- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
Arus Mudik dan Wisata di Jawa Barat Meningkat, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Arus mudik dan kunjungan wisata di Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan selama periode Angkutan Lebaran 2025. Hingga hari kedua Lebaran, Selasa (1/4/2025) lebih dari 11,8 juta pelanggan menggunakan layanan kereta api, sementara volume kendaraan di jalur utama, termasuk Tol Cikampek, meningkat tajam.
Untuk mengatasi kepadatan, Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan bersama pihak kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem contraflow di Cikampek dan ganjil-genap di jalur wisata Puncak, Bogor.
Selain itu, destinasi wisata seperti Kebun Raya Cibodas di Cianjur, Tangkuban Perahu di Bandung, dan Pantai Sindangkerta di Tasikmalaya mulai dipadati pengunjung, menandai tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
Baca Lainnya :
- Resmi, Forum Komunikasi Komite Sekolah Cianjur Gelar Deklarasi
- Ecky Bersama Tim Relawan Salurkan Bantuan Sembako dan Penyuluhan di Cianjur
- Ini Harapan Pjs Bupati Cianjur, Saat Menghadiri Konfercab HMI ke XIII
- Razia ke Karaoke, Polres Cianjur Amankan Enam Orang Pemakai Narkoba
- Material Longsoran Dibersihkan, Jalur Naringgul Cianjur Bisa Dilintasi
Sekretaris Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar menyatakan bahwa lonjakan arus mudik dan wisata ini sudah diprediksi sebelumnya. Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memastikan keamanan serta kenyamanan para pengguna jalan.
Di sektor transportasi darat, jumlah penumpang di terminal bus mengalami penurunan. Terminal Tipe A mencatat 18.332 penumpang pada 31 Maret 2025, mengalami penurunan 27,15 persen dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan lebih besar terjadi di Terminal Tipe B yang hanya melayani 3.196 penumpang, turun 55,36 persen.
Pergerakan penumpang kereta api di beberapa wilayah menunjukkan tren beragam. Di wilayah Daop I, jumlah penumpang komuter mencapai 21.951 orang, mengalami penurunan sebesar 12,65 persen. Sementara itu, di Daop II, jumlah penumpang jarak jauh menurun 6,18 persen menjadi 25.051 orang.
Namun, layanan kereta lokal mengalami lonjakan hingga 38,14 persen dengan total 58.811 penumpang. Di Daop III, terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 16,44 persen menjadi 13.228 orang. Untuk layanan Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), tercatat 17.878 penumpang, mengalami penurunan sebesar 22,66 persen.
Di sektor udara, Bandara Kertajati melayani 510 penumpang, mengalami penurunan 12,52 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, di Bandara Nusawiru, hanya tercatat 28 penumpang dengan tidak adanya penerbangan pada hari sebelumnya.
Lonjakan kendaraan juga terjadi di sejumlah ruas tol utama di Jawa Barat. Ruas Tol Cipularang mencatat peningkatan kendaraan masuk sebesar 70,69 persen atau sebanyak 59.881 kendaraan.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang keluar meningkat 69,68 persen atau sebanyak 42.134 kendaraan. Peningkatan serupa terjadi di ruas Tol Padaleunyi dengan kenaikan 64,72 persen untuk kendaraan masuk dan 67,04 persen untuk kendaraan keluar.
Berdasarkan data traffic counting lidar pada 31 Maret 2025, terjadi penurunan jumlah kendaraan di beberapa jalur utama Jawa Barat. Jalur Pantura mengalami penurunan 2,7 persen dengan mayoritas kendaraan roda dua mencapai 73,6 persen.
Jalur Tengah mengalami penurunan 5,9 persen, juga didominasi kendaraan roda dua sebesar 70,3 persen. Di Jalur Selatan, jumlah kendaraan menurun 4 persen, sementara di Jalur Wisata terjadi penurunan 0,8 persen.
Pemda Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran arus balik serta kesiapan infrastruktur transportasi menghadapi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Dengan langkah-langkah strategis yang telah diterapkan, diharapkan mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran dapat berjalan dengan lancar dan aman. (tim-dens).











