- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
Tahun 2024 Terus Ditekan, Puskesmas Cidaun Fokus Penurunan Angka Stunting

Keterangan Gambar : Keberadaan Puskesmas di Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Diketahui hingga akhir Agustus 2023 tren angka prevalensi stunting di Cidaun Cianjur berada pada angka 43 persen dengan harapan diakhir tahun 2024 dapat terus ditekan.
Hal itu dikatakan Kepala Puskesmas DTP Cidaun H. Eman Sulaeman, kepada awak media di Puskesmas DPT Cidaun, Kamis (29/2/2024).
Eman mengatakan, upaya percepatan penurunan stunting dilakukan dengan intervensi sensitif dan spesifik dengan melibatkan lintas sektor serta kolaborasi.
Baca Lainnya :
- Penurunan Prevalensi Stunting Jabar Melebihi Nasional pada 2021-2022
- Beri Penghargaan Upakarti, Wujud Nyata Kemenperin Serius Tumbuhkan IKM
- Bulog Cianjur Jamin Ketersediaan Stok Beras Selama Ramadhan
- Pj. Sekda Kagum dengan Inovasi Pelajar di Jabar Mulai dari solar panel sampai penguat sinyal
- Kemensos Terima Kunjungan Kerja Lapangan Mahasiswa UIN Salatiga
"Kami fokus pada pencegahan, menyasar langsung penyebab terjadinya stunting yang didominasi sektor kesehatan melalui upaya preventif dimulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil juga ibu menyusui agar gizinya terpenuhi,” kata Eman.
Dalam pencegahan yang dilakukan pihaknya lanjut dia, memberikan tablet Laju Endap Darah (LED) setiap hari Jumat kepada remaja putri melalui sekolah. Dengan harapan upaya deteksi dini lebih luas sehingga bisa dilakukan penanganan dan pencegahan yang tepat.
"Pencegahan stunting berkaitan dengan seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau 1.000 HPK, yang merupakan masa awal kehidupan saat terbentuk janin dalam kandungan selama 270 hari, hingga dua tahun pertama kehidupan selama 730 hari," ujarnya.
Pihaknya berharap, upaya percepatan penurunan stunting benar-benar bisa berdampak untuk menghasilkan anak-anak yang sehat, dengan didukung kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga. (dens-tim).











