- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Dinkes Cianjur Aktif Kampanyekan Pencegahan Stunting untuk Generasi Sehat dan Berkualitas

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan stunting, guna memastikan generasi masa depan tumbuh sehat dan berkualitas.
Kepala Dinkes Cianjur, I Made Setiawan, menegaskan bahwa stunting merupakan masalah serius yang mengancam kualitas generasi mendatang. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari keluarga sebagai langkah utama.
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi masa kritis bagi perkembangan otak, kemampuan belajar, dan kesehatan jangka panjang anak,” jelasnya.
Baca Lainnya :
- Meski Dananya Minim, Berani Rombak Kantor, Hasilnya..Wow Keren!
- Duh Kasihan, Pohon Tumbang Hancurkan Rumah Milik IdaÂ
- Polres Cianjur Tangkap Tukang Obat Cabuli Anak
- PT. Bukit Naga Mas Punya Pasukan Pembuat Mesin untuk Kemajuan UMKM di Cianjur
- Cegah Kerumunan Massa, Dandim, Kapolres dan Ketua DPRD Cianjur Patroli Malam Pergantian Tahun
Ia menambahkan, stunting bukan sekadar soal tinggi badan, melainkan membawa risiko rendahnya kecerdasan, daya tahan tubuh lemah, dan produktivitas rendah saat dewasa. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia, memengaruhi pembangunan nasional secara signifikan.
Lebih lanjut, I Made Setiawan menjelaskan bahwa tingginya angka stunting berpotensi merugikan sektor sosial dan ekonomi.
“Kasus stunting yang tinggi akan melemahkan daya saing bangsa di tengah tantangan global yang kian kompleks,” ujarnya.
Dinkes Cianjur mendorong pencegahan stunting tidak hanya dengan pemenuhan gizi, tetapi juga melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta akses layanan kesehatan ibu dan anak. Upaya terpadu ini melibatkan pemerintah, tenaga medis, dan keluarga.
“Orangtua perlu memahami betul pentingnya asupan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini adalah jendela emas yang menentukan kesehatan anak di masa depan,” tuturnya.
Dinkes Cianjur berkomitmen serius menangani stunting sebagai langkah strategis menjaga kualitas generasi muda. Penanganan stunting yang efektif akan menghasilkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. (dens).











