- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
Ramadhan Cinta 2026: Gerakan Kebaikan Berkelanjutan untuk Kaum Tidak Mampu di Cianjur

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, bersama Paguyuban Mojang Jajaka Cianjur, dalam acara "Ramadan Cinta 2026" berbagi cinta bersama 100 anak panti asuhan, di Taman Pancaniti Cianjur, Jumat, 14 Maret 2026.
Pinusnews.id - Pada Sabtu, 14 Maret 2026, Taman Pancaniti Cianjur menjadi momen penuh kehangatan melalui acara “Ramadhan Cinta 2026”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Cianjur, yang mengundang Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, untuk berbagi cinta bersama 100 anak panti asuhan. Di bulan suci Ramadhan, inisiatif ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang menyentuh hati.
Bupati Mohammad Wahyu Ferdian hadir langsung dan menyampaikan apresiasi mendalam dalam sambutannya. Ia menilai kegiatan ini sangat positif, sarat nilai kemanusiaan, dan layak diapresiasi oleh semua pihak. Kehadirannya menambah semangat para relawan muda dari Paguyuban Mojang Jajaka, yang terdiri dari generasi penerus Cianjur, untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
Kegiatan ini menekankan berbagi takjil, santunan, dan interaksi langsung dengan anak-anak panti, menciptakan suasana kekeluargaan di tengah hiruk-pikuk Ramadhan. Anak-anak panti, yang sering kali terpinggirkan, merasakan kasih sayang dari masyarakat luas. Inisiatif seperti ini mengingatkan bahwa kebaikan kecil bisa membangun harapan besar bagi kaum tidak mampu.
Baca Lainnya :
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
Bupati berharap “Ramadhan Cinta 2026” tidak berhenti sebagai acara seremonial belaka, melainkan berkembang menjadi gerakan kebaikan berkelanjutan di masyarakat Cianjur.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa yang akan datang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya dengan penuh harap. Visi ini mendorong transformasi dari aksi sporadis menjadi budaya berbagi.
Kegiatan Paguyuban Mojang Jajaka ini menjadi contoh teladan bagi elemen masyarakat lain di Cianjur, seperti organisasi pemuda, karang taruna, atau kelompok usaha lokal. Mereka bisa meniru dengan mengadakan program serupa, misalnya berbagi sembako atau pendidikan gratis untuk keluarga miskin, sehingga menciptakan efek domino kebaikan yang menjangkau lebih luas.
"Ramadhan Cinta 2026” mengajak seluruh warga Cianjur untuk menjadikan bulan puasa sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial. Dengan mengikuti jejak Paguyuban Mojang Jajaka, elemen masyarakat lainnya dapat berkolaborasi membantu kaum tidak mampu, membangun Cianjur yang lebih inklusif dan penuh kasih. (dens).











