- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
Orasio Dies Natalis UNPAR, Bey Machmudin: SDM Jabar Aktor Terpenting Indonesia Emas 2045

Keterangan Gambar : Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin bicara peran Jabar Emas 2045 saat jadi orator dalam acara Orasio Dies Natalis ke-69 universitas Katolik Parahyangan Bandung.
Pinusnews.id - Penjabat Gubernur Bey Machmudin mengatakan Jabar bisa menjadi aktor terpenting menuju Indonesia Emas 2045 jika bisa memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.
Menurut Bey, pada 2045 Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak akan memiliki 85 persen SDM dalam usia produktif.
"Jabar dengan provinsi terbanyak penduduknya, yakni 18 persen dari populasi penduduk Indonesia, saat 2045 memiliki 85 persen penduduk dalam usia produktif lebih dari nasional yang hanya 75 persen," ujar Bey Machmudin.
Baca Lainnya :
- Cara Penyelenggaraan Perizinan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan dalam UU No 17 Tahun 2023
- Presiden: Memorial Park IKN sebagai Penghormatan bagi Pahlawan dan Pendiri Bangsa
- Pentingnya Lingkungan dalam Pembentukan Anak
- Pewarisan Menurut Hukum Adat
- Pelaksanaan Waris Masyarakat Suku Baduy Muslim
Bey bicara peran Jabar dalam Indonesia Emas 2045 ketika menjadi orator dalam acara Orasio Dies Natalis ke - 69 Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Rabu (17/1/2024).
"Salah satunya mengantisipasi SDM. Jangan sampai bonus demografi itu lewat begitu saja, jadi harus disiapkan bagaimana sistem pendidikan link and match dengan industri," katanya.
Menurut Bey, SDM Jabar harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, tidak boleh kaku, dan terus mengembangkan potensi diri.
Selain SDM, Bey menyebut reformasi birokrasi dan ekonomi infrastruktur menjadi ciri untuk dapat menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Reformasi birokrasi, kita sering mendengar hambatan adanya halangan dalam birokrasi. Itulah mengapa harus ada penyederhanaan birokrasi. Dalam ekonomi dan infrastruktur dalam 10 tahun terakhir dibangun secara masif, seharusnya dapat meningkatkan daya saing," katanya. (Tim).











