- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- Pemkab Cianjur Bagikan 100 Sertifikat dan 65 Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Agrabinta
- Wagub Erwan Serukan Masyarakat Jabar Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
- Dinas Pendidikan Cianjur Atasi 2.079 Calon Siswa Belum Tembus SPMB: Solusi dan Arahan untuk Orang Tu
Salah Satu Penyebab Buruknya Nilai IPM di Cianjur, Sekolah Rusak Masih Dipakai Belajar

Keterangan Gambar : SD Parungponteng di Sukaresmi, Cianjur, tampak salah satu ruang belajarnya rusak, tidak memenuhi standar sebagai tempat belajar karena membahayakan keselamatan para muridnya.
Pinusnews.id - Satu unit dari tiga lokal ruang belajar (rumbel) di SD Parungponteng yang berada di wilayah Desa Rawabeulut Kecamatan Sukaresmi, kondisinya rusak parah.
"Para orang tua murid khawatir ketika anaknya belajar tertimpa kejatuhan benda material bangunan yang sudah rapuh. Oleh karenanya mereka meminta kepada pemerintah untuk segera memperbaiki kondisi ruangan belajar SD Parungponteng," ucap Ketua Komite SD Parungponteng Dede Abidin kepada awak media, Selasa (23/4/2024).
Kata Dede, untuk menjaga keselamatan anak didik dari hal-hal yang tidak diinginkan maka satu ruangan kelas yang kondisinya rusak parah diminta untuk dikosongkan karena kondisinya sudah tidak layak untuk KBM.
Baca Lainnya :
- Matangkan Persiapan, Sekda Dedy Supriyadi Tinjau Venue MTQ ke-38 Tingkat Jawa Barat
- Jelang Pilkada Cianjur 2024, H Ibang Daftar Cakada Ke PKB
- Pengukuhan Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Cianjur 2024-2027
- Bey Machmudin Kawal Pengiriman 16 Ton RDF Terbuat dari Sampah ke Pabrik Semen
- Soal Keracunan Massal, dr Frida Laila Yahya: 1 Orang Meninggal Dunia Karena Terlambat Penanganan Med
"Disaat murid melaksanakan KBM tiba-tiba serpihan plafon jatuh menimpa anak didik, sehingga ketidaknyamanan untuk belajar," katanya
Terpisah, Kepala SD Parungponteng Dadang Suganda menambahkan, kerusakan rumbel di gedung SD Parungponteng diperkirakan kondisi material bangunan telah rapuh.
Juga sempat dihantam angin kencang, genteng atap bangunan banyak yang rontok dan jatuh ke amparan plafon.
Selain itu, saat musim penghujan atapnya pada bocor, disisi lain terdapat keretakan pada tembok dinding dan perubahan kusen jendela hingga mengakibatkan kaca jendela pecah.
"Jadi dalam satu unit, dua lokal masih digunakan KBM masing-masing oleh kelas 3 yang jumlahnya 27 murid dan kelas 4 yang berjumlah 36 murid, sedangkan satu rumbel dikosongkan dikarenakan rusak parah," kata Dadang.
Menurut Dadang, semenjak menjabat kepala SD Parungponteng, pihaknya telah melayangkan proposal kepada pemerintah terkait pengajuan perbaikan fisik gedung sekolah.
"Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan dilakukan rehabilitasi, baru sebatas pengontrolan dari dinas PUTR dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga raga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur," jelasnya.
Sementara seorang aktivis di Cianjur menegaskan, buruknya nilai Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Cianjur, adalah banyak tempat belajar atau sekolah tidak memenuhi standar.
"Tempat belajar murid itu harus nyaman, aman, dan terkendali lingkungannya secara baik, agar siswa tenang dalam menyerap ilmunya di sekolah," tegasnya. (dens).











