- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Perdalam Rancangan Teknokratik Renstra, Kemensos Himpun Masukan Lintas Sektor

Keterangan Gambar : Kegiatan pendalaman dan pembahasan masukan internal maupun lintas sektoral terkait rancangan teknokratik Renstra Kemensos 2025-2029.
Pinusnews.id - Biro Perencanaan Kementerian Sosial mengadakan kegiatan pendalaman dan pembahasan masukan internal maupun lintas sektor dari kementerian/lembaga (K/L) terkait terhadap rancangan teknokratik Renstra Kemensos 2025-2029, pada 29 Januari-1 Februari 2024 di Ruang Rapat Gedung Cawang Kencana.
Pendalaman dan pembahasan Draft Rancangan Teknokratik Renstra Kemensos 2025-2029 terbagi menjadi dua sesi. Sesi awal 29 – 30 Januari adalah pembahasan internal yang melibatkan satuan kerja di lingkungan Kementerian Sosial. Sesi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mandat dan penugasan masing-masing unit kerja, memetakan isu dan permasalahan serta mengidentifikasi potensi dan kebutuhan modal sosial dari program dan kegiatan selama tahun 2025 – 2029.
Sesi kedua yang dilaksanakan pada 31 Januari 2024 dilakukan diskusi komprehensif dengan para akademisi. Sedangkan pertemuan yang dilakukan pada 1 Februari 2024 diskusi untuk menghimpun masukan dan tanggapan lintas sektor Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah yang juga melibatkan aspirasi publik.
Baca Lainnya :
- Skrining Kanker Serviks Modal Utama Tanggulangi Kematian Perempuan
- Pembangunan Seribu Kilometer Jalan Beton di Cianjur Tuntas Tahun 2025
- Bupati Cianjur: Hibah-Bansos Harus Menunjang IPM dan Penuntasan Stunting
- Perbaiki Kesehatan di Indonesia, Kemenkes Kerja Sama dengan KADIN Indonesia
- Berkat PENA, KPM Makin Berdaya
Dalam sesi ini, dihimpun hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan di sektor yang sesuai dengan tugas dan kewenangan Kemensos. Diskusi juga mengumpulkan informasi pembagian tugas dalam pencapaian sasaran pembangunan nasional sesuai dengan rancangan teknokratik renstra K/L di sektornya.
“Rencana strategis yang disusun oleh Kemensos harapannya kerja yang dilakukan bukan kerja yang biasa-biasa saja, namun banyak inovasi yang bisa diukur dan punya target. Hal ini tentunya untuk mendukung Indonesia Emas 2045,” kata Plt. Sekretaris Jenderal Robben Rico. Robben dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa perubahan perencanaan pembangunan yang disusun Kemensos harus bergerak dari reformasi ke transformasi.
Proses teknokratik dalam penyusunan renstra Kementerian/Lembaga merupakan proses perencanaan yang dilakukan dengan menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah untuk menganalisis kondisi obyektif dengan mempertimbangkan beberapa skenario pembangunan selama periode rencana berikutnya. Penyusunan rancangan teknokratik renstra K/L dilakukan dengan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan di sektor yang sesuai dengan tugas dan kewenangannya serta aspirasi masyarakat.
Kementerian Sosial merupakan salah satu Kementerian yang berkontribusi dalam mewujudkan misi agenda pembangunan. Isu strategis Kementerian Sosial diantaranya yakni kemiskinan dan pemberdayaan, lansia, perubahan iklim, lingkungan inklusif, dan pembangunan berkelanjutan.
Narasumber terdiri dari pejabat Kementerian PPN/Bappenas, Ignatia Martha (Universitas Pembangunan Veteran Surabaya), dan akademisi seperti Bambang Shergy Laksmono (Universitas Indonesia), Muhammad Zilal Hamzah (Universitas Trisakti), Suharma (Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung). Kementerian/Lembaga termasuk diantaranya Kemenko PMK, Kemenkes, Kemendikbud, Kemendagri, Kemenaker dan BNPB, juga aktif berpartisipasi, bersama dengan dinas sosial dari beberapa daerah di Indonesia. (tim).











