- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
Mensos Minta Orang Tua Tak Sembunyikan Anak Penyandang Disabilitas

Keterangan Gambar : Menteri Sosial Tri Rismaharini saat bertemu dengan para penyandang disabilitas rungu wicara.
Pinusnews.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta para orang tua untuk tidak menyembunyikan anak penyandang disabilitas. Pernyataan ini dilontarkan Mensos saat bertemu dengan para penyandang disabilitas rungu wicara di Sentra Mulya Jaya Kemensos, Jakarta, Kamis (11/1).
"Tidak boleh ada orang tua yg menyembunyikan anak-anaknya yg disable," katanya.
Dikatakan Mensos, anak penyandang disabilitas memerlukan dukungan agar mereka bisa mandiri. Penyandang disabilitas memiliki potensi untuk sukses jika kemampuannya diasah dengan baik dan tepat. Oleh karena itu, Mensos menginstruksikan semua sentra di bawah Kementerian Sosial agar memiliki program rehabilitasi sosial bagi disabilitas yang komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan.
Baca Lainnya :
- Kemenag Buka Rekrutmen 500 Dai untuk Wilayah 3T, Ini Kriterianya
- Presiden Jokowi Paparkan Potensi Investasi IKN kepada Pengusaha Brunei
- Memahami Hukum Waris Islam
- Bupati Herman Suherman: McDonald\'s Peduli Para Anak Yatim di Cianjur
- Bey Machmudin Pantau Penertiban Keramba Jaring Apung di Kawasan Waduk Cirata
"Saya minta kepada kepala sentra, ini wajib hukumnya. Kita membantu orang yang memang mampu kok," ujarnya.
Mampu yang dimaksud Mensos adalah fakta bahwa banyak penyandang disabilitas yang dapat mengaktualisasikan dirinya dan mampu bersaing di dunia kerja. Mensos meminta agar sentra memiliki kurikulum pelatihan vokasional yang sesuai dengan permintaan pasar sehingga setelah kembali ke masyarakat bisa bekerja.
Mensos menekankan bahwa tidak ada lembaga negara yang menangani penyandang disabilitas selain Kemensos. Maka kinerja Kemensos di bidang rehabilitasi sosial penyandang disabilitas menjadi sesuatu yang krusial.
Salah satu sentra Kemensos yang berhasil menerapkan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas adalah Sentra Mulya Jaya di Pasar Rebo Jakarta Timur. Banyak di antara penerima manfaat yang sudah disalurkan ke dunia kerja. Salah satunya adalah Hany (30), penyandang disabilitas rungu wicara asal Depok. Hany menerima pelatihan tata boga dari Sentra Mulya Jaya. Saat ini Hany bekerja di salah satu restoran fast food terkenal di Indonesia.
Penerima manfaat lainnya adalah Ronald (37). Sama dengan Hany, Ronald juga penyandang disabilitas rungu wicara. Sejak graduasi dari Sentra Mulya Jaya, Ronald bekerja di sebuah perusahaan industri dan mampu meraih kemandirian finansial dimana saat ini ia sudah memiliki rumah, mobil, dan motor. (Tim).











