- Kotak Amal BAZNAS Cianjur: Sedekah Kecil, Manfaat Besar untuk Sesama
- Dinas Pertanian Cianjur Perkuat Hilirisasi Produk Unggulan Daerah Bersama BRIN
- Pemerintah Cianjur Diperintahkan Hadir Lebih Dekat untuk Warga Terdampak Bencana
- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
Dinkes Kabupaten Cianjur Sarankan Warga Agar di Musim Kemarau Tidak Mengambil Air dari Sungai untuk

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cianjur, Frida Layla Yahya.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur tak menyarankan warga yang alami krisis air bersih melakukan kegiatan mandi, cuci, dan kakus (MCK) di sungai.
Diketahui, warga Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber harus memanfaatkan air sungai untuk MCK karena alami krisis air.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Frida Layla Yahya, Jumat, 30 Agustus 2024.
Baca Lainnya :
- 7 Orang PMI Meninggal Di Arab Saudi, 4 Diantaranya Asal Cianjur
- Warga Meninggal TerlindasTruk, Sopirnya Kabur
- Siswa Bisa Sekolah ke Luar Negeri, Ini Program Kautsar Institute Cianjur
- Launching Pemimpin Media Online pikirancianjur.com dengan Awak Media.
- Puluhan Orang Rapid Test di Wana Wisata Pokland
Kata Frida, air sungai yang melewati wilayah permukiman seperti Sungai Cikondang, tak masuk kriteria air bersih yang bisa digunakan untuk mandi dan mencuci.
"Kita tidak menganjurkan warga menggunakan air sungai untuk MCK. Karena tidak masuk kriteria air bersih dan kemungkinan banyak mengandung bakteri, zat berbahaya, virus, dan jamur yang bisa timbulkan penyakit," ungkap Frida di Cianjur.
Disebutkan, jika air yang mengandung jamur, bakteri virus digunakan untuk mandi, bisa menimbulkan penyakit kulit.
"Apalagi kalau dipakai mencuci bahan makanan atau alat dapur. Zat-zat yang diduga berbahaya bisa saja menimbulkan infeksi pencernaan seperti diare, disentri, juga kolera," jelasnya.
Dia pun mengimbau warga melaporkan pada pemerintah desa atau kecamatan untuk meminta bantuan pasokan air bersih pada lembaga-lembaga yang berwenang.
"Seperti ke PDAM, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), atau PMI. Agar warga terhindar dari penyakit kulit dan pencernaan," tandasnya. (dens).











