Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata

26 Apr 2026, 09:53:22 WIB Cianjur
Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata

Keterangan Gambar : Acara Diskusi Publik Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, di GOR Kodim 0608/Cianjur, tampak salah satu pembicaranya adalah Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur, H. Dedi Supriadi, S.IP., M.Si.


Pinusnews.id - Hasrat dan upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Cianjur semakin menguat melalui diskusi publik di GOR Kodim 0608/Cianjur. Kegiatan bertema pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini mempertemukan warga dengan pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan dinas teknis.

Forum ini bukan sekadar pertemuan, melainkan sarana menggali persoalan langsung dari masyarakat dan mencari solusi bersama, yang pada akhirnya menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan hidup warga.

Diskusi tersebut berfungsi ganda yakni sebagai edukasi dan wadah menyerap aspirasi warga terkait pembentukan serta pengelolaan koperasi di tingkat desa. Komandan Kodim 0608/Cianjur, Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, menekankan peran strategisnya. Berbagai kendala yang disampaikan masyarakat langsung ditindaklanjuti oleh pihak terkait, menunjukkan komitmen nyata untuk mengatasi hambatan di lapangan.

Baca Lainnya :

“Melalui forum ini, kami berupaya menjembatani persoalan yang ada di lapangan dengan para pemangku kebijakan, sehingga bisa menghasilkan solusi yang nyata dan aplikatif,” ujar Letkol Bistok Barry Simarmata kepada wartawan.

Hal juga itu mencerminkan pendekatan proaktif Kodim, di mana jembatan ini langsung menghasilkan aksi, seperti koordinasi lahan dan akses pembiayaan, yang berdampak pada peningkatan pendapatan warga melalui koperasi aktif.

Salah satu isu strategis yang mencuat adalah keterbatasan lahan untuk pengembangan koperasi. Masalah ini krusial karena lahan menjadi modal utama bagi usaha pertanian dan industri kecil di desa. Respons cepat dari BPN dan dinas terkait langsung membuka peluang sertifikasi lahan komunal, memungkinkan koperasi memanfaatkan aset desa untuk produksi berkelanjutan dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Usulan sinergi antara Dinas Perdagangan dan Perindustrian dengan Bulog juga menjadi sorotan utama. Kerja sama ini memperkuat rantai distribusi dan pemasaran hasil usaha koperasi, seperti beras, sayur, dan kerajinan. Hasil nyatanya terlihat dari komitmen Bulog untuk menyalurkan produk koperasi ke pasar lebih luas, yang berpotensi meningkatkan harga jual hingga 20-30% dan menstabilkan pendapatan petani Cianjur.

Letkol Bistok menilai respons cepat instansi menunjukkan komitmen bersama mendukung koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Target ambisius Kabupaten Cianjur—membentuk 280 koperasi dari 360 desa/kelurahan hingga akhir Juli 2026—dijalankan bertahap. 

“Target ini akan dilakukan secara bertahap, dengan harapan seluruh desa dan kelurahan nantinya memiliki koperasi aktif,” katanya. Proyeksi ini realistis karena pendampingan Kodim memastikan koperasi tidak hanya terbentuk, tapi juga produktif.

Keberhasilan awal terlihat dari beberapa desa pilot yang sudah menunjukkan peningkatan kesejahteraan, seperti pendapatan per kapita naik melalui simpan pinjam internal dan pemasaran online. Pendampingan berkelanjutan Kodim mencakup pelatihan manajemen dan akses kredit murah, mengurangi ketergantungan pada rentenir dan mendorong diversifikasi usaha.

Ke depan, Kodim 0608/Cianjur siap mengawal program ini, termasuk menyelesaikan hambatan lahan dan pembiayaan. “Pendampingan akan terus dilakukan agar koperasi yang dibentuk benar-benar berjalan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandas Letkol Bistok. Upaya ini akan menghasilkan efek domino seperti lapangan kerja baru, pengurangan kemiskinan, dan ketahanan pangan di Cianjur.

Koperasi Merah Putih bukan mimpi, melainkan mesin nyata kesejahteraan. Dengan target 280 koperasi aktif, Cianjur berpotensi jadi model nasional ekonomi kerakyatan, di mana setiap warga merasakan manfaat langsung melalui pendapatan stabil dan akses pasar yang lebih baik. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment