- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Orasio Dies Natalis UNPAR, Bey Machmudin: SDM Jabar Aktor Terpenting Indonesia Emas 2045

Keterangan Gambar : Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin bicara peran Jabar Emas 2045 saat jadi orator dalam acara Orasio Dies Natalis ke-69 universitas Katolik Parahyangan Bandung.
Pinusnews.id - Penjabat Gubernur Bey Machmudin mengatakan Jabar bisa menjadi aktor terpenting menuju Indonesia Emas 2045 jika bisa memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.
Menurut Bey, pada 2045 Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak akan memiliki 85 persen SDM dalam usia produktif.
"Jabar dengan provinsi terbanyak penduduknya, yakni 18 persen dari populasi penduduk Indonesia, saat 2045 memiliki 85 persen penduduk dalam usia produktif lebih dari nasional yang hanya 75 persen," ujar Bey Machmudin.
Baca Lainnya :
- Cara Penyelenggaraan Perizinan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan dalam UU No 17 Tahun 2023
- Presiden: Memorial Park IKN sebagai Penghormatan bagi Pahlawan dan Pendiri Bangsa
- Pentingnya Lingkungan dalam Pembentukan Anak
- Pewarisan Menurut Hukum Adat
- Pelaksanaan Waris Masyarakat Suku Baduy Muslim
Bey bicara peran Jabar dalam Indonesia Emas 2045 ketika menjadi orator dalam acara Orasio Dies Natalis ke - 69 Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Rabu (17/1/2024).
"Salah satunya mengantisipasi SDM. Jangan sampai bonus demografi itu lewat begitu saja, jadi harus disiapkan bagaimana sistem pendidikan link and match dengan industri," katanya.
Menurut Bey, SDM Jabar harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, tidak boleh kaku, dan terus mengembangkan potensi diri.
Selain SDM, Bey menyebut reformasi birokrasi dan ekonomi infrastruktur menjadi ciri untuk dapat menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Reformasi birokrasi, kita sering mendengar hambatan adanya halangan dalam birokrasi. Itulah mengapa harus ada penyederhanaan birokrasi. Dalam ekonomi dan infrastruktur dalam 10 tahun terakhir dibangun secara masif, seharusnya dapat meningkatkan daya saing," katanya. (Tim).











