- Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Air Bersih Bagi Masyarakat
- Ruhli Solehudin: Revitalisasi Pendidikan Cianjur, Transparansi dan Komitmen Masa Depan Cerah Siswa
- Panggilan Ketua Masjid Agung Cianjur: Jaga Persatuan Umat dari Ancaman Provokasi
- Hadiri Peringatan Hari Buruh, Presiden Prabowo Tegaskan Keberpihakan Negara pada Pekerja
- Cepi R Fadiana: Perkim Cianjur Dirikan Bangunan Hunian Layak: Rp1,8 Miliar untuk 63 Rumah Baru di 20
- Eri Rihandiar: Antisipasi Kemarau Panjang, Dinas PUTR Cianjur Benahi Irigasi dan Pola Tanam Adaptif
- Sinergi Pendidikan: STAI Al-Ittihad dan Pemerintah Cianjur Bangun Kolaborasi Strategis
- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
Kepala Dinkes Cianjur: Bukan Akibat Malpraktek Anak di Sindangbarang Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dugaan malpraktik seorang anak, Daffa Al-Ghifari Nugraha (10) asal Kampung Cieurih, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang hingga meninggal dibantah keras oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, dr Yusman Faisal.
Orang Tua Daffa diketahui melapor ke Polres Cianjur lantaran penyebab anaknya meninggal diduga karena nakes di Puskesmas Sindangbarang menyuntikan sebuah cairan, setelah sebelumnya dua cairan sudah terlebih dahulu disuntikan ke tubuh Daffa yang terindikasi mengalami gejala kejang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dr Yusman Faisal mengatakan, dugaan malpraktik di Puskesmas Sindangbarang secara umum telah disampaikan ke Kepala Puskesmas.
Baca Lainnya :
- BUMDes Jadi Lokomotif Ekonomi Desa di Jabar
- Warga Mau Berobat ke Klinik Rawat Jalan, Bisa Daftar Secara Online ke Aplikasi RAOS
- Jelang Lebaran Haji Waspadai Kemungkinan Banyaknya Pencurian Hewan Kurban
- Pilgub Jawa Barat Segera Diluncurkan
- Pemberitahuan dari Klinik Rawat Jalan RSUD Sayang Kabupaten Cianjur
Akan tetapi, pihaknya masih terus melakukan analisis lebih mendalam soal dugaan malpraktik tersebut.
“Tapi kita hingga saat ini masih melakukan pendalaman, terkait dengan penanganan medis secara khusus agar bisa dilakukan analisis,” kata dr Yusman Faisal, Kamis, (23/05/2024).
dr Yusman Faisal menambahkan, mengenai informasi jenis obat yang dimasukan melalui selang infus almarhum Daffa, merupakan tindakan medis yang sudah benar dan komposisi obat sesuai Standar Operasional (SOP).
“Pada saat masuk ke Puskesmas pasien itu sudah kritis, dalam penanganannya untuk mengantisipasi infeksi diberikan antibiotik. Pada waktu berbeda pasien diberikan obat anti kejang, dan ketiga obat ondansetron,” imbuh dr Yusman Faisal.
Pihaknya pun, sudah berupaya menjelaskan kepada keluarga almarhum Daffa saat melakukan takziah ke rumah duka.
“Saya sudah instruksikan Kepala Puskemas Sindangbarang, untuk menjelaskan cara utuh kepada keluarga pasien terkait dengan penangananya,” jelas dr Yusman Faisal.
Kemudian dr Yusman Faisal juga menegaskan, kasus meninggalnya pasien bukan karena kesalahan penanganan medis atau malapraktik.
"Terkait langkah keluarga pasien yang melaporkan kejadian ini ke polisi, tentunya kita mempersilakan dan akan kooperatif selama menjalani proses hukum tersebut," tandas dr Yusman Faisal. (dens).











