- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
Kepala Dinas Kesehatan Cianjur Yusman Faisal: Penyakit Diabetes Tidak Menular

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Setiap tanggal 12 Juli, diperingati sebagai Hari Diabetes Nasional, terlebih di Indonesia sendiri menjadi penyakit urutan kelima terbesar di dunia. Guna mencegah diabetes sejak dini tentunya harus atur pola makan sehat agar terhindar dari penyakit tersebut.
Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat ada 7.181 penderita diabetes di Cianjur, khususnya usia remaja di atas 15 tahun hingga dewasa, banyak faktor yang mempengaruhi diabetes tersebut dari genetik hingga pola makan yang tidak sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr. Yusman Faisal mengatakan, penyakit Diabetes itu termasuk salah satu dari penyakit yang tidak menular. Diabetes itu sebetulnya ada dua golongan yang pertama didapat yang kedua genetik.
Baca Lainnya :
- KPK Datang Pakai Bus Ke Pendopo Cianjur, Ada Apa?
- Soal Pencairan Dana Gempa, Pihak BPBD Cianjur Tak Berhak Menindak Pelaku Pungli, Laporkan ke Polisi
- Perkuat Pengawalan Dana Desa, Kasubsi Intel Kejari Cianjur: Kades Harus Solid dan Amanah Mengelola D
- KH Said Aqil Sirqoj Ceramah dalam Tabligh Akbar di Masjid Kaum Cianjur
- HARI KOPERASI, Bey Machmudin: Koperasi Miliki Peran Penting Lengkapi Ekosistem Usaha Rakyat
"Untuk yang didapat tentunya biasanya rata-rata terakumulasi di usia rentang usia 40 tahun ke atas, itu bisa dari kebiasaan sewaktu mudanya salah satunya adalah makan-makanan yang manis-manis, ataupun yang mengandung glukosa dan bisa saja makanan dari karbohidrat," ucapnya di kantornya, Senin (15/7/2024).
Sebetulnya banyak makan-makanan karbohidrat itu kan gampang dicerna, kemudian diubah menjadi gula, jadi pola makanpun harus diatur sedemikian rupa.
"Memang dianjurkan pola makan bergizi yang seimbang, jenis makanan yang kita santap kalaupun ada karbohidrat, seperti nasi harus ada temennya seperti sayur-sayuran, ikannya yang berprotein, daging, tempe, dan tahu," ungkapnya.
Tetapi kalau makan kemudian bersama mie goreng pake nasi, ditambah sama kentang goreng, itu yang jadi masalah penumpukan karbohidrat.
"Nanti ketika diolah karbohidrat itu akan diubah menjadi glukosa. Glukosa ini yang akan cepat digunakan oleh tubuh sebagai energi, tetapi apabila menumpuk itu nanti ada di dalam darahnya akan lama-lama bisa menjadi diabetes," jelasnya.
Apalagi kalau organ dalam tubuh terus-menerus dipaksa bekerja keras untuk mengeluarkan enzim yang bisa menetralisir glukosa. Maka lama-lama akibatnya capek juga nanti suatu saat itu pasti lemah organnya, dan gulanya itu tidak bisa di netralkan.
"Jika sudah seperti itu timbulah penyakit diabetes melitus atau penyakit gula, tetapi untuk yang anak-anak yang terkena diabetes itu sebetulnya ini lebih banyak dari faktor genetik," paparnya.
Perihal anak-anak apakah dapat terkena diabetes itu kemungkinan besar dari faktor genetik orang tua yang diturunkan ke anak, tapi untuk kasus anak obesitas kelebihan berat badan terus terkena diabetes itu kecil kemungkinan. (dens).











