- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Kepala Dinkes Cianjur: Bukan Akibat Malpraktek Anak di Sindangbarang Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dugaan malpraktik seorang anak, Daffa Al-Ghifari Nugraha (10) asal Kampung Cieurih, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang hingga meninggal dibantah keras oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, dr Yusman Faisal.
Orang Tua Daffa diketahui melapor ke Polres Cianjur lantaran penyebab anaknya meninggal diduga karena nakes di Puskesmas Sindangbarang menyuntikan sebuah cairan, setelah sebelumnya dua cairan sudah terlebih dahulu disuntikan ke tubuh Daffa yang terindikasi mengalami gejala kejang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dr Yusman Faisal mengatakan, dugaan malpraktik di Puskesmas Sindangbarang secara umum telah disampaikan ke Kepala Puskesmas.
Baca Lainnya :
- BUMDes Jadi Lokomotif Ekonomi Desa di Jabar
- Warga Mau Berobat ke Klinik Rawat Jalan, Bisa Daftar Secara Online ke Aplikasi RAOS
- Jelang Lebaran Haji Waspadai Kemungkinan Banyaknya Pencurian Hewan Kurban
- Pilgub Jawa Barat Segera Diluncurkan
- Pemberitahuan dari Klinik Rawat Jalan RSUD Sayang Kabupaten Cianjur
Akan tetapi, pihaknya masih terus melakukan analisis lebih mendalam soal dugaan malpraktik tersebut.
“Tapi kita hingga saat ini masih melakukan pendalaman, terkait dengan penanganan medis secara khusus agar bisa dilakukan analisis,” kata dr Yusman Faisal, Kamis, (23/05/2024).
dr Yusman Faisal menambahkan, mengenai informasi jenis obat yang dimasukan melalui selang infus almarhum Daffa, merupakan tindakan medis yang sudah benar dan komposisi obat sesuai Standar Operasional (SOP).
“Pada saat masuk ke Puskesmas pasien itu sudah kritis, dalam penanganannya untuk mengantisipasi infeksi diberikan antibiotik. Pada waktu berbeda pasien diberikan obat anti kejang, dan ketiga obat ondansetron,” imbuh dr Yusman Faisal.
Pihaknya pun, sudah berupaya menjelaskan kepada keluarga almarhum Daffa saat melakukan takziah ke rumah duka.
“Saya sudah instruksikan Kepala Puskemas Sindangbarang, untuk menjelaskan cara utuh kepada keluarga pasien terkait dengan penangananya,” jelas dr Yusman Faisal.
Kemudian dr Yusman Faisal juga menegaskan, kasus meninggalnya pasien bukan karena kesalahan penanganan medis atau malapraktik.
"Terkait langkah keluarga pasien yang melaporkan kejadian ini ke polisi, tentunya kita mempersilakan dan akan kooperatif selama menjalani proses hukum tersebut," tandas dr Yusman Faisal. (dens).











