- Dinkes Cianjur Cegah Ledakan Kasus Campak: Dari Deteksi Dini hingga PHBS untuk Masyarakat Sehat
- Berkinerja Tinggi, Jabar Berhasil Turunkan Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran
- Presiden Prabowo Saksikan Pertukaran 10 MoU RI–Republik Korea, Perkuat Kemitraan Strategis
- Opini Media
- DPRD Cianjur: Cepat Tanggap Melindungi Anak di Era Digital Melalui PP Tunas
- KDM Sampaikan Duka Meninggalnya Dokter Asal Cianjur, Imbau Waspadai Penularan Campak
- Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Cianjur 2027: Langkah Strategis Menuju RKPD yang Matang.
- Respon Cepat BAZNAS Cianjur: Harapan Baru bagi Korban Kebakaran Pasekon Cipanas
- KDM Sebut WFH di Pemprov Jabar Berjalan Efektif
- Menguak Dugaan Siswa Fiktif di PKBM Cianjur: Alarm bagi Penegakan Hukum dan Integritas Pendidikan
Dinkes Cianjur Aktif Kampanyekan Pencegahan Stunting untuk Generasi Sehat dan Berkualitas

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan stunting, guna memastikan generasi masa depan tumbuh sehat dan berkualitas.
Kepala Dinkes Cianjur, I Made Setiawan, menegaskan bahwa stunting merupakan masalah serius yang mengancam kualitas generasi mendatang. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari keluarga sebagai langkah utama.
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi masa kritis bagi perkembangan otak, kemampuan belajar, dan kesehatan jangka panjang anak,” jelasnya.
Baca Lainnya :
- Meski Dananya Minim, Berani Rombak Kantor, Hasilnya..Wow Keren!
- Duh Kasihan, Pohon Tumbang Hancurkan Rumah Milik IdaÂ
- Polres Cianjur Tangkap Tukang Obat Cabuli Anak
- PT. Bukit Naga Mas Punya Pasukan Pembuat Mesin untuk Kemajuan UMKM di Cianjur
- Cegah Kerumunan Massa, Dandim, Kapolres dan Ketua DPRD Cianjur Patroli Malam Pergantian Tahun
Ia menambahkan, stunting bukan sekadar soal tinggi badan, melainkan membawa risiko rendahnya kecerdasan, daya tahan tubuh lemah, dan produktivitas rendah saat dewasa. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia, memengaruhi pembangunan nasional secara signifikan.
Lebih lanjut, I Made Setiawan menjelaskan bahwa tingginya angka stunting berpotensi merugikan sektor sosial dan ekonomi.
“Kasus stunting yang tinggi akan melemahkan daya saing bangsa di tengah tantangan global yang kian kompleks,” ujarnya.
Dinkes Cianjur mendorong pencegahan stunting tidak hanya dengan pemenuhan gizi, tetapi juga melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta akses layanan kesehatan ibu dan anak. Upaya terpadu ini melibatkan pemerintah, tenaga medis, dan keluarga.
“Orangtua perlu memahami betul pentingnya asupan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini adalah jendela emas yang menentukan kesehatan anak di masa depan,” tuturnya.
Dinkes Cianjur berkomitmen serius menangani stunting sebagai langkah strategis menjaga kualitas generasi muda. Penanganan stunting yang efektif akan menghasilkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. (dens).











