nantinya tentu yang menilai bukan orang dalam RSUD, tapi dari orang asing atau orang luar. Dengan terus-menerus memajukan pembiasan-pembiasaan berbahasa Inggris, baik secara modul maupun literasi-literasi bahasa Inggris, dan terkadang disadur ke bahasa Indonesia, akan menyita waktu yang cukup lama.
"Jadi kita bisa secara literasi bisa juga membaca, karena membaca itu lebih update bisa langsung dari sumbernya, juga bisa meningkatkan kepercayaan, kalaupun tidak digunakan untuk sehari-hari paling tidak kan di rumahnya dalam keluarga," ungkap dr Irvan Nur Fauzi.
Upaya lainnya untuk lebih meningkatkan pemahaman dalam berbahasa Inggris di RSUD Sayang Cianjur, yakni memberikan motivasi buat keluarganya atau saudara-saudaranya bahwa yang bersangkutan bisa meningkatkan kompetensinya, khususnya dalam bahasa Inggris.
"Ke depan, sebetulnya ada programnya yaitu akan mengirimkan pegawai bersangkutan untuk kursus di luar, yang bahasa Inggrisnya bagus kompetensi di bidang profesinya akan diusulkan untuk kursus atau kaji banding keluar negeri seperti ke Australia," tutup Direktur Utama RSUD Sayang Cianjur, dr Irvan Nur Fauzi. (dens).











