Bulog Subdivre Cianjur Pastikan Ketersediaan Beras Sebanyak 20.000 Ton Jelang Hari Raya Idul Fitri 2

18 Mar 2026, 08:29:40 WIB Cianjur
Bulog Subdivre Cianjur Pastikan Ketersediaan Beras Sebanyak 20.000 Ton Jelang Hari Raya Idul Fitri 2

Keterangan Gambar : Kantor Perum Bulog Subdivre Cianjur.


Pinusnews.id - Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Perum Bulog menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Dengan stok beras mencapai 20.000 ton, Bulog tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa, tapi juga mengantisipasi lonjakan permintaan saat Hari Raya. Kinerja apik ini menjadi bukti efektivitas strategi Bulog dalam pengelolaan cadangan pangan, di tengah tantangan musim kemarau yang justru dimanfaatkan secara optimal.

Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur, Yanto Nurdianto, menegaskan kekuatan stok saat ini. “Jika ditotal, stok yang tersedia saat ini sekitar 20.000 ton. Jumlah ini masih berpotensi bertambah karena proses penyerapan gabah petani masih terus berlangsung,” ujarnya kepada awak media. 

Stok ini terdiri dari 17.000 ton beras siap distribusi di gudang Bulog Cabang Cianjur, ditambah 3.000 ton dari pengolahan gabah petani. Bulog mengoperasikan gudang utama di Bojong dan Bojongherang, plus gudang tambahan, untuk mendukung distribusi ke dua kabupaten tersebut. Penyerapan gabah harian mencapai 300-400 ton, menunjukkan intensitas kerja Bulog yang tak kenal lelah guna memperkuat cadangan nasional.

Baca Lainnya :

Lebih dari sekadar penyimpanan, Bulog unggul dalam menjaga kualitas dan stabilitas harga. Musim kemarau yang sedang berlangsung justru menguntungkan, seperti dijelaskan Yanto. 

“Pada musim kemarau kadar air gabah cenderung lebih rendah sehingga kualitas beras yang dihasilkan lebih baik dibandingkan saat musim hujan," tuturnya. 

Untuk mencegah lonjakan harga saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Bulog menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui toko pasar, Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, dan pasar murah bersama dinas terkait—didukung TNI dan Polri.

“Upaya ini dilakukan agar harga beras tetap stabil di tingkat masyarakat dan tidak terjadi lonjakan menjelang Idulfitri,” tambahnya.

Kinerja Bulog semakin menonjol dengan sinergi bersama pemerintah dalam penyaluran bantuan pangan. Setiap keluarga penerima manfaat mendapat 10 kg beras per tahap, total 20 kg dalam dua tahap. 

“Program ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat, terutama menjelang dan setelah Idulfitri,” pungkas Yanto.

Langkah ini meringankan beban rakyat, sekaligus memperkuat peran Bulog sebagai garda terdepan stabilitas pangan.Secara keseluruhan, prestasi Bulog menjelang Lebaran 2026 di Cianjur-Sukabumi menjadi contoh nyata ketahanan pangan Indonesia. Dengan stok melimpah, kualitas terjaga, dan distribusi merata, Bulog tak hanya memenuhi kewajiban, tapi juga membangun kepercayaan masyarakat. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment