Jadi, Siapa yang Salah?
Oleh: Anisa Fatnadila, Mahasiswa Semester 7 Prodi Hukum Keluarga Islam STAI Al-Azhary Cianjur

28 Des 2023, 10:14:37 WIB Pendidikan
Jadi, Siapa yang Salah?

Keterangan Gambar : Ilustrasi (Sumber: detik.com)


Pinusnews.id- Ketika kita melihat ada anak yang melakukan suatu tindak pidana atau kenakalan lainnya yang dapat mengakibatkan anak tersebut harus berhadapan dengan hukum, dibenak kita apakah akan berpikir bahwa orang tuanya karena kurang perhatian dan kurang didikan? Atau malah berpikir memang sudah nakal saja anaknya yang memilih untuk melalukan tindak pidana tersebut? 

Seperti apa yang saya lihat sendiri dan saya yang menanyakan sendiri kepada adik kelas saya yang masih berumur kisaran 17 tahun dan teman temannya yang berumur kisaran 14-18 tahun, ketika dia melakukan kenakalan remaja bukan karena kurangnya perhatian dari orang tua, melainkan salah dalam memilih, mereka yang memilih untuk bergaul dengan orang orang yang bisa sama seperti dirinya,  dalam artian seperti kata “gaul” menurut dia harus berteman dengan yang bisa meminum alkohol juga,yang bisa di ajak mabuk mabukan, anak yang seperti itu akan mencari dan berteman dengan orang yang bisa di anggap satu pemikiran dengan dirinya bahwa dalam mendefinisikan kata gaul itu harus dengan meminum alkohol, tawuran, pacaran, bahkan sampai mengkonsumsi obat obatan terlarang, saya tidak tahu dari mana mereka bisa mendapatkan itu semua, dilihat lihat orang tuanya yang serba ada anak di pesantrenkan di sekolahkan dengan baik di sekolah modern atau favorit sekalipun apapun kemauan anak  terpenuhi,mempunyai kakak yang bisa dijadikan teladan,dan orang tuanya yang sangat ketat akan hal keagamaan, sangat di pungkiri memiliki anak yang secara diam diam melakukan tindakan di luar nalar.

Dengan ringannya dia menjawab “hanya untuk senang senang,” dengan alasan menghilangkan penat,dan lelah karena belajar terus.

Baca Lainnya :

Ngeri! Anak zaman sekarang healingnya bukan jajan bukan jalan jalan tidak seperti kita dulu yang kalau cape itu tidur siang,bahkan kita orang dewasa saja tidak sampai seperti itu. Berarti tidak ada faktor dari orang tua yang mempengaruhi hal itu, memang diluaran sana beberapa yang mengakibatkan anak melakukan tindak pidana karena faktor kurangnya perhatian dari orang tua,namun dalam hal ini kasus yang saya lihat ini siapa dan apa yang menjadi faktor pengaruh utamanya?

Anak zaman sekarang bisa baik baik saja dihadapan orang tuanya, berbuat baik kepada orang tuanya, menuruti perintahnya,keluarga cemara, apa yang dibutuhkan terpenuhi bahkan banyak juga teman yang tidak meminum minuman keras, tetapi orang tua tidak tahu bahwa anaknya yang baik itu bisa melakukan perbuatan di luar hukum.

Ya mungkin memang temannya yang mempunyai rumah yang biasa mereka jadikan tempat nongkrong itu yang tidak mempunyai orang tua atau kurang perhatian orang tua, antara anak yang suka meminum minuman keras mencari,memilihi,mengajak temannya sehingga terbentuklah “geng” dijadikanlah bahasanya “rumah kedua” tempat yang disebut bisa menghilangkan penat itu.

Memang saya tidak melihat secara langsung ketika adik kelas saya party alkohol dengan temannya, saya hanya melihat di  story, saya tidak langsung mengomentari, saya menunggu beberapa hari untuk menanyakan terkait hal itu, sedikit saya menasehati ketika saya tahu faktor nya dari dia sendiri yang memilih untuk seperti itu, takutnya dia memang punya masalah, ketika dia beecita jawabannya seperti itu, namun kemudian setelah itu saya di blok ya karena memang saya tidak gaul dan tidak mengerti kesibukan anak itu yang penatnya harus dihilangkan dengan party miras.

Jadi intinya kita tidak bisa selalu memandang dan menyalahkan orang tuanya, orang tua mengira anaknya baik baik saja, aman aman saja, namun realitanya tidak. Anak zaman sekarang yang akan menjadi penerus bangsa yang seharusnya di era globalisasi sekarang banyak belajar hal baru yang dapat meningkatkan kualitas diri membuat maju, malah menemukan healing dengan cara yang baru. Tidak melihat betapa susahnya orang tua mencari uang untuk menyekolahkan, memberikan fasilitas yang terbaik,  belum lagi kalau orang tuanya yang memiliki citra yang baik dihadapan masyarakat, ketika anaknya ketahuan seperti itu, bagaimana hatinya dan pandangan masyarakat kepada orang tuanya.

Teruntuk semua anak anak, remaja atau yang mau menginjak dewasa, kita renungi sama sama jalan hidup mana yang akan kita pilih, percuma saja ketika dihadapan orang tua kita memang kita terlihat baik, tapi apakah pernah berfikir bahwa sikap seperti itu disebut sebagai membodohi orang tua kalian, di bodohi oleh teman saja pasti tidak terima apalagi orang tua yang dibodohi oleh anaknya sekalipun mereka tidak mengetahui sedang dibodohi, tapi apakah kalian tidak tahu bahwa ada yang maha tahu yang bisa membukakan aib kalian kapanpun, dan kalian tidak akan tahu bagaimana balasan apa yang telah kalian perbuat, ada banyak hal yang harus dilakukan ketika kalian sedang bosen,pusing belajar, atau lelah, kalian bisa melakukan hal positif apa saja, yang tidak membuat kalian terjerumus kedalam dosa. 

Lelah kalian tidak selelah orang tua kalian,untuk masalah terberat pun hal hal yang terlarang tidak bisa kita jadikan sebagai solusi, memang kembali lagi ketika waktu kecil seberapa serjng kita di ajarkan beribadah, seberapa sering kita di ajarkan oleh orang tua kita sewaktu masih kecil bahwa sesuatu itu hidup harus melibatkan sang pencipta, karena semakin terasah keimanan sejak kecil maka akan semakin tajam sampai kita dewasa dan ketika dewasa semakin meningkat keimanan maka akan selalu terjaga keimanan kita sampai akhir hayat, sehingga kapan pun dan dimanapun kita terbiasa dengan allah, takut ketika melakukan perbuatan yang terlarang oleh hukum yang mengakibatkan dosa, takut ketika perbuatan kita menyakiti orang lain, mungkin kita sudah terlalu jauh melangkah sehingga tidak sadar dan menjadikannya hal lumrah pedahal yang dilakukan itu melanggar hukum dan dosa, kita sudah terjerumus oleh nafsu, selalu menuruti keinginan, menggantungkan kebahagian pada hal hal yang haram. Orang tua kita tidak pernah meminta atau menuntut apapun kepada kita, selama masih diberi kesempatan bahagiakanlah, manfaatkan waktu sebaik mungkin, allah tidak akan meninggalkan kita, berdoalah,berikhtiarlah,dan bertawakallah, meminta ampunan dan selalu mendekatkan diri kepadanya.

Artikel ini ditulis oleh Anisa Fatnadila, Mahasiswa Semester 7 Prodi Hukum Keluarga Islam STAI Al-Azhary Cianjur



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment