- Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Air Bersih Bagi Masyarakat
- Ruhli Solehudin: Revitalisasi Pendidikan Cianjur, Transparansi dan Komitmen Masa Depan Cerah Siswa
- Panggilan Ketua Masjid Agung Cianjur: Jaga Persatuan Umat dari Ancaman Provokasi
- Hadiri Peringatan Hari Buruh, Presiden Prabowo Tegaskan Keberpihakan Negara pada Pekerja
- Cepi R Fadiana: Perkim Cianjur Dirikan Bangunan Hunian Layak: Rp1,8 Miliar untuk 63 Rumah Baru di 20
- Eri Rihandiar: Antisipasi Kemarau Panjang, Dinas PUTR Cianjur Benahi Irigasi dan Pola Tanam Adaptif
- Sinergi Pendidikan: STAI Al-Ittihad dan Pemerintah Cianjur Bangun Kolaborasi Strategis
- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
Linieritas Literasi dengan Demokrasi

Keterangan Gambar : Penulis artikel Lilis Nuraeni.
Pinusnews.id - Berhasilnya demokrasi itu linier dengan level literasi. Jika literasi rendah maka pemilih akan mudah tergiring oleh narasi politik, yang bias dan tidak berkualitas.
Sedangkan sebagian besar pemilih kita mengenal tokoh yang akan dipilih melalui referensi narasi politik yang dibangun, sengaja dicitrakan jauh dari realita. Tidak mengkalkulasi aspek-aspek plus-minus, rekam jejak, kompetensi, dan aspek ikutan lainnya.
Dan, yang tak kalah penting sebagai kriteria layaknya pemimpin daerah/negara. Ya, maklum saja sebabnya masyarakat kita masih pemilih parokial (tingkat partisipasi politik cenderung rendah), bukan pemilih partisipatif yang melek politik, jauh dari literasi.
Baca Lainnya :
- Pecinta Kucing Antusias Sambut Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Gratis
- Pemkab Cianjur Gelar Pesantren Kilat untuk Pelajar di Masjid Agung
- Santri Hilang Terbawa Arus Sungai Ditemukan Mengambang di Muara
- Kemenag akan gelar PeaceSantren di lima kota selama Ramadan 1445 H
- Nyepi Beriringan Ramadan, Menag: Momentum Introspeksi, Saling Hormati Ritual dan Tradisi
Kita memang belum satu abad merdeka, mengenal demokrasi yang langsung pun baru tujuh belas tahun yang lalu. Terlalu pede jika berharap demokrasi menemukan maknanya.
Namun yang penting semua pihak, terutama yang berkewajiban memberikan pendidikan politik terus berusaha memberikan edukasi yang efektif, dan masyarakat pun harus responsif terhadap perkembangan politik, sebab politik itu penting dalam mengatur aspek-aspek kehidupan masyarakat.
Melalui pendidikan politik yang efektif dan tingginya literasi, Insya Alloh, politik Indonesia menjadi mapan juga menemukan maknanya menuju Indonesia maju dan bermartabat. (Lilis Nuraeni).











