- Epa Fatihah Dinobatkan Sebagai Menteri Kehebohan Wisata Keluarga Bani Asyari
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Sinergi dengan Kejari untuk Pengelolaan Hutan yang Akuntabel dan Berke
- BPBD Cianjur Percepat Distribusi Air Bersih: Respons Hadapi Kekeringan Musim Kemarau
- Bupati Cianjur: Art Space The Unreal Playroom, Kreativitas dan Ekonomi Kreatif Lokal
- Bagian Umum dan Keuangan Sekda Cianjur Gelar Rekonsiliasi Semester 2026
- Ramaikan Hari Anak Nasional, Dinas Pangan Cianjur Hadirkan Pangan Murah untuk Warga
- Kasus Pencemaran Nama Baik PWI Cianjur Terus Bergulir, Perkuat Dugaan Pihak Terlapor
- Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jadikan Keluarga Sekolah Utama pada Peringatan HAN ke-42
- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
Epa Fatihah Dinobatkan Sebagai Menteri Kehebohan Wisata Keluarga Bani Asyari

Keterangan Gambar : Epa Fatihah
PinusNews.com Yogyakarta – Jika ada penghargaan untuk anggota keluarga yang paling sukses mencairkan suasana saat liburan, maka tahun ini pialanya hampir dipastikan jatuh kepada Epa Fatihah, si bontot Keluarga Bani Asyari.
Sejak rombongan memulai wisata keluarga di Yogyakarta, Epa seolah memiliki misi khusus: memastikan tidak ada satu pun anggota keluarga yang pulang tanpa tertawa.
Dengan senyum khasnya, kacamata hitam bak artis yang sedang menghindari wartawan, topi biru yang membuatnya semakin percaya diri, serta secangkir kopi di tangan, Epa sukses menjadi pusat perhatian. Beberapa anggota keluarga bahkan berseloroh, "Kayaknya kopi itu bukan isinya kopi, tapi bensin. Habis diminum langsung aktif terus."
Baca Lainnya :
Menurut "pengamatan tidak resmi" keluarga, setiap kali suasana mulai sepi, Epa selalu punya cara menghidupkannya kembali. Entah dengan komentar spontan, tawa yang menular, atau gaya berfotonya yang selalu berhasil membuat semua orang ikut tersenyum.
Seorang anggota keluarga bahkan berkomentar, "Kalau Epa diam lima menit saja, kami mulai curiga. Jangan-jangan lagi merencanakan kejutan berikutnya."
Meski menjadi sumber kehebohan, kehadiran Epa justru menjadi perekat suasana. Tawa yang tercipta bukan sekadar hiburan, melainkan menghangatkan kembali hubungan persaudaraan setelah seluruh keluarga berkumpul untuk merawat silaturahmi yang diwariskan oleh Ayah dan Emak.
Di akhir perjalanan, keluarga Bani Asyari pun sepakat memberikan penghargaan imajiner kepada Epa Fatihah sebagai:
"Duta Keceriaan dan Menteri Kehebohan Wisata Keluarga Bani Asyari 2026."
Adapun hadiah yang diterima masih dalam tahap pembahasan. Namun, panitia keluarga mengisyaratkan hadiah tersebut kemungkinan berupa... tambahan satu gelas kopi, dengan catatan diminum setelah acara selesai agar tingkat kehebohan tetap dalam batas aman.
"Karena dalam setiap keluarga, selalu ada satu orang yang membuat perjalanan menjadi lebih hidup. Dan di keluarga Bani Asyari, orang itu tampaknya bernama Epa Fatihah. (IF)










