Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027

27 Agu 2026, 08:25:39 WIB Cianjur
Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027

Keterangan Gambar : Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ipan Sopandi.


Pinusnews.id - Kebutuhkan guru SMP di Kabupaten Cianjur diperkirakan masih tinggi hingga 2026–2027 karena gelombang pensiun yang datang berbarengan dengan pemenuhan tenaga pendidik yang belum optimal. Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur, Ipan Sopandi, menyampaikan kondisi itu saat ditemui di Cianjur, Rabu (26/8/2026). Pernyataan Ipan membuka gambaran bahwa tantangan besar menunggu dunia pendidikan menengah di daerah ini.

Menurut Ipan, upaya penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) baik penuh waktu maupun paruh waktu sedikit meringankan kebutuhan guru.

"Kalau kita proyeksikan antara kebutuhan guru tahun sekarang dan tahun depan, banyak sekali guru yang pensiun di tahun ini dan tahun depan," ujarnya, sekaligus mengisyaratkan bahwa bantuan PPPK belum mampu menutup celah yang terbuka lebar.

Baca Lainnya :

Kondisi pensiun massal membuat beban mengajar guru yang masih aktif menjadi jauh lebih berat. Laporan dari kepala sekolah menunjukkan ada guru yang mengajar sampai 38 jam per minggu, padahal beban minimal seharusnya 24 jam. Angka ini menjadi alarm bagi Disdikpora Cianjur bahwa distribusi guru saat ini tidak seimbang dan menuntut langkah penanganan.

Bidang SMP Disdikpora Cianjur bergerak cepat dengan strategi pemetaan kebutuhan yang sistematis. Ipan menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan berdasarkan usulan masing-masing sekolah dan data resmi seperti Dapodik serta aplikasi Ruang Talenta Guru. Pendekatan berbasis data ini menunjukkan upaya Disdikpora Cianjur untuk membuat kebijakan penempatan guru lebih akurat dan tepat sasaran.

Kekurangan guru tidak merata; beberapa mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA tercatat paling banyak mengalami kekosongan.

"Kalau kita lihat datanya di salah satu satuan pendidikan saja itu sampai lima guru," kata Ipan, menggambarkan bagaimana satu sekolah pun bisa mengalami defisit signifikan pada mata pelajaran inti. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas layanan belajar mengajar.

Jumlah SMP negeri yang mencapai 155 sekolah di Kabupaten Cianjur memperbesar skala permasalahan bila setiap sekolah kekurangan beberapa guru. Perhitungan sederhana itu membuat Disdikpora Cianjur semakin teliti dalam menyusun prioritas pemenuhan guru agar tidak ada sekolah yang terabaikan. Di sinilah peran Bidang SMP Disdikpora Cianjur sangat penting untuk mengelola distribusi tenaga pengajar.

Meski masalah guru honorer sering menjadi opsi cepat, Ipan menegaskan sekolah tidak diperbolehkan mengangkat honorer baru sesuai ketentuan pusat dan daerah. 

"Untuk guru honorer sesuai aturan dan ketentuan pemerintah pusat dan daerah tidak boleh mengangkat guru honorer," ujarnya. Karena itu, langkah yang diambil adalah mengoptimalkan tenaga yang ada: guru ASN serta PPPK penuh dan paruh waktu untuk menutup jam kosong.

Langkah Disdikpora yang mengandalkan pemetaan, pelaporan melalui mekanisme kepegawaian, serta pemanfaatan Dapodik dan Ruang Talenta Guru menunjukkan kinerja proaktif Bidang SMP Disdikpora Cianjur. Meskipun solusi sementara ini menambah beban mengajar di beberapa sekolah, pendekatan terstruktur dan berbasis data menjadi modal penting agar penempatan calon guru di masa depan lebih tepat sasaran.

Untuk jangka menengah, Ipan berharap pembukaan rekrutmen calon guru lewat seleksi ASN maupun PPPK kembali dilakukan agar kebutuhan yang sudah terpetakan bisa terpenuhi.

"Kami berharap ke depannya ada rekrutmen calon guru lagi, apakah melalui tes ASN ataupun PPPK, sehingga bisa menambah ataupun menempatkan guru-guru yang memang sangat diperlukan," tuturnya. 

Harapan tersebut sekaligus menjadi panggilan bagi pemerintah untuk berkoordinasi dengan Bidang SMP Disdikpora Cianjur agar langkah pemenuhan tenaga pendidik berjalan cepat dan terarah. (dens)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment