- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
- Langkah Cepat Disdikpora Cianjur demi Masa Depan Siswa SMP Swasta SCBC Naringgul
- Estafet Kepemimpinan, Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi dan Kebersamaan
- BKAD Cianjur Perkuat Pelayanan Publik melalui Budaya Kerja BerAKHLAK
Jabar Optimistis Produksi Padi 2026 Meningkat Meski Terjadi Banjir

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat tetap optimistis produksi padi 2026 akan meningkat dibandingkan 2025, meski pada awal tahun terjadi banjir di sejumlah areal sawah, seperti di Karawang, Bekasi dan Indramayu.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayat mengatakan, telah disiapkan sejumlah program untuk mengantisipasi gagal panen akibat banjir, salah satunya menanam ulang atau replanting.
"Jika ada bencana banjir lalu terjadi puso, kita akan replanting. Tapi memang data awal kerusakan masih disiapkan. Nanti akan ada bantuan dari pemerintah pusat sesuai usulan dari kami, yang juga berasal dari laporan Kabupaten dan kota," ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Baca Lainnya :
- Polisi Cianjur Tangkap Pembunuh Pegawai Koperasi
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
Perhatian khusus dari pemerintah pusat dan provinsi diberikan karena target swasembada pangan setiap tahun harus dapat direalisasikan. Pada 2025 lalu, Jabar memberikan andil optimal pada pencapaian swasembada pangan secara nasional.
Dadan menyebutkan panen pertama tahun ini akan berlangsung mulai Februari dan Maret 2026 yang merupakan hasil penanaman pada Oktober - Desember 2025. Ia optimistis produksi padi 2026 meningkat dibandingkan 2025 karena melihat data sementara realisasi tanam.
"Laporan masuk, realisasi tanam 2026 yang perhitungannya ditanam sejak Oktober hingga Desember sudah mencapai 592.176 hektare, meningkat 55 ribu hektare atau hampir 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," tambah Dadan.
Menurutnya, petani juga semangat untuk menanam karena hasil panen pasti dibeli dengan harga tinggi sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Pemerintah menetapkan HPP untuk gabah kering panen (GKP) tahun 2026 tetap sebesar Rp6.500 per kg. Kebijakan ini diberlakukan oleh Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan sebagai jaring pengaman, dengan target penyerapan 4 juta ton setara beras untuk tahun 2026.
Badan Pusat Statistik pun memperkirakan produksi padi di Jabar pada 2026 meningkat dibandingkan 2025. Potensi produksi padi Jawa Barat selama periode Januari – Maret 2026 diperkirakan mencapai 2,48 juta ton, atau mengalami peningkatan sebesar 0,45 juta ton (22,32 persen) dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2,03 juta ton. (tim dens).











