- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
Kondisi Geografis Salah Satu Kendala Air Bersih Masuk Ke Pedesaan

Keterangan Gambar : Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Budi Karyawan mengenakan baju hitam, saat berada di sebuah desa dalam giat penyaluran air bersih.
Pinusnews.id - Masyarakat pedesaan di Kabupaten Cianjur masih banyak yang belum bisa menikmati air bersih.
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur baru bisa melayani warga pedesaan sekitar 12,5 persen dari target pemerintah sebesar 60 persen.
Menurut Direktur Utama (Dirut) Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Budi Karyawan mengatakan untuk akses air bersih di wilayah perkotaan pemerintah pusat sudah mengamanatkan targetnya sebesar 80 persen.
Baca Lainnya :
- Bey Machmudin Dorong Perangkat Daerah Lakukan Terobosan dan Inovasi
- Gelaran Bazar di Sindangbarang Perkuat Peningkatan Ekonomi Lokal
- Pemda Diam Saja Meski Sekolah Dasar Negeri Cikaratok di Cianjur Rusak Parah
- Kepala Dinkes Cianjur: Penyebaran DBD Berbanding Lurus dengan Tingkat Kepadatan Penduduk
- Kepala DLH Cianjur Berikan Kado Ulang Tahun Kepada Petugas Kebersihan
"Memang cakupan akses air bersih untuk wilayah pedesaan masih jauh dari target, baru sekitar 12,5 persen saja. Kalau untuk wilayah perkotaan sih akses air minum sudah cukup besar, lebih dari 65 persen atau sekitar 67 persen," ungkap Budi, belum lama ini.
Budi menambahkan, persentase tersebut bisa bertambah jika digabung dengan data program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), yang merupakan bantuan dari Kementerian PUPR.
"Kalau Pamsimas dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Cianjur adanya di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Program Pamsimas itu memang untuk wilayah pedesaan. Jadi kalau digabungkan, cakupan akses air bersih di wilayah pedesaan mungkin sudah memenuhi target pemerintah," tambah Budi.
Budi menjelaskan, beberapa faktor yang jadi kendala kecilnya persentase cakupan air bersih pedesaan karena kondisi geografis. Pasalnya, selain areanya yang luas, wilayah Kabupaten Cianjur juga berbukit dan pegunungan.
"Untuk menjangkau ke masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan sangat sulit, terutama yang tinggal di pelosok pedesaan. Antara rumah satu dengan lainnya itu berjauhan, tidak seperti diperkotaan yang berdempetan. Ditambah geografisnya yang berbukit atau pegunungan sangat sulit dijangkau," pungkas Budi. (dens).











