- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Kepala Dinas Kesehatan Cianjur Yusman Faisal: Penyakit Diabetes Tidak Menular

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Setiap tanggal 12 Juli, diperingati sebagai Hari Diabetes Nasional, terlebih di Indonesia sendiri menjadi penyakit urutan kelima terbesar di dunia. Guna mencegah diabetes sejak dini tentunya harus atur pola makan sehat agar terhindar dari penyakit tersebut.
Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat ada 7.181 penderita diabetes di Cianjur, khususnya usia remaja di atas 15 tahun hingga dewasa, banyak faktor yang mempengaruhi diabetes tersebut dari genetik hingga pola makan yang tidak sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr. Yusman Faisal mengatakan, penyakit Diabetes itu termasuk salah satu dari penyakit yang tidak menular. Diabetes itu sebetulnya ada dua golongan yang pertama didapat yang kedua genetik.
Baca Lainnya :
- KPK Datang Pakai Bus Ke Pendopo Cianjur, Ada Apa?
- Soal Pencairan Dana Gempa, Pihak BPBD Cianjur Tak Berhak Menindak Pelaku Pungli, Laporkan ke Polisi
- Perkuat Pengawalan Dana Desa, Kasubsi Intel Kejari Cianjur: Kades Harus Solid dan Amanah Mengelola D
- KH Said Aqil Sirqoj Ceramah dalam Tabligh Akbar di Masjid Kaum Cianjur
- HARI KOPERASI, Bey Machmudin: Koperasi Miliki Peran Penting Lengkapi Ekosistem Usaha Rakyat
"Untuk yang didapat tentunya biasanya rata-rata terakumulasi di usia rentang usia 40 tahun ke atas, itu bisa dari kebiasaan sewaktu mudanya salah satunya adalah makan-makanan yang manis-manis, ataupun yang mengandung glukosa dan bisa saja makanan dari karbohidrat," ucapnya di kantornya, Senin (15/7/2024).
Sebetulnya banyak makan-makanan karbohidrat itu kan gampang dicerna, kemudian diubah menjadi gula, jadi pola makanpun harus diatur sedemikian rupa.
"Memang dianjurkan pola makan bergizi yang seimbang, jenis makanan yang kita santap kalaupun ada karbohidrat, seperti nasi harus ada temennya seperti sayur-sayuran, ikannya yang berprotein, daging, tempe, dan tahu," ungkapnya.
Tetapi kalau makan kemudian bersama mie goreng pake nasi, ditambah sama kentang goreng, itu yang jadi masalah penumpukan karbohidrat.
"Nanti ketika diolah karbohidrat itu akan diubah menjadi glukosa. Glukosa ini yang akan cepat digunakan oleh tubuh sebagai energi, tetapi apabila menumpuk itu nanti ada di dalam darahnya akan lama-lama bisa menjadi diabetes," jelasnya.
Apalagi kalau organ dalam tubuh terus-menerus dipaksa bekerja keras untuk mengeluarkan enzim yang bisa menetralisir glukosa. Maka lama-lama akibatnya capek juga nanti suatu saat itu pasti lemah organnya, dan gulanya itu tidak bisa di netralkan.
"Jika sudah seperti itu timbulah penyakit diabetes melitus atau penyakit gula, tetapi untuk yang anak-anak yang terkena diabetes itu sebetulnya ini lebih banyak dari faktor genetik," paparnya.
Perihal anak-anak apakah dapat terkena diabetes itu kemungkinan besar dari faktor genetik orang tua yang diturunkan ke anak, tapi untuk kasus anak obesitas kelebihan berat badan terus terkena diabetes itu kecil kemungkinan. (dens).











