- Gunakan Dana Pribadi, Gubernur KDM Gelar Sayembara Tangkap Penjahat Jalanan di Jabar
- DPMPTSP Cianjur: Investasi Tembus Rp1,33 Triliun pada Semester Pertama 2026
- Bupati Wahyu Resmikan Peluncuran AMDK Perumdam Tirta Mukti Cianjur
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur, Sukses Penerimaan Siswa Baru Sekolah Nasional Terintegrasi
- SEATRC 2026 di Cianjur: Lari Lintas Alam Bawa Atlet Asia Tenggara Dorong Pariwisata Lokal
- Epa Fatihah Dinobatkan Sebagai Menteri Kehebohan Wisata Keluarga Bani Asyari
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Sinergi dengan Kejari untuk Pengelolaan Hutan yang Akuntabel dan Berke
- BPBD Cianjur Percepat Distribusi Air Bersih: Respons Hadapi Kekeringan Musim Kemarau
- Bupati Cianjur: Art Space The Unreal Playroom, Kreativitas dan Ekonomi Kreatif Lokal
- Bagian Umum dan Keuangan Sekda Cianjur Gelar Rekonsiliasi Semester 2026
Gunakan Dana Pribadi, Gubernur KDM Gelar Sayembara Tangkap Penjahat Jalanan di Jabar

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa sayembara berhadiah bagi warga yang berhasil melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan murni menggunakan dana dari kantong pribadinya. Langkah inovatif ini digagas untuk merangsang partisipasi aktif masyarakat dalam menekan kasus kriminalitas di ruang publik.
Hal itu disampaikan KDM -sapaan akrab Dedi Mulyadi seusai menghadiri agenda Apel Siaga Pilah Sampah di Sport Center Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026).
KDM menjelaskan, pemberian apresiasi ini disesuaikan dengan pendekatan kultur masyarakat yang kerap termotivasi oleh sebuah penghargaan.
Baca Lainnya :
- KPU Tetapkan Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Cianjur
- Tega-Teganya Ada Orang Membuang Bayi Perempuan
- Operasi Yustisi, Penyemprotan Desinfektan dan Pembagian Masker
- Dana Milyaran Jangan Semena-Mena Digunakan Kepala Desa
- Plt. Bupati Cianjur : Camat Harus Sediakan Tempat Isolasi Mandiri
“Tradisi masyarakat kita adalah tradisi apresiasi. Seperti di sekolah, siswa akan lebih rajin belajar jika ada pemeringkatan atau apresiasi. Begitu juga di lingkungan masyarakat, motivasi ini masih sangat dibutuhkan untuk menggerakkan kepedulian bersama,” ujar KDM.
Lebih lanjut, KDM memaparkan bahwa sayembara ini memiliki tujuan ganda: menekan angka kejahatan sekaligus mencegah kebiasaan main hakim sendiri atau tindakan persekusi oleh massa.
“Logikanya sederhana, daripada pelaku kejahatan dihakimi massa hingga kehilangan nyawa, lebih baik diserahkan kepada pihak berwajib. Kalau ada sayembara dari saya, masyarakat cukup menyerahkannya tanpa harus dihakimi, dan mereka bisa mendapatkan apresiasi. Secara psikologis, ini akan memengaruhi perilaku masyarakat,” imbuhnya.
Gubernur KDM menyiapkan hadiah yang bervariasi mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku pencurian, pencopetan, maupun pembegalan. Namun, ia memberikan syarat tegas agar hadiah tersebut bisa diklaim.
“Pelaku kejahatan harus diserahkan kepada aparat penegak hukum dan tidak boleh dalam keadaan babak belur. Kalau lecet sedikit karena proses penangkapan mungkin masih wajar. Selain itu, hadiah baru akan diberikan setelah pelaku memenuhi kualifikasi hukum dan resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian,” papar KDM.
Ia juga menambahkan bahwa sejak wacana sayembara ini digulirkan, sinergi pengamanan di wilayah Jawa Barat semakin terasa. Pemda Provinsi Jabar terus berkoordinasi intensif dengan kepolisian, dan patroli keamanan di titik-titik rawan kini semakin masif dilakukan.
Apresiasi dari Kapolda Jawa Barat
Gagasan sayembara tangkap pelaku kejahatan ini mendapat respons positif dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. Kapolda Jabar, Irjen Pol. Pipit Rismanto, menilai langkah Gubernur KDM sebagai dorongan motivasi yang baik untuk memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
“Kami menyambut baik inisiatif Bapak Gubernur yang memiliki keinginan kuat untuk memberikan motivasi kepada seluruh warga agar berpartisipasi menjaga Kamtibmas di lingkungannya masing-masing,” kata Pipit.
Namun, Pipit menegaskan bahwa sayembara ini hanya berlaku untuk warga sipil. Bagi jajaran aparat kepolisian, menindak tegas pelaku begal dan kejahatan jalanan adalah sebuah kewajiban mutlak.
“Untuk kepolisian tidak ada sayembara, karena memberantas kejahatan dan melakukan penegakan hukum sudah menjadi tanggung jawab serta tugas pokok kami,” tegas Kapolda.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak bertindak main hakim sendiri. Kendati demikian, masyarakat memiliki hak penuh untuk melakukan pembelaan diri apabila pelaku kejahatan memberikan perlawanan yang mengancam keselamatan.
Sebagai bentuk jaminan keamanan ekstra dari negara, Polda Jabar juga membuka layanan pengawalan bagi warga yang terpaksa beraktivitas hingga larut malam.
“Apabila ada warga yang ingin pulang namun sudah terlalu malam dan merasa ketakutan, tolong laporkan dan berikan informasi kepada kepolisian terdekat. Saya telah memerintahkan seluruh jajaran di mana pun berada agar cepat merespons dan memberikan pengamanan,” pungkas. (tim dens).










