- Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Air Bersih Bagi Masyarakat
- Ruhli Solehudin: Revitalisasi Pendidikan Cianjur, Transparansi dan Komitmen Masa Depan Cerah Siswa
- Panggilan Ketua Masjid Agung Cianjur: Jaga Persatuan Umat dari Ancaman Provokasi
- Hadiri Peringatan Hari Buruh, Presiden Prabowo Tegaskan Keberpihakan Negara pada Pekerja
- Cepi R Fadiana: Perkim Cianjur Dirikan Bangunan Hunian Layak: Rp1,8 Miliar untuk 63 Rumah Baru di 20
- Eri Rihandiar: Antisipasi Kemarau Panjang, Dinas PUTR Cianjur Benahi Irigasi dan Pola Tanam Adaptif
- Sinergi Pendidikan: STAI Al-Ittihad dan Pemerintah Cianjur Bangun Kolaborasi Strategis
- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
Jelang Lebaran Haji Penjualan Peci Rajut Meningkat

Keterangan Gambar : Pengrajin peci rajut.
Pinusnews.id - Menjelang Hari Raya Lebaran Idul Adha 2024, atau disebut Lebaran Haji, permintaan peci rajut khas buatan warga Kampung Kujang, Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur meningkat drastis dibanding hari-hari biasa.
Bahkan permintaan peci rajut datang dari berbagai daerah di luar Cianjur hingga ke luar negeri seperti ke Bandung Bogor, Jakarta, Surabaya, hingga Negeri Jiran Malaysia dan Brunei Darussalam.
Menurut salah seorang pengrajin peci rajut, Dendi Junaedi, awalnya ia bekerja di sebuah toko konveksi switer di Bandung selama dua tahun. Namun dirinya keluar dan bekerja bersama pamannya membuat peci rajut.
Baca Lainnya :
- Dihadiri Bupati Herman, DPPKBP3A Cianjur Gelar Gebrak Roasting di Ciloto Cipanas
- Ke Tujuh Kalinya Bunga Bangkai Indukan Mekar di Kebun Raya Cibodas
- Bupati Herman Kukuhkan Kepengurusan Kadin Cianjur
- Bey Machmudin Dukung Putri Indonesia Ikut Miss Supranational di Polandia
- Macan Tutul dan Macan Kumbang Tertangkap Kamera Pengawas CCTV di Taman Gunung Gede Pangrango
Tidak terasa usaha membuat peci rajut yang dijalaninya itu sudah berlangsung selama 20 tahun. Menurutnya, sebagian bahan pembuatan peci terbuat dari bahan limbah garmen yang dikirim dari Bogor, Tangerang hingga Pekalongan.
"Usaha ini sudah dirintis 20 tahun, yang fokus membuat peci saya yang paling lama di sini, kalau untuk usaha bikin peci rajut saya yang paling lama," tuturnya.
Dendi mengaku, penjualan peci rajut saat ini mengalami peningkatan hingga 40 persen di banding hari-hari biasa. Menurut dia hal tersebut akan terus mengalami peningkatan sepekan menjelang lebaran haji atau Idul Adha.
"Tergantung pesanan ya kalau pesan 50 ya 50, pesen 100 ya 100 kalau kita misalkan gak ada yang ready, ya kita ambil waktu aja PO aja berapa hari gitu sanggupnya kita sampai 100 kodi atau berapa tergantung pesanan saja," ungkapnya.
Peci rajut tersebut di jual oleh Dendi dengan harga bervariatif mulai dari RP 10 ribu hingga Rp 20 ribu untuk eceran. Sementara untuk kodian, ia jual dengan harga RP 65 ribu hingga Rp 140 ribu.
"Jadi untuk harga sesuai kualitas bahan pecinya lebih bagus lebih tebal. Saya harap penjualannya terus meningkat hingga lebaran haji nanti," pungkasnya. (tim).











