- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Korban Pergerakan Tanah Masih Ngungsi, Tidak Jelas Kapan Bisa Kembali ke Rumah

Keterangan Gambar : Sebuah rumah milik korban pergeseran tanah di Bojongpicung.
Pinusnews.id - Warga dua Kampung di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, yang kini mengungsi akibat terjadi bencana alam pergerakan tanah belum tahu kapan akan bisa kembali kerumahnya.
Pasalnya masih menunggu hasil kajian BPBD dan Badan Geologi, apakah masih bisa ditempati atau harus pindah direlokasi
Menurut Camat Bojongpicung, Aziz Muslim, pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Sukajadi dan Kampung Pasircinde dipicu curah hujan tinggi sejak Kamis (25/4/2024) malam. Untuk itu perlu dilakukan kajian terhadap kondisi lahan yang sekarang ditempati masyarakat.
Baca Lainnya :
- PDAM Tirta Mukti Cianjur Akan Bangun Danau Seluas 20 Hektar di Gekbrong, untuk Apa?
- Jalan Buntu Upaya Mencopot Sekda Cianjur yang Masih Tetap Bekerja
- Kepala Inspektorat Cianjur Endan Hamdani Hadirkan Para Kepala OPD, Surat Ke Sekda Asli Bukan Palsu
- Soal Surat Para Pimpinan OPD ke Sekda, Bupati Cianjur: Saya Jadi Sakit Pun Memikirkan Pak Sekda
- DPPKB3A Cianjur dan Bupati Herman Suherman Gelar Silaturahmi Korp Bangga Kencana
"Kami menunggu BPBD melalui pihak Badan Geologi untuk mengecek apakah kampung ini masih bisa ditempati atau tidak. Ini tentu perlu dianalisa atau dikaji struktur tanahnya," ungkap Azis kepada awak media, Selasa (30/4/2024).
Azis mengatakan, hasil pendataan di lapangan, pergerakan tanah di dua kampung itu mengakibatkan 61 kepala keluarga terdampak. Di Kampung Sukajadi terdapat 50 kepala keluarga dan di Kampung Pasircinde terdapat 11 kepala keluarga. Total ada 191 jiwa.
"Di Kampung Sukajadi, seluruh warganya sudah dievakuasi ke tempat lebih aman. Mayoritas mereka mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Rumah saudaranya masih berada di Desa Jatisari, hanya beda kampung," jelas Aziz.
Kondisi rumah yang rusak berat sebanyak 3 unit dan rusak ringan 7 unit. Sementara puluhan bangunan rumah warga lainnya dalam kondisi rusak ringan.
"Terdapat juga sebanyak 22 rumah yang kondisinya terancam," katanya.
Aziz mengaku penanganan yang dilakukan pascabencana pergerakan tanah dilakukan secara kolaboratif. Semua pihak ikut terlibat membantu di lokasi.
"Kami, semua dari berbagai unsur, ada Dinas Sosial, BPBD, unsur Forkopimcam dari Polsek, Koramil, maupun kecamatan, serta rekan-rekan Retana, Tagana, PMI, termasuk masyarakat. Kita investarisasi kembali berkaitan dengan pengamanan dan keselamatan, khususnya jiwa. Sekaligus juga membantu membersihkan material atau puing-puing bangunan dari rumah yang ambruk," pungkas Azis. (tim).











