- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Jelang Lebaran Haji Penjualan Peci Rajut Meningkat

Keterangan Gambar : Pengrajin peci rajut.
Pinusnews.id - Menjelang Hari Raya Lebaran Idul Adha 2024, atau disebut Lebaran Haji, permintaan peci rajut khas buatan warga Kampung Kujang, Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur meningkat drastis dibanding hari-hari biasa.
Bahkan permintaan peci rajut datang dari berbagai daerah di luar Cianjur hingga ke luar negeri seperti ke Bandung Bogor, Jakarta, Surabaya, hingga Negeri Jiran Malaysia dan Brunei Darussalam.
Menurut salah seorang pengrajin peci rajut, Dendi Junaedi, awalnya ia bekerja di sebuah toko konveksi switer di Bandung selama dua tahun. Namun dirinya keluar dan bekerja bersama pamannya membuat peci rajut.
Baca Lainnya :
- Dihadiri Bupati Herman, DPPKBP3A Cianjur Gelar Gebrak Roasting di Ciloto Cipanas
- Ke Tujuh Kalinya Bunga Bangkai Indukan Mekar di Kebun Raya Cibodas
- Bupati Herman Kukuhkan Kepengurusan Kadin Cianjur
- Bey Machmudin Dukung Putri Indonesia Ikut Miss Supranational di Polandia
- Macan Tutul dan Macan Kumbang Tertangkap Kamera Pengawas CCTV di Taman Gunung Gede Pangrango
Tidak terasa usaha membuat peci rajut yang dijalaninya itu sudah berlangsung selama 20 tahun. Menurutnya, sebagian bahan pembuatan peci terbuat dari bahan limbah garmen yang dikirim dari Bogor, Tangerang hingga Pekalongan.
"Usaha ini sudah dirintis 20 tahun, yang fokus membuat peci saya yang paling lama di sini, kalau untuk usaha bikin peci rajut saya yang paling lama," tuturnya.
Dendi mengaku, penjualan peci rajut saat ini mengalami peningkatan hingga 40 persen di banding hari-hari biasa. Menurut dia hal tersebut akan terus mengalami peningkatan sepekan menjelang lebaran haji atau Idul Adha.
"Tergantung pesanan ya kalau pesan 50 ya 50, pesen 100 ya 100 kalau kita misalkan gak ada yang ready, ya kita ambil waktu aja PO aja berapa hari gitu sanggupnya kita sampai 100 kodi atau berapa tergantung pesanan saja," ungkapnya.
Peci rajut tersebut di jual oleh Dendi dengan harga bervariatif mulai dari RP 10 ribu hingga Rp 20 ribu untuk eceran. Sementara untuk kodian, ia jual dengan harga RP 65 ribu hingga Rp 140 ribu.
"Jadi untuk harga sesuai kualitas bahan pecinya lebih bagus lebih tebal. Saya harap penjualannya terus meningkat hingga lebaran haji nanti," pungkasnya. (tim).











