- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
Lintasi Jembatan Bambu, Anak Tuna Rungu Terseret Derasnya Sungai Cisungareun

Keterangan Gambar : Sungai Cisungareun di Babakankaret, Cianjur
pinusnews.id Cianjur -Bocah tuna rungu R (9) asal kampung Bojong Raong RT 003 RW 007, Desa Babakankaret, Kecamatan Cianjur terjatuh dari sebuah jembatan gantung bambu, sehingga terseret arus sungai Cisungareun/Cibalagung di Kampung Tegal Laja Handap, Desa Babakankaret, Jum'at, (07/10/2022) sekitar Pukul 17.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi usai R nekat melintasi jembatan gantung bambu itu.
Baca Lainnya :
- Apa Arti Kata Solehot Viral di Tik Tok, Simak Saja
- Babinsa Sartono dan Warga Bersihkan Tanah Longsor
- Lingkungan Sehat Tanpa Sampah
- Sudah Proses Hukum, Kasus Tanah Eks HGU Sukaresmi Gagal Dibahas
- Babinsa Selagedang Pantau Bencana Tanah Longsor di Cibeber
Camat Cianjur Tom Dani Gardiat mengatakan, kejadian berawal saat R berlari menuju jembatan gantung bambu itu.
Aksi R kemudian diketahui sang nenek sehingga mengejarnya. Namun naas R malah terjatuh dan terseret derasnya aliran sungai Cisungareun.
"Korban berlari dari rumahnya sekitar 400 meter dikejar oleh neneknya, sesampainya di Jembatan Bambu di Kampung Tegal Laja, korban terbawa arus sungai sangat deras yang airnya tengah meluap," katanya, Sabtu, (08/10/2022).
Tom menyebutkan, R diketahui bocah yang hanya diurus oleh sang nenek karena kedua orangtuanya telah bercerai.
"Korban ini tinggal dengan neneknya, karena kedua orang tuanyanya sudah berpisah," ujarnya kepada awak media.
Proses pencarian R terus dilakukan dan hingga kini belum membuahkan hasil, tapi akan terus dilakukan pencarian sampai R ditemukan.
"Sementara belum ditemukan, tim akan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai Cisungareun," pungkasnya. (tim)











