- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
Versi Lain Tentang Sejarah Badak Putih di Cianjur

Keterangan Gambar : Patung Badak Putih yang terdapat di jalan Slamet Riyadi, Kota Cianjur.
Pinusnews.id - Sepertinya belum ada penelitian ilmiah tentang sejarah Badak Putih yang patungnya terdapat di beberapa kota, termasuk di Cianjur dan Bandung. Malah TNI AD menjadikan kepala Badak Putih menjadi logo Kodim 0608 Cianjur.
Namun apabila menggali sumber sekunder ternyata ada kisah tentang Badak Putih hingga tiba di Cianjur. Sumber tersebut berasal dari salah satu versi Babad Cibalagung, yang pernah diteliti sejarawan Drs. Atja, tapi sayangnya tidak tuntas karena pak Atja keburu wafat.
Babad Cibalagung tersebut mengisahkan bahwa Badak Putih asalnya dari Cirebon, dan "ngamuk" memporak-porandakan Alun-Alun Kesultanan Cirebon. Tidak ada seorangpun yang mampu menjinakkan hewan itu. Dan saat itu, diantara tokoh yang sedang bertamu kepada Sultan Cirebon salah satunya Dalem Aria Yuda, yang diangkat Sultan menjadi Bupati Cibalagung.
Baca Lainnya :
- Pendekatan Multi-Stakeholder Perlu Bagi Pemajuan Diplomasi Digital
- Hipertensi Jadi Penyakit Paling Banyak di Pos Kesehatan Mudik
- Asep Anwar, Apip Iskandar, dan Sumarna Calon Kuat Ketua Peradi Cianjur 2024
- Aturan WFH, BKPSDM: Sifatnya Tidak Wajib Dilaksanakan Setiap Daerah
- Imbauan untuk Wisawatan Jangan Berenang di Pantai Jayanti dan Cemara Cidaun
Aria Yuda lalu meminta ijin untuk menaklukan badak putih. Dan ternyata ditangan Aria Yuda, badak putih menjadi tidak berdaya. Sultan Cirebon (kemungkinan Panembahan Ratu II) merasa tentram dengan kejadian tersebut, dan memerintahkan Aria Yuda membawanya ke Cibalagung, Cianjur.
Dalam versi ini dikisahkan Dalem Aria Yuda tidak menurunkan tahta kepemimpinan Bupati Cibalagung kepada anaknya. Namun, ia menyerahkannya kepada Rd. Jayasasana sebagai wakilnya yang kemudian hari disebut Dalem Cikundul.
Kemudian, Aria Yuda dikisahkan "ngahiyang" dan petilasannya terdapat di sekitar Stasiun KA Salajambe Cianjur kota. Dan, Cibalagung sekarang tinggalah sebuah perkampungan di Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. (Luki Muharam R).











