- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
- Pelantikan 19 Pejabat di Cianjur: Percepat Pelayanan dan Hadirkan Program Nyata
- Sekda Herman : Mendongeng Jadi Ruang Ciptakan Generasi Unggul
- Campakamulya Tampil Memukau di Karnaval Cianjur Fest: Mapag Panen Pare Hideung
Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yudha Azwar.
Pinusnews.id - Kabupaten Cianjur masih menghadapi tantangan dalam merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi objek wisata. Hingga saat ini realisasi baru mencapai sekitar 30 persen dari target murni Rp3 miliar, yakni sekitar Rp900 juta. Kondisi ini mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk mengevaluasi langkah dan strategi agar sisa tahun anggaran bisa dimanfaatkan optimal.
Kepala Disbudpar Cianjur, Yudha Azwar, menjelaskan target Rp3 miliar itu berasal dari lima objek wisata yang dikelola pemerintah: Wisata Cibodas, Cikundul, Jangari, Pandanwangi, dan Gunung Padang. Selain tiket masuk, potensi retribusi juga datang dari kios-kios yang tersebar di kawasan Cikundul dan Cibodas.
"Untuk target retribusi kita murni itu ada Rp3 miliar, terdiri dari lima objek wisata... Ditambah juga dengan beberapa retribusi kios yang ada di Cikundul dan Cibodas," kata Yudha.
Baca Lainnya :
- Cekcok Soal Batas Tanah, Asep Babak-Belur Dihajar TetangganyaÂ
- Odang Rohmat, Pengusaha Gula Semut Naringgul, Rekrut 8 Pekerja Akibat Terdampak Covid-19Â
- Dua Orang Cianjur Terseret Ombak Pantai Jayanti, Satu Selamat, Satu Orang Lagi Belum Ditemukan
- Berburu Tanaman Hias di Cianjur, Aglaonema Membawa Keberuntungan
- Polisi Ringkus Dua Pelaku Pembacokan Warga di Warungkondang
Salah satu penyebab rendahnya capaian adalah keterlambatan pemungutan retribusi di kawasan Cibodas. Pengelolaan sempat berpindah dari pihak ketiga dan muncul rencana kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sehingga pemungutan baru berjalan efektif sejak 14 Mei 2026. Menurut Yudha, hal ini membuat target untuk Cibodas tidak realistis jika dibiarkan tetap seperti semula.
Menanggapi situasi itu, Disbudpar Cianjur berinisiatif menyesuaikan target retribusi Cibodas dalam perubahan anggaran. Target yang semula dipatok sekitar Rp2,4 miliar kemungkinan akan dikoreksi menjadi sekitar Rp1 miliar untuk tahun ini.
"Untuk Cibodas mungkin di perubahan ini kita akan anggarkan penyesuaian, dikarenakan pungutannya baru dari tanggal 14 Mei," jelas Yudha, menegaskan langkah administratif sebagai respons terhadap realitas lapangan.
Di luar Cibodas, Yudha menyatakan proses pemungutan di objek wisata lain berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti. Namun terdapat persoalan unik pada kawasan Gunung Padang: meskipun secara geografis berada di Cianjur, otoritas pengelolaan berada di kementerian sehingga posisi daerah hanya di “ring empat”. Hal ini membuat upaya pemungutan, termasuk retribusi kios, lebih sulit dijangkau oleh pemerintah kabupaten.
Untuk memperkecil selisih realisasi PAD, Disbudpar Cianjur sudah menjalankan sejumlah strategi seperti memaksimalkan promosi melalui media sosial dan melakukan pembenahan sarana-prasarana di destinasi wisata. Salah satu program yang sedang digenjot adalah revitalisasi Kampung Budaya Padi Pandanwangi, diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisatawan dan menambah pemasukan daerah.
"Upaya tentunya kita untuk mengejar target PAD di tahun ini, kita berupaya melaksanakan promosi baik melalui media sosial. Kita juga berupaya melaksanakan perbaikan di beberapa destinasi wisata," ujar Yudha.
Langkah-langkah yang diambil Disbudpar menunjukkan pendekatan proaktif dan realistis bertujuan menyesuaikan target ketika kondisi berubah, fasilitas untuk pengalaman pengunjung, serta memanfaatkan kanal digital untuk promosi. Pendekatan ini bukan hanya soal mengejar angka, tetapi juga membangun fondasi pariwisata yang lebih kuat dan berkelanjutan di Cianjur.
Yudha juga menegaskan bahwa Disbudpar Cianjur akan terus bekerja mengejar target sampai akhir tahun, sambil menunggu penyesuaian anggaran untuk Cibodas.
"Hingga akhir tahun, setelah penyesuaian Cibodas, insya Allah kami akan berupaya supaya target tercapai," pungkasnya. Dengan perbaikan manajemen dan fokus pada pengembangan destinasi, Disbudpar Cianjur berharap realisasi PAD membaik tanpa mengorbankan kualitas layanan wisata. (dens).










