Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan

17 Okt 2026, 07:22:52 WIB Pendidikan
Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan

Keterangan Gambar : Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdikpora Cianjur, H. Ipan Sopandi, dalam salah satu momen kegiatan sosialisasi tugas dan peran guru dalam pemcegahan serta penanganan kekerasan terhadap anak.


Pinusnews.id - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur kembali menunjukkan keseriusannya dalam melindungi anak dari kekerasan di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan sosialisasi tugas dan peran guru dalam pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap anak, Disdikpora Cianjur menghadirkan penguatan bagi para pengelola sekolah dan guru yang paling dekat dengan peserta didik. 

Kegiatan ini diikuti Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan guru Bimbingan Konseling (BK) dari Subrayon 1, 3, dan 4 jenjang SMP di lingkungan Disdikpora Kabupaten Cianjur. 

Baca Lainnya :

Langkah ini menegaskan bahwa perlindungan anak bukan sekadar slogan, melainkan bagian penting dari tata kelola pendidikan yang berpihak pada peserta didik.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Disdikpora Kabupaten Cianjur, Atik Sartika, dan turut dihadiri Kepala Bidang SMP H. Ipan Sopandi, Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP, serta Ketua MKKS. 

Kehadiran berbagai unsur pimpinan dinas dan mitra pendidikan menunjukkan bahwa isu kekerasan terhadap anak ditempatkan sebagai prioritas bersama, bukan hanya urusan satu sekolah atau satu guru.

Hal ini sejalan dengan penegasan Disdikpora Cianjur bahwa penguatan pendidikan karakter dan pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah merupakan program prioritas hingga akhir tahun 2026.

Sebagai pemateri, Lidya Indayani Umar, S.H., M.H., dari Yayasan Istri Binangkit, menyampaikan materi tentang peran guru dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak di sekolah.

Materi tersebut menjadi bekal penting bagi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan guru BK, karena merekalah yang sering menjadi garda terdepan ketika siswa mengalami masalah, baik berupa perundungan, kekerasan fisik, verbal, maupun bentuk kekerasan lainnya. 

"Dengan pemahaman yang lebih baik, guru diharapkan tidak hanya mampu mengenali tanda-tanda anak yang bermasalah, tetapi juga mengambil langkah yang tepat, cepat, dan berpihak pada korban," tutur Lidya Indayani Umar.

Kinerja Disdikpora Cianjur dalam persoalan ini patut diapresiasi karena tidak berhenti pada sosialisasi. Dinas ini juga telah mendorong penguatan pengawasan siswa, pembinaan sekolah yang terlibat kasus kekerasan, pendampingan psikologis bagi korban, serta optimalisasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di satuan pendidikan.

Bahkan, Disdikpora Cianjur juga menargetkan terciptanya lingkungan pendidikan dengan nol kasus kekerasan melalui koordinasi lintas sektor dan penegakan aturan secara adil.

Sementara, Kabid SMP Disdikpora Cianjur, H. Ipan Sopandi menuturkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini menegaskan pesan sederhana namun penting dimana sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Guru bukan hanya pengajar mata pelajaran, tetapi juga pelindung, pendengar, dan teladan bagi anak-anak yang sedang tumbuh," ungkap H. Ipan Sopandi di Cianjur, belum lama ini.

Dengan dukungan Disdikpora Cianjur, keberanian guru untuk peduli dan bertindak diharapkan semakin kuat, sehingga setiap anak dapat belajar dengan tenang dan tumbuh dengan percaya diri. Bersama-sama, sekolah yang aman dan melindungi setiap anak dapat benar-benar diwujudkan. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Cuaca Cianjur

Memuat data...


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.