- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
Orasio Dies Natalis UNPAR, Bey Machmudin: SDM Jabar Aktor Terpenting Indonesia Emas 2045

Keterangan Gambar : Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin bicara peran Jabar Emas 2045 saat jadi orator dalam acara Orasio Dies Natalis ke-69 universitas Katolik Parahyangan Bandung.
Pinusnews.id - Penjabat Gubernur Bey Machmudin mengatakan Jabar bisa menjadi aktor terpenting menuju Indonesia Emas 2045 jika bisa memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.
Menurut Bey, pada 2045 Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak akan memiliki 85 persen SDM dalam usia produktif.
"Jabar dengan provinsi terbanyak penduduknya, yakni 18 persen dari populasi penduduk Indonesia, saat 2045 memiliki 85 persen penduduk dalam usia produktif lebih dari nasional yang hanya 75 persen," ujar Bey Machmudin.
Baca Lainnya :
- Cara Penyelenggaraan Perizinan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan dalam UU No 17 Tahun 2023
- Presiden: Memorial Park IKN sebagai Penghormatan bagi Pahlawan dan Pendiri Bangsa
- Pentingnya Lingkungan dalam Pembentukan Anak
- Pewarisan Menurut Hukum Adat
- Pelaksanaan Waris Masyarakat Suku Baduy Muslim
Bey bicara peran Jabar dalam Indonesia Emas 2045 ketika menjadi orator dalam acara Orasio Dies Natalis ke - 69 Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Rabu (17/1/2024).
"Salah satunya mengantisipasi SDM. Jangan sampai bonus demografi itu lewat begitu saja, jadi harus disiapkan bagaimana sistem pendidikan link and match dengan industri," katanya.
Menurut Bey, SDM Jabar harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, tidak boleh kaku, dan terus mengembangkan potensi diri.
Selain SDM, Bey menyebut reformasi birokrasi dan ekonomi infrastruktur menjadi ciri untuk dapat menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Reformasi birokrasi, kita sering mendengar hambatan adanya halangan dalam birokrasi. Itulah mengapa harus ada penyederhanaan birokrasi. Dalam ekonomi dan infrastruktur dalam 10 tahun terakhir dibangun secara masif, seharusnya dapat meningkatkan daya saing," katanya. (Tim).











