- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT

Keterangan Gambar : Istimewa
Pinusnews.id BANDUNG – Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pelatihan terus mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi. Hal ini tercermin dari keikutsertaan para guru besar dan rektor dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) yang diselenggarakan oleh Perma Pendis Indonesia bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (25–26 April 2026), bertempat di Hotel Grand Pasundan Convention Hotel, Kota Bandung, Jawa Barat. Pelatihan dimulai setiap hari pukul 08.00 WIB dengan rangkaian materi yang berfokus pada penguatan kompetensi trainer berbasis kebutuhan dunia kerja.
Baca Lainnya :
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
- Bupati Herman Suherman : Cianjur Harus Steril dari Covid-19
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- Ini Kata Kades Sukasari, Polemik Video Viral Pengakuan KPM Dana BLT DD
Peserta dari IAI Al-Azhary Cianjur, Dr. Dadang Zenal Mitaqin, S.HI., M.Pd., bersama Dr. Euis Latifah, S.Pd.I., M.Pd., menjadi bukti nyata komitmen akademisi dalam mengembangkan kapasitas sebagai pelatih profesional yang sesuai dengan standar nasional.
Materi yang disampaikan dalam ToT ini menitikberatkan pada metodologi pelatihan berbasis kompetensi (PBK) untuk sertifikasi BNSP level 4 sebagai instruktur atau trainer. Pendekatan ini menekankan pentingnya kemampuan dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi pelatihan secara sistematis dan terukur.
Pelatihan berbasis kompetensi diawali dengan proses Training Need Analysis (TNA), yaitu identifikasi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki peserta dengan standar yang diharapkan. Hasil analisis ini menjadi dasar penyusunan program pelatihan yang terarah. Kurikulum kemudian dirancang sebagai panduan umum, yang dilengkapi dengan silabus dan modul untuk merinci materi, metode, serta sistem evaluasi.
Dalam pelaksanaannya, pendekatan andragogi menjadi pilihan utama mengingat peserta pelatihan adalah orang dewasa. Metode pembelajaran yang digunakan pun bersifat partisipatif, seperti diskusi, simulasi, role play, dan problem-based learning. Trainer dalam hal ini berperan sebagai fasilitator yang mendorong keterlibatan aktif peserta.
Setiap sesi pelatihan disusun dalam bentuk lesson plan atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mencakup tujuan, materi, metode, tahapan kegiatan, serta evaluasi. Hal ini bertujuan agar proses pelatihan berjalan sistematis dan terukur.
Evaluasi pelatihan dilakukan dengan menggunakan model Kirkpatrick yang meliputi empat aspek, yaitu reaksi peserta, peningkatan pengetahuan, perubahan perilaku, dan dampak terhadap kinerja. Selain itu, asesmen berbasis kompetensi juga harus memenuhi prinsip valid, reliabel, fleksibel, dan adil. Bukti penilaian dapat diperoleh melalui observasi langsung, dokumen pendukung, maupun bukti tambahan lainnya.
Penilaian dalam pelatihan ini menggunakan pendekatan acuan patokan (PAP) , yang menentukan apakah peserta telah dinyatakan kompeten atau belum kompeten. Aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian melalui penerapan Job Safety Analysis (JSA) guna mengidentifikasi serta meminimalkan risiko selama proses pelatihan berlangsung.
Di sela-sela rangkaian ToT, digelar puncak penghargaan Perma Pendis Award 2026. Dr. Dadang Zenal Mitaqin, S.HI., M.Pd., Rektor IAI Al-Azhary Cianjur, dianugerahi sebagai Rektor Visioner dalam Pengembangan Kampus.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPP Perma Pendis Indonesia, Prof. Dr. Badrudin, M.Ag., CIIQA, CEAM, di hadapan para peserta kegiatan.
“Beliau adalah sosok pemimpin yang tidak hanya visioner, tetapi juga konsisten dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar Prof. Badrudin dalam sambutannya.
Usai menerima penghargaan, Dr. Dadang Zenal Mitaqin menyampaikan rasa syukur dan dedikasinya kepada seluruh sivitas akademika IAI Al-Azhary.
“Penghargaan ini bukan hanya milik saya, tetapi milik seluruh dosen, staf, dan mahasiswa yang telah bekerja keras membangun kampus yang Kompetitif unggul dan santun. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan tinggi keislaman,” tuturnya. (Iwan Fadwi)










