- Sinergi Pemkab Cianjur dan Jabar: Kompensasi Angkot untuk Lancarkan Mudik Lebaran 2026.
- Rumah Layak untuk Jiwa yang Terlupakan: Kisah Empati di Desa Sukajadi, Cibinong, Cianjur
- Bulog Subdivre Cianjur Pastikan Ketersediaan Beras Sebanyak 20.000 Ton Jelang Hari Raya Idul Fitri 2
- 157 Perusahaan di Jabar Diadukan Masalah THR
- Kanada dan Pemprov Jabar Kolaborasi Tingkatkan Nutrisi Remaja Putri di Jabar
- Bupati Cianjur: Ayah Angkat 54 Yatim, Teladan Kemanusiaan untuk Semua yang Mampu
- Kolaborasi Syariah: Bupati Cianjur Sambut Hangat Program Bank Muamalat
- Sinergi Pers dan Pemerintah: Buka Bersama PWI Cianjur untuk Pererat Silaturahmi
- DPRD Cianjur Sahkan 13 Perda 2025: Langkah Strategis Menuju Pembangunan Berkelanjutan
- Ramadhan Cinta 2026: Gerakan Kebaikan Berkelanjutan untuk Kaum Tidak Mampu di Cianjur
Bupati Cianjur: Ayah Angkat 54 Yatim, Teladan Kemanusiaan untuk Semua yang Mampu

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, saat berbelanja pakaian untuk 54 anak yatim, di jalan Cimaya, Cianjur, Senin 16 Maret 2026.
Pinusnews.id - Kabupaten Cianjur mencatat momen bersejarah pada Senin, 16 Maret 2026, dimana Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian secara resmi menjadi ayah angkat bagi 54 anak yatim yang tersebar di berbagai kecamatan. Inisiatif ini merupakan wujud kepemimpinan yang menyentuh hati, di mana bupati mengajak mereka berbelanja baju Lebaran di sebuah toko pakaian di Jalan Cimaya, Kota Cianjur. Saat itu, suasana terasa penuh kehangatan, seolah anak-anak yatim ini menemukan kehadiran figur ayah yang selama ini hilang.
Dalam perbincangan santai di tengah hiruk-pikuk toko, Bupati Wahyu berbagi kegembiraan, "Iya, ini jadi anak-anak yatim yang saya angkat anak, ketemu di daerah-daerah di beberapa kecamatan di Cianjur. Jadi hari ini kita berbagi kebahagiaan bersama, mereka merasakan ada ayahnya kembali, kita beli baju lagi sama-sama." Kata-katanya bukan hanya ungkapan sesaat, tapi panggilan bagi siapa saja yang mampu untuk meniru langkahnya—menjadi ayah angkat bagi anak yatim lainnya di Cianjur, sehingga lebih banyak anak merasakan kasih sayang yang sama.
Bupati menekankan bahwa memuliakan anak yatim adalah kewajiban agama dan kemanusiaan yang tak boleh setengah hati. Sikap baik bukan hanya soal materi, tapi juga kasih sayang, perlindungan, dan bimbingan holistik.
Baca Lainnya :
- 97 SD dan 54 SMP di Cianjur Dapat Bantuan 55 Miliar
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
"Memuliakan dan menyayangi dengan tulus. Mengasihi layaknya anak sendiri dan perlakukan mereka dengan cinta kasih, bukan sebagai beban, dan usahakan agar mereka tidak merasa yatim," tegasnya. Contoh ini patut dijadikan pedoman bagi orang-orang mampu di Cianjur, agar yatim piatu tak lagi merasa terpinggirkan.
Lebih jauh, Bupati Wahyu menggarisbawahi pentingnya memenuhi kebutuhan pokok secara berkelanjutan. "Peduli terhadap sandang, pangan, papan, dan pendidikannya. Mencukupi hingga mandiri lebih utama dan menanggung kebutuhan mereka secara berkesinambungan hingga mereka sukses, bukan hanya sekali," ujarnya dengan semangat penuh.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kepedulian sejati adalah investasi jangka panjang, dan orang mampu di Cianjur bisa mengikuti jejaknya untuk menciptakan generasi mandiri dari kalangan yatim.Inisiatif bupati ini juga mencerminkan nilai kemanusiaan universal, di mana berbagi kebahagiaan Lebaran menjadi simbol kebersamaan.
Anak-anak yatim yang biasanya merayakan hari raya dalam kesunyian kini tersenyum lebar dengan baju baru, merasakan sentuhan ayah angkat. Langkah Bupati Ferdian ini menjadi inspirasi nyata, mengajak masyarakat mampu untuk tidak hanya memberi sekali, tapi berkomitmen panjang sebagai ayah angkat bagi yatim di kecamatan-kecamatan Cianjur.
Di penghujung perjumpaan, Bupati Wahyu menyampaikan doa tulus. "Lebih dari itu saya berharap untuk selalu mendoakan mereka semua bisa jadi anak-anak yang soleh, solehah, anak-anak yang sukses. Anak-anak kebahagiaan bagi Cianjur, yang mudah-mudahan di antara mereka ada yang menjadi pimpinan-pimpinan Amin, ya Allah."
Harapannya ini memperkuat pesan bahwa menjadi ayah angkat adalah cara terbaik untuk membentuk masa depan cerah bagi anak yatim.
Kisah Bupati Cianjur ini bukan akhir, melainkan awal gerakan. Orang-orang mampu di Cianjur—pejabat, pengusaha, atau warga biasa—dapat mencontohnya dengan menjadi ayah angkat bagi ratusan yatim lainnya. Dengan begitu, Cianjur tak hanya dikenal sebagai daerah pegunungan indah, tapi juga tanah subur kasih sayang yang melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan. (dens).










