- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
Kanada dan Pemprov Jabar Kolaborasi Tingkatkan Nutrisi Remaja Putri di Jabar

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton bersama rombongan melakukan kunjungan kerja selama tiga hari di Kota Bandung.
Dutton sempat bertemu dengan Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan pada hari pertama. Ia lalu menikmati suasana Kota Bandung dalam acara makan malam dan menutup kunjungan pada hari terakhir dengan melihat program pemberian suplemen penambah darah bagi remaja putri di SMPN 43 Kota Bandung.
Program tersebut merupakan kerja sama antara Kanada dan Indonesia untuk mendukung pemenuhan nutrisi melalui pil penambah darah.
Baca Lainnya :
- 97 SD dan 54 SMP di Cianjur Dapat Bantuan 55 Miliar
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
"Senang dapat bekerja sama dalam peningkatan gizi dan nutrisi remaja putri. Memastikan anak Indonesia tumbuh kembang dengan baik," ujarnya Jumat (13/3/2026).
Menurutnya pemberian nutrisi dan gizi yang seimbang sangat penting pada usia anak remaja yang baru mengalami masa pubertas. Apalagi banyak temuan remaja putri mengalami masalah anemia.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Emma Rahmawati menambahkan, pemberian suplemen gizi remaja sudah berlangsung sejak 2006. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Nutrition International dalam pemetaan, pengawasan dan evaluasi program tersebut.
"Melihat hasil riset 2018, angka anemia remaja putri mencapai 41,93 persen. Dengan dukungan dari Nutrition International dalam penguatan program ini, pada 2023 itu (anemia) turun menjadi sekitar 36 persen," jelasnya.
Program pemberian suplemen penambah darah terus berlanjut setiap tahun hingga pada tahun ini melalui program Generasi Emas Bebas Anemia dan Zero New Stunting. Penguatan program pemenuhan nutrisi juga dilakukan dengan pemilihan duta kesehatan remaja berkarakter Pancawaluya di setiap sekolah di Jabar.
"SMPN 43 Kota Bandung menjadi salah satu proyek percontohan, minimal setiap sekolah ada dua kader terlatih," katanya.
Kepala SMPN 43 Kota Bandung Elis Rahmawati mengatakan, suplemen penambah darah diberikan kepada remaja putri secara rutin, terlebih kepada siswi yang sedang datang bulan. Program ini sudah dilakukan sejak 2018.
"Hasil cek kesehatan gratis yang pernah kami lakukan dengan sampel 160 siswi, ternyata 30 mengalami gejala anemia. Ini menjadi tantangan untuk menurunkan angka kejadian anemia remaja putri," ujarnya.
Ia berharap Nutrition Internasional, Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah mambantu menurunkan angka anemia agar remaja bisa fokus belajar dan mengejar prestasi. (dens).











