- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
Tahun 2024 Terus Ditekan, Puskesmas Cidaun Fokus Penurunan Angka Stunting

Keterangan Gambar : Keberadaan Puskesmas di Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Diketahui hingga akhir Agustus 2023 tren angka prevalensi stunting di Cidaun Cianjur berada pada angka 43 persen dengan harapan diakhir tahun 2024 dapat terus ditekan.
Hal itu dikatakan Kepala Puskesmas DTP Cidaun H. Eman Sulaeman, kepada awak media di Puskesmas DPT Cidaun, Kamis (29/2/2024).
Eman mengatakan, upaya percepatan penurunan stunting dilakukan dengan intervensi sensitif dan spesifik dengan melibatkan lintas sektor serta kolaborasi.
Baca Lainnya :
- Penurunan Prevalensi Stunting Jabar Melebihi Nasional pada 2021-2022
- Beri Penghargaan Upakarti, Wujud Nyata Kemenperin Serius Tumbuhkan IKM
- Bulog Cianjur Jamin Ketersediaan Stok Beras Selama Ramadhan
- Pj. Sekda Kagum dengan Inovasi Pelajar di Jabar Mulai dari solar panel sampai penguat sinyal
- Kemensos Terima Kunjungan Kerja Lapangan Mahasiswa UIN Salatiga
"Kami fokus pada pencegahan, menyasar langsung penyebab terjadinya stunting yang didominasi sektor kesehatan melalui upaya preventif dimulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil juga ibu menyusui agar gizinya terpenuhi,” kata Eman.
Dalam pencegahan yang dilakukan pihaknya lanjut dia, memberikan tablet Laju Endap Darah (LED) setiap hari Jumat kepada remaja putri melalui sekolah. Dengan harapan upaya deteksi dini lebih luas sehingga bisa dilakukan penanganan dan pencegahan yang tepat.
"Pencegahan stunting berkaitan dengan seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau 1.000 HPK, yang merupakan masa awal kehidupan saat terbentuk janin dalam kandungan selama 270 hari, hingga dua tahun pertama kehidupan selama 730 hari," ujarnya.
Pihaknya berharap, upaya percepatan penurunan stunting benar-benar bisa berdampak untuk menghasilkan anak-anak yang sehat, dengan didukung kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga. (dens-tim).











