- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Kondisi Geografis Salah Satu Kendala Air Bersih Masuk Ke Pedesaan

Keterangan Gambar : Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Budi Karyawan mengenakan baju hitam, saat berada di sebuah desa dalam giat penyaluran air bersih.
Pinusnews.id - Masyarakat pedesaan di Kabupaten Cianjur masih banyak yang belum bisa menikmati air bersih.
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur baru bisa melayani warga pedesaan sekitar 12,5 persen dari target pemerintah sebesar 60 persen.
Menurut Direktur Utama (Dirut) Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Budi Karyawan mengatakan untuk akses air bersih di wilayah perkotaan pemerintah pusat sudah mengamanatkan targetnya sebesar 80 persen.
Baca Lainnya :
- Bey Machmudin Dorong Perangkat Daerah Lakukan Terobosan dan Inovasi
- Gelaran Bazar di Sindangbarang Perkuat Peningkatan Ekonomi Lokal
- Pemda Diam Saja Meski Sekolah Dasar Negeri Cikaratok di Cianjur Rusak Parah
- Kepala Dinkes Cianjur: Penyebaran DBD Berbanding Lurus dengan Tingkat Kepadatan Penduduk
- Kepala DLH Cianjur Berikan Kado Ulang Tahun Kepada Petugas Kebersihan
"Memang cakupan akses air bersih untuk wilayah pedesaan masih jauh dari target, baru sekitar 12,5 persen saja. Kalau untuk wilayah perkotaan sih akses air minum sudah cukup besar, lebih dari 65 persen atau sekitar 67 persen," ungkap Budi, belum lama ini.
Budi menambahkan, persentase tersebut bisa bertambah jika digabung dengan data program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), yang merupakan bantuan dari Kementerian PUPR.
"Kalau Pamsimas dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Cianjur adanya di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Program Pamsimas itu memang untuk wilayah pedesaan. Jadi kalau digabungkan, cakupan akses air bersih di wilayah pedesaan mungkin sudah memenuhi target pemerintah," tambah Budi.
Budi menjelaskan, beberapa faktor yang jadi kendala kecilnya persentase cakupan air bersih pedesaan karena kondisi geografis. Pasalnya, selain areanya yang luas, wilayah Kabupaten Cianjur juga berbukit dan pegunungan.
"Untuk menjangkau ke masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan sangat sulit, terutama yang tinggal di pelosok pedesaan. Antara rumah satu dengan lainnya itu berjauhan, tidak seperti diperkotaan yang berdempetan. Ditambah geografisnya yang berbukit atau pegunungan sangat sulit dijangkau," pungkas Budi. (dens).











