- Pilkades Digital Cianjur 2026: Langkah Baru Demokrasi Desa
- Cianjur Kirim 462 Kontingen ke PORPROV XV Jawa Barat 2026
- Diskominfo Cianjur Perkuat Budaya Bersih untuk Pembangunan Berkelanjutan
- Jumat Bersih BKPSDM Cianjur: Menjaga Lingkungan, Membangun Budaya Kerja
- Bapenda Cianjur Dorong ASN Peduli Sosial melalui Sosialisasi Pengelolaan ZIS dan DSKL
- DPMPTSP Cianjur Percepat Peluang Investasi Hijau dan Energi Terbarukan
- Sinergi PDAM Tirta Mukti dan Samapta Polres Cianjur: Air Bersih ke-70 Mengalir untuk Warga
- Gema Indonesia Raya: Menyalakan Api Nasionalisme ASN Cianjur
- Rachmat Hartono: Koordinasi APIP Jawa Barat dan Banten, Deteksi Dini untuk Cegah Korupsi
- Panen Bawang Merah Poktan Gemah Ripah, Bukti Nyata Dukungan DTPHP Cianjur untuk Petani
Diskominfo Cianjur Perkuat Budaya Bersih untuk Pembangunan Berkelanjutan

Keterangan Gambar : Kepala Diskominfo Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto, saat terjun langsung ke lapangan memimpin "'Gerakan Cianjur Bersih" bersama jajaran di sekitar Cianjur.
Pinusnews.id - Pada Jumat, 30 Oktober 2026, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Cianjur turut aktif dalam kegiatan “Gerakan Cianjur Bersih” sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar. Kehadiran para pegawai di lapangan menjadi pengingat sederhana bahwa lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama, termasuk tanggung jawab pemerintah.
Keterlibatan Diskominfo Cianjur dalam kegiatan tersebut bukan sekadar mengikuti agenda. Sebagai bagian dari birokrasi, aparat daerah memiliki posisi strategis untuk memberi contoh kepada masyarakat. Ketika pegawai pemerintah terlibat langsung membersihkan lingkungan kantor dan fasilitas publik, pesan yang disampaikan menjadi lebih kuat, sebab kebersihan bukan hanya urusan petugas kebersihan, melainkan budaya kerja yang perlu dijalankan semua pihak.
Kepala Diskominfo Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto, menegaskan bahwa gerakan ini dimaksudkan untuk membangun standardisasi budaya kerja yang sehat di area publik. Ia juga menilai kegiatan tersebut sebagai cara mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan ke dalam operasional kedinasan sehari-hari. Artinya, kepedulian lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan dalam bekerja dan melayani masyarakat.
Baca Lainnya :
- Didukung Pemda, Yayasan Assyafir Jinnat Anaem Bangun Majid di Cianjur
- PMI Harus Jadi Garda Terdepan Melawan Covid-19 di Cianjur
- Razia Knalpot Bising, Pengendara Motor Adu Mulut dengan Polisi
- Bupati Cianjur Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19Â
- Posbakum Pengadilan Negeri Cianjur, Banyak Tangani Kasus PidanaÂ
“Tindakan ini bertujuan untuk membangun standardisasi budaya kerja yang sehat di area publik serta mengintegrasikan prinsip-prinsip ramah lingkungan ke dalam operasional kedinasan sehari-hari,” tutur Aris Haryanto.
Menurut Aris Haryanto, makna kegiatan ini juga berkaitan erat dengan peran aparatur sipil negara. ASN bukan hanya pelaksana tugas administratif, tetapi juga teladan moral dan cerminan kehadiran negara di tengah masyarakat. Ketika instansi pemerintah secara proaktif menjaga kebersihan lingkungannya, masyarakat dapat melihat bahwa pemerintah benar-benar hadir dan peduli terhadap kualitas ruang hidup bersama.
“Kegiatan ini juga sebagai bentuk transparansi integritas, di mana pemerintah tidak hanya menuntut warga negara untuk tertib lingkungan, tetapi memulainya dari halaman rumah birokrasi itu sendiri. Dampak positif dari internalisasi budaya bersih ini sangat signifikan, baik bagi peningkatan kinerja internal birokrasi maupun kualitas hidup masyarakat luas,” ungkap Aris Haryanto.
Di lingkungan internal Diskominfo Cianjur, budaya kerja yang bersih dan tertata memberi manfaat langsung bagi pegawai. Area kerja yang higienis dapat meningkatkan kenyamanan psikologis, menurunkan risiko penularan penyakit, serta mendukung produktivitas. Lingkungan yang rapi juga membantu menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif, sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif.
“Bagi ekosistem yang lebih luas, keterlibatan instansi pemerintah dalam menjaga kebersihan mampu memulihkan fungsi lingkungan hidup, mengurangi beban polusi perkotaan, dan menciptakan ruang publik yang estetis serta aman untuk disinggahi,” jelas Aris Haryanto.
“Gerakan Cianjur Bersih” menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Menjaga kebersihan kantor, membuang sampah pada tempatnya, merawat fasilitas publik, dan memberi teladan kepada warga adalah langkah sederhana yang dampaknya dapat terasa luas.
Aris Haryanto juga menegaskan bahwa kepedulian lingkungan yang diinisiasi oleh aparatur negara ini adalah fondasi kokoh bagi terciptanya pembangunan nasional yang hijau, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan generasi mendatang. (Deden Sukmayadi).










