- Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Air Bersih Bagi Masyarakat
- Ruhli Solehudin: Revitalisasi Pendidikan Cianjur, Transparansi dan Komitmen Masa Depan Cerah Siswa
- Panggilan Ketua Masjid Agung Cianjur: Jaga Persatuan Umat dari Ancaman Provokasi
- Hadiri Peringatan Hari Buruh, Presiden Prabowo Tegaskan Keberpihakan Negara pada Pekerja
- Cepi R Fadiana: Perkim Cianjur Dirikan Bangunan Hunian Layak: Rp1,8 Miliar untuk 63 Rumah Baru di 20
- Eri Rihandiar: Antisipasi Kemarau Panjang, Dinas PUTR Cianjur Benahi Irigasi dan Pola Tanam Adaptif
- Sinergi Pendidikan: STAI Al-Ittihad dan Pemerintah Cianjur Bangun Kolaborasi Strategis
- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
Deteksi Dini Kunci Selamatkan Penderita Kanker

Keterangan Gambar : Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri pameran seni untuk memperingati Hari Kanker Sedunia, di Tangerang.
Pinusnews.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kanker memiliki peluang kesembuhan yang sangat tinggi. Persentase kesembuhan kanker mencapai 90 persen apabila diketahui sejak stadium awal.
Hal ini disampaikan Menkes saat menghadiri pameran seni untuk memperingati Hari Kanker Sedunia yang digelar di Tangerang, Banten, Minggu, 4 Februari 2024.
“Satu yang paling penting, harus deteksi dini. Kalau ketahuannya cepat, 90 persen bisa sembuh. Kalau ketahuannya terlambat 90 persen wafat,” kata Menkes Budi.
Baca Lainnya :
- Fasilitas Rusak, Kini Dinas Perkim yang Mengelola Alun-Alun Cianjur
- Lewat Kejuaraan Tenis Meja, Menkominfo: Galang Kebersamaan untuk Pemilu Damai 2024
- Perdalam Rancangan Teknokratik Renstra, Kemensos Himpun Masukan Lintas Sektor
- Skrining Kanker Serviks Modal Utama Tanggulangi Kematian Perempuan
- Pembangunan Seribu Kilometer Jalan Beton di Cianjur Tuntas Tahun 2025
Namun, kesadaran masyarakat untuk melakukan kegiatan deteksi dini masih rendah. Rendahnya tingkat deteksi dini terjadi karena masyarakat takut terhadap diagnosa maupun penanganan kanker.
Akibatnya, mayoritas pasien kanker yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan sudah dalam stadium lanjut sehingga angka harapan hidupnya kian menurun.
“Untuk breast cancer, masih banyak wanita yang belum menerima kenyataan kalau terkena kanker payudara. Jadi, mereka tidak mau deteksi dini, padahal kalau ketahuannya telat bisa meninggal. Kita sekitar 70 persen ketahuannya telat,” ungkap Menkes.
Menkes melanjutkan, pemerintah terus menggencarkan upaya mendorong kegiatan deteksi dini segala jenis kanker.
Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah melengkapi puskesmas dan rumah sakit dengan peralatan kesehatan yang canggih dan modern. Misalnya, untuk penanganan kanker payudara, sejak 2022 pemerintah telah melengkapi 10 ribu puskesmas dengan alat USG.
Selanjutnya, pemerintah juga berupaya mengeliminasi kanker serviks dengan menyediakan imunisasi HPV dan HPV DNA Test. Kemudian, penanganan kanker paru dengan memasang CT-Scan di 514 rumah sakit di 514 kabupaten/kota.
Sementara itu, pada kanker usus besar yang merupakan kanker penyebab kematian nomor 2 pada laki-laki, pemerintah akan memberikan alat kolonoskopi di 514 rumah sakit di 514 kabupaten/kota.
Menkes berharap pemenuhan peralatan kesehatan tersebut dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kegiatan deteksi dini sekaligus penanganan kanker dengan tepat dan cepat.
Dengan demikian, deteksi dini ini dapat meningkatkan angka harapan hidup penderita penyakit yang sangat mematikan ini.
“Ayo, deteksi dini, jangan lihat kanker itu sebagai sesuatu yang menakutkan, tapi lihat kanker sebagai suatu yang memberikan harapan, optimisme, dan pasti bisa disembuhkan, asal kita mau deteksi dini,” tutup Menkes. (tim).











