- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
- 1.546 Rumah Layak Huni, Harapan Baru Warga Cianjur
- Rekrutmen Planet Ban di Cianjur Dijadwalkan Ulang, Simak Jadwal Terbarunya
- Pelayanan Dekat, Aspirasi Terdengar: Bupati Cianjur Hadir di Rembug Warga Desa Cidadap
- Disnakertrans Cianjur Buka 14 Pelatihan Gratis untuk Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
- BAZNAS Bangun Rumah Layak Huni untuk Lim dan Solihin, Tempat Pulang yang Lebih Nyaman
- Hiring Day Cianjur Buka Peluang Kerja, Disnakertrans Perkuat Penempatan Pencari Kerja
- Ketua PSI Cianjur Minta Membaca Putusan MK dengan Utuh, Menjaga Politik Tetap Jernih
- DTPHP Cianjur Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi, Serapan NPK Tembus 61 Persen
Perangkat Desa Sukaluyu Undur Diri Secara Massal, Menyusul RT-RW Juga Ikut Mundur, Ada Apa?

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Permasalahan Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, rupanya belum usai, setelah sebelumnya lima Perangkat Desa mengundurkan diri secara massal, kini puluhan Ketua RT dan Ketua RW ramai-ramai menyatakan akan menyusul mengundurkan dari jabatannya alias hengkang dari pekerjaannya di Desa Sukaluyu tersebut.
Hal itu didasari atas kekecewaan atas permasalahan sertifikat tanah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang melibatkan Kepala Desa Sukaluyu Uher Sukerman.
Salah satu Ketua RT yang minta namanya disamarkan menyebutkan, ada 24 Ketua RT dan 6 Ketua RW dari empat kedusunan yang telah menyatakan mundur.
Baca Lainnya :
- 50 Anggota DPRD Cianjur Periode 2024-2029 Hingga Kini Belum Dilantik, Ternyata Ini Penyebabnya
- Tim Supervisi KKN STAI Al Azhary Lakukan Pengawasan pada 3 Posko KKN di Kecamatan Cibeber.
- Sekjen Partai Gerindra Serahkan Surat Rekomendasi Kepada Deden Nasihin dan Neneng Efa Fatimah
- Kadis Dinkes Cianjur: Awal Agustus 2024 Penyebaran Nyamuk Deman Berdarah Turun Drastis
- Pembangunan Zona Integritas Dioptimalkan Beri Efek terhadap Kesejahteraan Masyarakat
"Sekitar 85 persen dari jumlah total Ketua RT dan Ketua RW yang mengundurkan diri, jadi yang aktif tinggal 2 Ketua RW dan 11 Ketua RT," kata dia
Ia pun menyebutkan, alasan dari pengunduran diri secara masal karena keluhan masyarakat atas dugaan penimbunan.
"Karena bentuk kekecewaan kami dan masyarakat terhadap dugaan penimbunan sertifikat PTSL, itu kan hak rakyat," paparnya.
Tak cukup sampai disitu, kekesalan Ketua RT dan Ketua RW memuncak karena adanya dugaan pungli. Dimana masyarakat dipatok nominal untuk pengambilan sertifikat tersebut.
"Kemudian kami kecewa atas dasar laporan warga ada penebusan untuk pengambilan sertifikat PTSL sebesar Rp100 ribu," ujarnya.
Sementara itu, awak media mencoba mengkonfirmasi perihal informasi tersebut kepada Kades Sukaluyu, namun pesan singkat tak dibalas dan telepon tidak dijawab. (dens)











