- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan

Keterangan Gambar : Tugu Kujang yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pasir Hayam, Jebrod, Kecamatan Cilaku, Cianjur.
Pinusnews.id - Di bundaran Jalan Perintis Kemerdekaan, Pasir Hayam Jebrod, Kecamatan Cilaku, Cianjur, berdiri sebuah tugu berbentuk Kujang. Sayangnya, monumen yang dibangun pada 2018 di masa Bupati Irvan Rivano Muchtar itu kini tampak kumuh, rusak, dan rapuh.
Lebih menyedihkan lagi, hingga tahun 2026 tugu tersebut belum pernah diresmikan, meski sudah beberapa kali berganti bupati dan dana pembangunannya berasal dari anggaran pemerintah melalui Dinas Perkim Cianjur.
Kujang bukan sekadar hiasan jalan. Ia adalah senjata pusaka masyarakat Sunda yang dikenal sejak zaman Kerajaan Pajajaran, khususnya masa Prabu Siliwangi pada abad ke-14. Dahulu, Kujang bahkan berfungsi sebagai alat pertanian sebelum berkembang menjadi benda sakral yang melambangkan kewibawaan, keberanian, perlindungan, dan kehormatan pemiliknya.
Baca Lainnya :
- Bupati Cianjur Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19Â
- Posbakum Pengadilan Negeri Cianjur, Banyak Tangani Kasus PidanaÂ
- Waspadai, 7 Kecamatan di Cianjur Tren Covid-19 MeningkatÂ
- Penyusunan RKPD TAHUN 2022 Cianjur, Butuh Masukan dari Publik
- HWC Silaturakhmi, Dandim 0608 Cianjur Dukung Pelestarian Ngaos, Mamaos, MaenpoÂ
Maka wajar saja jika benda bernama Kujang tersebut kehadirannya dalam bentuk tugu seharusnya membangkitkan rasa bangga, bukan kesedihan.
Bayangkan betapa ironisnya senjata yang konon menyimpan aura kejayaan dan kesaktian para raja Pajajaran kini berdiri lusuh di tepi jalan. Kujang yang dahulu dijaga dengan penuh hormat sebagai sebuah senjata para pemimpin, kini nyaris terlupakan oleh pengelolaannya sendiri.
Padahal, Tugu Kujang ini seharusnya menjadi pengingat bahwa Cianjur juga bagian dari perjalanan panjang budaya Sunda yang kaya dan bermartabat.
Anditar, salah satu pihak yang terlibat dalam pembangunan tugu, mengungkapkan harapan agar Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, segera meresmikan monumen tersebut.
"Ini untuk pelestarian maka seharusnya segera diresmikan oleh pihak Pemda Cianjur pembangunan Tugu Kujang itu," katanya, didampingi Abah Ruskawan, budayawan Jawa Barat.
Abah Ruskawan menegaskan, "Sudah seharusnya Tugu Kujang di Cianjur menjadi ikon Tugu Kujang Cianjur Istimewa yang secepatnya harus diresmikan."
Seruan ini bukan sekadar soal formalitas peresmian, melainkan tentang menghormati warisan leluhur. Jika Tugu Kujang di Bogor bisa berdiri megah sejak 1982 dan menjadi ikon kota, mengapa tugu serupa di Cianjur harus terbengkalai begitu saja?
Sudah waktunya Kujang Cianjur bangkit kembali, bukan sebagai tugu yang terlupakan, melainkan sebagai simbol kebanggaan yang benar-benar dijaga. (dens).










