- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
Ramadhan Cinta 2026: Gerakan Kebaikan Berkelanjutan untuk Kaum Tidak Mampu di Cianjur

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, bersama Paguyuban Mojang Jajaka Cianjur, dalam acara "Ramadan Cinta 2026" berbagi cinta bersama 100 anak panti asuhan, di Taman Pancaniti Cianjur, Jumat, 14 Maret 2026.
Pinusnews.id - Pada Sabtu, 14 Maret 2026, Taman Pancaniti Cianjur menjadi momen penuh kehangatan melalui acara “Ramadhan Cinta 2026”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Cianjur, yang mengundang Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, untuk berbagi cinta bersama 100 anak panti asuhan. Di bulan suci Ramadhan, inisiatif ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang menyentuh hati.
Bupati Mohammad Wahyu Ferdian hadir langsung dan menyampaikan apresiasi mendalam dalam sambutannya. Ia menilai kegiatan ini sangat positif, sarat nilai kemanusiaan, dan layak diapresiasi oleh semua pihak. Kehadirannya menambah semangat para relawan muda dari Paguyuban Mojang Jajaka, yang terdiri dari generasi penerus Cianjur, untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
Kegiatan ini menekankan berbagi takjil, santunan, dan interaksi langsung dengan anak-anak panti, menciptakan suasana kekeluargaan di tengah hiruk-pikuk Ramadhan. Anak-anak panti, yang sering kali terpinggirkan, merasakan kasih sayang dari masyarakat luas. Inisiatif seperti ini mengingatkan bahwa kebaikan kecil bisa membangun harapan besar bagi kaum tidak mampu.
Baca Lainnya :
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
Bupati berharap “Ramadhan Cinta 2026” tidak berhenti sebagai acara seremonial belaka, melainkan berkembang menjadi gerakan kebaikan berkelanjutan di masyarakat Cianjur.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa yang akan datang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya dengan penuh harap. Visi ini mendorong transformasi dari aksi sporadis menjadi budaya berbagi.
Kegiatan Paguyuban Mojang Jajaka ini menjadi contoh teladan bagi elemen masyarakat lain di Cianjur, seperti organisasi pemuda, karang taruna, atau kelompok usaha lokal. Mereka bisa meniru dengan mengadakan program serupa, misalnya berbagi sembako atau pendidikan gratis untuk keluarga miskin, sehingga menciptakan efek domino kebaikan yang menjangkau lebih luas.
"Ramadhan Cinta 2026” mengajak seluruh warga Cianjur untuk menjadikan bulan puasa sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial. Dengan mengikuti jejak Paguyuban Mojang Jajaka, elemen masyarakat lainnya dapat berkolaborasi membantu kaum tidak mampu, membangun Cianjur yang lebih inklusif dan penuh kasih. (dens).











