- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
Usia Harapan Hidup Warga Cianjur Naik Menjadi 74 tahun.

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Herman Suherman dan Ketua MUI Cianjur Aang Abdur Rauf.
Pinusnews.id - Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan bahwa Rata-Rata Usia Harapan Hidup (RTH) warga Cianjur naik 74 tahun yang sebelumnya 68 tahun.
"Berdasarkan kajian Kantor Baperida Cianjur, ternyata rata-rata harapan hidup warga Cianjur kini 74 tahun, naik yang semula semula 68 tahun sekitar 5 tahun lalu," tutur Bupati Cianjur Herman Suherman saat sambutan pengajian Ihya Ulumudin di Pendopo Cianjur, pada Sabtu (13/1/2024) pagi.
"Ketika saya masih wakil Bupati rata-rata harapan hidup warga Cianjur 68 tahun, Alhamdulillah, kini menjadi 74 tahun berdasarkan kajian Bapperida," jelasnya.
Baca Lainnya :
- Mensos Minta Orang Tua Tak Sembunyikan Anak Penyandang Disabilitas
- Kemenag Buka Rekrutmen 500 Dai untuk Wilayah 3T, Ini Kriterianya
- Presiden Jokowi Paparkan Potensi Investasi IKN kepada Pengusaha Brunei
- Memahami Hukum Waris Islam
- Bupati Herman Suherman: McDonald\'s Peduli Para Anak Yatim di Cianjur
Bupati Herman juga menjelaskan, keadaan itu merupakan hasil kerja keras bersama, salah satunya layanan kesehatan.
"Rumah Sakit Pagelaran sekarang penuh dan sudah mampu melayani warga tidak perlu ke Cianjur, demikian juga RS Cimacan, padahal dulu mirip puskesmas. Namun terus kita tingkatkan," imbuh Bupati Herman Suherman.
Lebih dari itu, ungkap Herman, puluhan Puskesmas Pembantu sudah beroperasi, dokter dan perawat jemput bola mengunjungi warga. RSUD Sayang juga terus ditingkatkan pelayanannya. Dulu warga kita sering dirujuk berobat ke RS Bunut Sukabumi, sekarang sebaliknya warga Sukabumi dirujuk ke RSUD Sayang.
Tiga tahun kedepan insyaalloh, RSUD Sayang menjadi RS Internasional," harap Bupati Cianjur.
Hadir dalam pengajian Ihya Ketua MUI Cianjur, sejumlah pejabat, Asda, para Kepala Dinas, dan Kepala Kantor Kemenag Cianjur. Selain mengikuti kajian kitab Ihya warga juga selalu dijamu sarapan pagi, malah kali ini disediakan layanan gratis cek kesehatan di halaman Pendopo. (Dens).











