- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
- Langkah Cepat Disdikpora Cianjur demi Masa Depan Siswa SMP Swasta SCBC Naringgul
- Estafet Kepemimpinan, Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi dan Kebersamaan
- BKAD Cianjur Perkuat Pelayanan Publik melalui Budaya Kerja BerAKHLAK
Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi menandatangani perjanjian kerja sama pengelolaan sampah untuk wilayah Bogor Raya dengan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) PT Weiming Nusantara Bogor New Energi di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026)
Hadir, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir dan sejumlah pejabat Kementerian LH, PLN, Pelindo dan lainnya.
KDM--sapaan akrab gubernur, juga turut menyaksikan penandatangan hal yang sama antara Pemkot Bekasi dengan PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara.
Baca Lainnya :
- Bupati Herman Suherman : Cianjur Harus Steril dari Covid-19
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- Ini Kata Kades Sukasari, Polemik Video Viral Pengakuan KPM Dana BLT DD
- Asep Irwan : BPKAD Cianjur Harus Transparan Mengelola Keuangan Daerah
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan tiga lokasi PSEL ini menjadi awal dari kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan sampah terpadu yang menghasilkan energi listrik.
"Tiga kerja sama pada hari ini, dua di wilayah Jabar yakni di Bekasi dan Bogor Raya lalu ketiga di Bali. Lalu akan ada 12 lokasi lainnya pada tahun ini dan pak presiden meminta segera, tidak lebih dari 7 minggu kedepan sudah harus dimulai (dibangun)," ujar Menko Pangan.
Ia melanjutkan, hingga 2029 nanti akan ada 32 titik PSEL yang dibangun di beberapa wilayah Indonesia dan saat nanti beroperasi akan memiliki kapasitas produksi pengolahan sampah minimal 100 ton sampah per hari. "Minimal 100 ton per hari, tapi ada juga yang 500 hingga 700 ton," ujarnya.
Menko meminta kepada bupati dan gubernur yang mendapatkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik untuk mengawal dan memastikan pembangunan dikerjakan dengan baik dan tepat waktu.
Sebab menurutnya saat ini beberapa wilayah sudah masuk dalam kondisi darurat sampah. Ia tidak ingin tragedi longsor Bantar Gebang kembali terjadi.
KDM menyatakan siap mengawal pembangunan PSEL di Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor agar cepat selesai.
"Sekarang sudah ditandatangani untuk Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, semoga segera selesai dan bisa beroperasi secepatnya. Sampah teratasi, listrik dinikmati," ujarnya.
Di kesempatan yang sama Pemerintah Provinsi Bali dengan PT Weiming Nusantara Bali New Energi turut meneken perjanjian serupa.
Danantara menargetkan proses pembangunan PSEL harus sudah dapat dilaksanakan paling lambat Juni 2026. (tim dens).











