- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
Dinkes Cianjur Aktif Kampanyekan Pencegahan Stunting untuk Generasi Sehat dan Berkualitas

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan stunting, guna memastikan generasi masa depan tumbuh sehat dan berkualitas.
Kepala Dinkes Cianjur, I Made Setiawan, menegaskan bahwa stunting merupakan masalah serius yang mengancam kualitas generasi mendatang. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari keluarga sebagai langkah utama.
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi masa kritis bagi perkembangan otak, kemampuan belajar, dan kesehatan jangka panjang anak,” jelasnya.
Baca Lainnya :
- Meski Dananya Minim, Berani Rombak Kantor, Hasilnya..Wow Keren!
- Duh Kasihan, Pohon Tumbang Hancurkan Rumah Milik IdaÂ
- Polres Cianjur Tangkap Tukang Obat Cabuli Anak
- PT. Bukit Naga Mas Punya Pasukan Pembuat Mesin untuk Kemajuan UMKM di Cianjur
- Cegah Kerumunan Massa, Dandim, Kapolres dan Ketua DPRD Cianjur Patroli Malam Pergantian Tahun
Ia menambahkan, stunting bukan sekadar soal tinggi badan, melainkan membawa risiko rendahnya kecerdasan, daya tahan tubuh lemah, dan produktivitas rendah saat dewasa. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia, memengaruhi pembangunan nasional secara signifikan.
Lebih lanjut, I Made Setiawan menjelaskan bahwa tingginya angka stunting berpotensi merugikan sektor sosial dan ekonomi.
“Kasus stunting yang tinggi akan melemahkan daya saing bangsa di tengah tantangan global yang kian kompleks,” ujarnya.
Dinkes Cianjur mendorong pencegahan stunting tidak hanya dengan pemenuhan gizi, tetapi juga melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta akses layanan kesehatan ibu dan anak. Upaya terpadu ini melibatkan pemerintah, tenaga medis, dan keluarga.
“Orangtua perlu memahami betul pentingnya asupan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini adalah jendela emas yang menentukan kesehatan anak di masa depan,” tuturnya.
Dinkes Cianjur berkomitmen serius menangani stunting sebagai langkah strategis menjaga kualitas generasi muda. Penanganan stunting yang efektif akan menghasilkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. (dens).











