- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
- Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
- Dinas Perkim Cianjur Laksanakan Pengecatan Tugu Beras dan Pembersihan Jalan jadi Prioritas
- Dinas PUTR Cianjur Siaga Musim Kemarau: Pompa, Sumur Bor, dan Manajemen Air untuk Petani
- KDM Ajak Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai pada Anak Demi untuk Kesehatan
- BPBD Cianjur Gerak Cepat Hadapi Kekeringan: Distribusi Air Bersih dan Rencana Sumur Bor
- Disdikpora Cianjur Atasi Kekurangan Meja-Kursi, Dorong Sekolah dan Komunitas Berkontribusi
Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis

Keterangan Gambar : Direktur Utama (Dirut) Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Syamsul Hadi.
Pinusnews.id - Musim kemarau yang berlangsung lebih lama mulai menunjukkan dampaknya pada pasokan air bersih di Cianjur. Perumdam Tirta Mukti Cianjur melaporkan bahwa debit beberapa sumber air menurun sehingga distribusi ke pelanggan di sejumlah kecamatan ikut terganggu. Kondisi ini bukan sekadar angka karena air yang biasa mengalir untuk kebutuhan rumah tangga kini harus dibagi lebih ketat.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Syamsul Hadi, menjelaskan bahwa penurunan debit terlihat pada sumber air yang memanfaatkan permukaan sungai.
"Ada yang dari mata air alami seperti Cirumput, ini debitnya stabil. Namun ada juga yang dari sumber air pengolahan yang memanfaatkan air permukaan sungai, saat ini debit airnya terus berkurang," kata Syamsul Hadi. Artinya, ketersediaan air bergantung pada jenis sumbernya dan sumber permukaan paling rentan ketika hujan tak kunjung datang.
Baca Lainnya :
- Tega-Teganya Ada Orang Membuang Bayi Perempuan
- Operasi Yustisi, Penyemprotan Desinfektan dan Pembagian Masker
- Dana Milyaran Jangan Semena-Mena Digunakan Kepala Desa
- Plt. Bupati Cianjur : Camat Harus Sediakan Tempat Isolasi Mandiri
- Fakta Baru, Dewan Temukan Orang Kaya di Cianjur Dapat BPNT
Akibat berkurangnya pasokan, beberapa kecamatan mulai merasakan langsung dampaknya. Wilayah yang terdampak antara lain Ciranjang, Sindangbarang, Cilaku, Karangtengah, dan Pacet. Bagi warga di sana, pengurangan distribusi berarti mereka harus menyesuaikan pola penggunaan air sehari-hari, terutama untuk kebutuhan yang selama ini dianggap rutin.
Untuk mengatasi kekurangan sementara, Perumdam Tirta Mukti Cianjur mengerahkan armada mobil tangki sebagai suplai darurat. Namun Syamsul Hadi mengakui upaya itu memiliki keterbatasan.
"Kami hanya memiliki dua unit armada tangki dengan kapasitas 8.000 liter. Dalam sehari, hanya mampu melayani dua kali pengiriman," ujarnya. Dengan kapasitas terbatas, bantuan tangki tidak selalu mampu menjangkau semua rumah yang membutuhkan.
Karena kapasitas penanggulangan terbatas, Perumdam mengimbau warga untuk lebih bijak menggunakan air. Hadi menekankan agar air diprioritaskan untuk kebutuhan pokok seperti memasak, mandi, minum, dan sanitasi.
"Untuk penggunaan air yang tidak mendesak, seperti mencuci kendaraan, mengisi kolam, atau menyiram halaman secara berlebihan, sebaiknya dikurangi," sarannya. Penghematan dari masing-masing rumah tangga dapat membantu memperpanjang ketersediaan bagi seluruh komunitas.
Perumdam Tirta Mukti Cianjur juga meminta masyarakat aktif melapor bila mengalami kesulitan akses air. Selain itu, perusahaan daerah ini bekerja sama dengan TNI-Polri dan PMI untuk meningkatkan suplai pada wilayah yang sangat terdampak.
Syamsul Hadi menambahkan bahwa musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih lama, sehingga upaya penghematan dan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan agar dampak terhadap warga dapat diminimalkan. (dens).










