- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
SLB Bukan Sekolah Gajah
Oleh: Torik Imanurdin, M.Pd.

Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.
Ketua Yayasan PPLB Bina Asih Cianjur
Pinusnews.id - Sering kali, Sekolah Luar Biasa (SLB) dipandang sebelah mata—seolah hanya pelengkap dalam sistem pendidikan nasional. Padahal, SLB bukan sekadar “sekolah besar” yang berjalan tanpa arah. SLB bukan sekolah gajah. Ia tidak cukup hanya besar secara fisik atau jumlah siswa, tapi justru harus kuat dalam fondasi, sistem, dan arah pendidikannya.
Mendidik anak-anak berkebutuhan khusus tidak bisa dilakukan secara instan atau ala kadarnya. Dibutuhkan perencanaan yang terukur dan sistematis, mulai dari penyusunan kurikulum yang adaptif hingga pendekatan pembelajaran yang humanis dan personal. SLB bukan tempat “menitipkan” guru, melainkan ladang pengabdian bagi pendidik-pendidik yang terlatih, teruji, dan memiliki latar belakang keilmuan yang relevan.
Baca Lainnya :
- Paslon Toha-Ade (Hade) : Selamat, Hasil Quick Count Versi Cyrus Network BHS-M Unggul
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
Tak hanya itu, sarana dan prasarana SLB pun harus memadai dan fungsional, bukan hanya sebagai pajangan. Setiap alat bantu harus benar-benar menunjang kebutuhan terapi, komunikasi, dan interaksi belajar siswa. Ruang kelas harus inklusif, aman, dan nyaman secara sensorik maupun emosional.
Yang tak kalah penting adalah kualitas SDM. SLB tidak membutuhkan guru biasa, tapi guru luar biasa—yang memiliki kompetensi linear dengan pendidikan khusus, punya kepekaan sosial yang tinggi, dan siap menghadapi kompleksitas tantangan di dalam kelas.
Tanpa semua itu, SLB hanya akan menjadi sekolah besar yang hampa arah. Sekali lagi: SLB bukan sekolah gajah. Ia harus ditata dengan visi yang kuat, sistem yang jelas, dan tenaga profesional yang benar-benar siap mendampingi anak-anak luar biasa menuju masa depan mereka.











