- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Upaya Atasi Beras Mahal, Diskuperindagin Cianjur Gelar Pasar Murah

Keterangan Gambar : Diskuperindagin menggelar pasar murah di berbagai lokasi di Cianjur.
Pinusnews.id - Salah satu upaya untuk menahan laju kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi Pemkab Cianjur, Diskuperindagin gencar menggelar gerakan pasar murah di berbagai bagai lokasi.
Pasalnya sejauh ini upaya itu cukup efektif menahan laju harga, terutama komoditas beras, yang sampai sekarang kondisinya masih tinggi.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskuperdagin) Kabupaten Cianjur Komarudin mengatakan, kegiatan gerakan pangan murah merupakan salah satu upaya menstabilkan harga dan pasokan kebutuhan masyarakat. Terutama harga komoditas beras yang trennya cenderung naik sejak memasuki kemarau.
Baca Lainnya :
- Cuaca Ekstrem: Pahami Bagaimana Upaya Mitigasinya
- Menkes Dorong Upaya Promotif Preventif untuk Menyehatkan Masyarakat
- Oknum ASN Pemkab Cianjur yang di OTT Terancam 4 Tahun Penjara
- Rakor Kepala Daerah, Bey Machmudin Apresiasi Kerja Kolekif Bupati dan Wali Kota
- Tahap I Ditutup, 200.601 Jemaah Lunasi Biaya Haji 1445 H/2024 M
"Harga beras sekarang ini masih belum turun, ada dikisaran Rp16 ribu untuk jenis premium dan Rp15 ribu untuk jenis medium. Harga beras masih stagnan. Belum ada perubahan. Mungkin ini dampak dilakukannya pasar murah," kata Komarudin, Minggu (25/2/2024).
Komarudin menyebutkan, selain gencar ada pasar murah, juga ada penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah kepada keluarga penerima manfaat. Dampaknya, permintaan kebutuhan beras menjadi berkurang, sehingga efeknya bisa menahan laju harga.
"Karena permintaan turun, maka harga pun tidak kembali naik. Memang harga belum berangsur normal, tapi setidaknya sekarang tidak cenderung naik," beber Komarudin. (tim).











