- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
- Langkah Cepat Disdikpora Cianjur demi Masa Depan Siswa SMP Swasta SCBC Naringgul
- Estafet Kepemimpinan, Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi dan Kebersamaan
- BKAD Cianjur Perkuat Pelayanan Publik melalui Budaya Kerja BerAKHLAK
Orang Tua Desak Bupati Cianjur Segera Perbaiki SDN Parungponteng yang Terancam Ambruk

Keterangan Gambar : Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Parungponteng, Desa Rawabelut, Sukaresmi, Cianjur.
Pinusnews.id - Betul-betul sangat miris melihat kondisi memprihatinkan menimpa SD Negeri Parungponteng di Kedusunan Lebakmuncang, Desa Rawabeulut, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Tiga ruang kelas dalam satu bangunan dilaporkan rusak parah dan belum diperbaiki selama lebih dari lima tahun.
Kerusakan ini tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tapi juga mengancam masa depan pendidikan anak-anak di wilayah pelosok, di mana akses fasilitas layak masih menjadi tantangan serius.
Kerusakan gedung sekolah itu memicu keluhan warga dan orang tua murid. Mereka mendesak Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu Ferdian, untuk segera memprioritaskan perbaikan, karena bangunan dinilai membahayakan keselamatan siswa.
Baca Lainnya :
- Kontes Burung Bergengsi di Pendopo Tumaritis Cianjur
- Dishub Cianjur Pasang CCTV di 8 Titik, 24 Jam Pantau Lalu-Lintas
- Geger, di Sebuah Kosan seorang Pria Meninggal, yang Wanita Kritis
- Meski Dananya Minim, Berani Rombak Kantor, Hasilnya..Wow Keren!
- Duh Kasihan, Pohon Tumbang Hancurkan Rumah Milik IdaÂ
Menurut warga, kondisi bangunan sudah sangat parah. Atap bocor, rembesan air hujan merusak langit-langit kelas, plafon bolong dan mengelupas, bahkan sering jatuh saat hujan disertai angin kencang.
“Serpihan plafon sering jatuh, terutama kalau hujan dan angin kencang. Kami sebagai orang tua murid sangat khawatir,” ujar Ujang, salah satu wali murid, Selasa (16/12/2025).Tak hanya itu, kayu kusen jendela sudah keropos dan sebagian tanpa kaca. Untuk mengamankan aset sekolah, pihak sekolah memaku papan kayu sebagai pengaman di setiap ruang kelas.
Kondisi ini membuat orang tua murid cemas, apalagi di tengah cuaca ekstrem belakangan ini. Mereka khawatir material langit-langit runtuh dan menimpa siswa saat belajar.
“Takut tiba-tiba plafon jatuh mengenai anak-anak ketika belajar,” tambah Ujang.Saat hujan deras disertai angin kencang, pihak sekolah memindahkan kegiatan belajar mengajar (KBM) ke ruangan lebih aman. Namun, karena keterbatasan ruang, tiga kelas rusak itu tetap digunakan sehari-hari.
Kepala SD Negeri Parungponteng, Dadang, menjelaskan kerusakan terjadi sejak 2017 akibat hujan deras dan angin kencang. Pihak sekolah telah berulang kali mengajukan perbaikan ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) melalui Koordinator Pendidikan Kecamatan Sukaresmi.
“Pengajuan sudah kami sampaikan sejak lama, tapi hingga kini belum terealisasi,” katanya.
Kasus ini mencerminkan masalah infrastruktur pendidikan di daerah terpencil Cianjur, di mana data Kementerian Pendidikan mencatat ribuan sekolah rusak nasional menunggu anggaran perbaikan pada 2025.
Orang tua murid dan tokoh masyarakat mendesak bupati serta DPRD Cianjur segera alokasikan dana darurat, agar keselamatan siswa terjamin dan pendidikan berkualitas tak terganggu. Tanpa aksi cepat, generasi muda berisiko kehilangan lingkungan belajar yang aman. (tim dens). Slot777











