- Disdikpora Cianjur Membangun SD Negeri Hegarsari lewat Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026
- Bapperida Cianjur Perkuat Bukti Dukung Inovasi demi Reformasi Birokrasi yang Lebih Baik
- Provinsi Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah Sampai ke Desa
- Kotak Amal BAZNAS Cianjur: Sedekah Kecil, Manfaat Besar untuk Sesama
- Dinas Pertanian Cianjur Perkuat Hilirisasi Produk Unggulan Daerah Bersama BRIN
- Pemerintah Cianjur Diperintahkan Hadir Lebih Dekat untuk Warga Terdampak Bencana
- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
Jelang Musim Hujan, Masyarakat Diimbau Waspada Ancaman Demam Berdarah Dengue
Oleh : tim-dens

Keterangan Gambar : Nyamuk DBD (Aedes Aegypti), foto istimewa.
Pinusnews.id - Memasuki musim penghujan, Puskesmas DPT Sindangbarang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Jenis nyamuk ini diketahui sangat mudah berkembang biak di genangan air yang kerap muncul saat curah hujan tinggi.
Kepala Puskesmas DPT Sindangbarang, Nanang Priatna, menekankan pentingnya gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui pola 3M yakni, Menguras, Menutup, dan Mengubur.
Baca Lainnya :
- Potensi Anak Didik SSB Yudhistira Cianjur Butuh Dilirik
- Paslon Toha-Ade (Hade) : Selamat, Hasil Quick Count Versi Cyrus Network BHS-M Unggul
- Hitungan Sementara Suara Pilkada 2020 di Cianjur
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
Ia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya menghindari tumpukan sampah yang dapat menjadi sarang nyamuk.
“Masyarakat harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang kumuh dan banyak genangan air berisiko tinggi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti,” kata Nanang, Jumat (18/7/2025).
Meskipun kasus DBD di wilayah Kecamatan Sindangbarang belum menunjukkan lonjakan signifikan, Nanang memastikan pihaknya siap merespons cepat apabila ada laporan kasus. Petugas Puskesmas akan melakukan penanganan langsung di lokasi, baik dari sisi medis maupun penanggulangan lingkungan.
"Bekas genangan air, saluran mampet, atau wadah yang terbuka adalah tempat favorit nyamuk DBD bertelur. Masyarakat harus lebih peduli, terutama di masa pancaroba seperti sekarang ini," tegasnya.
Puskesmas juga mengajak warga aktif melapor jika menemukan gejala DBD di lingkungan sekitar, agar pencegahan dan penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.











