- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
Gagal Temui Bupati Cianjur, Demo Akan Berlanjut

Keterangan Gambar : Keterangan Gambar : Asda I Pemkab Cianjur Arief Purnawan dan Kapolres Cianjur AKBP Doni Harmawan berbicara di hadapan para pengunjuk rasa
pinusnews.id Cianjur -Dampak kenaikan BBM ternyata tidak hanya pada ekonomi, tapi juga akan berimbas pada aspek sosial warga masyarakat, terutama menimpa rakyat kecil.
Persoalan di atas itu bisa menambah kesulitan hidup, pengangguran dan kemiskinan akan meningkat hingga menimbulkan kekacauan bahkan terjadi demo merebak di mana-mana.
Baca Lainnya :
- Babinsa Bantu Perbaiki Rumah Warga Korban Angin Puting Beliung
- Hukuman Mati untuk Seorang Jenderal
- Peringatan Hari Olahraga Nasional tahun 2022 di Cianjur
- Danramil 0608-04/Cipanas Hadiri Garnas Penanaman Sorgum TNI AL
- Ini yang Akan Kamu Dapatkan dengan Ikut Volunteer
Di Cianjur misalnya, Puluhan pendemo, para pejuang demokrasi yang berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur mendatangi Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, Jumat (9/9/2022). Namun aksi mereka tertahan di gerbang Pendopo yang tertutup rapat.
Tapi para pendemo tak goyah, semangatnya memuncak, mereka tetap meneriakkan tuntutan menolak kenaikan BBM oleh pemerintah. Mereka meminta Bupati Kabupaten Cianjur, Herman Suherman untuk mendengar aspirasinya.
Namun nyatanya Bupati Cianjur tidak berada di kantornya. Suasana agak memanas, orasi terus dilaksanakan di luar pagar pendopo. Bahkan jika tuntutannya tidak direspon, akan melanjutkan demo dengan massa demo lebih banyak lagi.
Setelah satu jam berorasi, Asda I (Asisten Pemerintahan dan Kedejahyeraan Rakyat) Pemkab Cianjur Arief Purnawan mewakili Bupati bersama Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, menemui para pendemo.
Di hadapan para pendemo, Arief menjelaskan bahwa Bupati Cianjur Herman Suherman tidak berada di pendopo.
"Pak Bupati sedang melaksanakan kegiatan pelantikan para kepala desa di Cianjur Selatan. Nanti akan disampaikan aspirasinya kepada beliau," kata Arief kepada para pendemo.
Sementara, Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan terlihat berbincang dan menghadapi pengunjuk rasa di depan Gerbang Pendopo Cianjur.
Kapolres Cianjur mengatakan untuk setiap aksi unjuk rasa diusahakan agar dapat dikoordinir dan dilaksanakan dengan baik.
"Makanya saya hadir disini untuk memastikan kegiatan pengamanan bisa berjalan dengan baik, begitupun kegiatan aksi bisa berjalan dengan tertib. Intinya saya mengecek langsung," katanya saat diwawancarai seusai aksi unjuk rasa.
Doni menuturkan telah dibentuk komitmen dengan OKP, BEM dan serikat buruh jika melakukan aksi unjuk rasa harus ada jaminan berjalan dengan tertib. Karena ini sebagai bentuk demokrasi.
"Siapa pun dari kelompok manapun yang ingin menyampaikan aspirasi, maka pihak kepolisian berkewajiban untuk memberikan pengamanan pelaksanaan kegiatan unjuk rasa," tambahnya. (ds).











