- Cianjur Jadi Tuan Rumah Sekolah Nasional Terintegrasi: Bukti Kinerja Disdikpora yang Proaktif
- Kementerian HAM Ajak Pelajar Jabar Jadi Pelopor Nilai Kemanusiaan
- Presiden Prabowo: Swasembada Pangan Perkuat Ketahanan Bangsa
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Keamanan Hutan lewat Sinergi Lapangan dengan Bhabinkamtibmas
- Cianjur Gandeng BBPVP Bandung Perkuat Pelatihan Vokasi untuk Redam Pengangguran
- Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan
- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
- BAZNAS Cianjur Apresiasi Penyaluran Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina
- Disdikpora Cianjur Percepat Perbaikan 2.334 Ruang Kelas SD dalam 2 Tahun
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
Cianjur Jadi Tuan Rumah Sekolah Nasional Terintegrasi: Bukti Kinerja Disdikpora yang Proaktif

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Cianjur resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 17 kabupaten/kota di Indonesia penyelenggara Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Keputusan itu bukan kebetulan; melainkan hasil langkah-langkah cepat dan terencana yang dilakukan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur.
Penunjukan ini membuka peluang besar bagi daerah untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan dan mencetak lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Inisiatif SNT datang dari pemerintah pusat sebagai jawaban atas kebutuhan peningkatan mutu pendidikan secara terintegrasi. Program ini menuntut kesiapan daerah, mulai dari sarana-prasarana hingga manajemen pembelajaran, dan Cianjur menunjukkan kapasitasnya.
Baca Lainnya :
- 60 Pasien ODGJ Yayasan Rumah Pulih Jiwa Telah Sembuh, Tapi Pemda Cianjur Tutup Mata
- Pesantren Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- 97 SD dan 54 SMP di Cianjur Dapat Bantuan 55 Miliar
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menegaskan bahwa penetapan ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Sekolah Nasional Terintegrasi.
"Atas arahan tersebut, Bupati Cianjur pada Mei 2026 mengusulkan Kabupaten Cianjur sebagai lokasi penyelenggaraan SNT. Alhamdulillah, Cianjur menjadi salah satu dari 17 kabupaten/kota yang ditetapkan melaksanakan program ini," ujar Ruhli Solehudin.
Kinerja Disdikpora terlihat dari langkah cepat pengusulan dan koordinasi dengan unsur pemerintahan lain. Usulan resmi yang diajukan pada Mei 2026 menunjukkan adanya perencanaan strategis dan keberanian daerah untuk menjadi pilot project.
Peran Disdikpora Cianjur bukan hanya administratif melainkan mereka juga aktif menyiapkan kondisi di lapangan, agar program berjalan optimal ketika dikelola oleh pihak pusat. Sikap proaktif seperti ini penting untuk memastikan program nasional tak sekadar formalitas, melainkan membawa perubahan nyata bagi mutu pendidikan lokal.
Untuk operasional SNT, Cianjur memanfaatkan fasilitas yang sudah ada secara efisien. Kegiatan belajar mengajar akan dipusatkan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian — dikenal juga sebagai Balai Vedca — di Kecamatan Karangtengah.
Pendekatan ini menggambarkan strategi konsolidasi: memaksimalkan aset yang tersedia, lalu melengkapi kekurangan, daripada membangun fasilitas baru yang memerlukan waktu panjang.
"Penyelenggaraan SNT di Cianjur menerapkan pola konsolidasi dengan memanfaatkan sekaligus melengkapi sarana dan prasarana pendidikan yang telah tersedia," jelas Ruhli.
Hasil peninjauan pada 25 Juli 2026 menunjukkan kesiapan fasilitas belajar seperti ruang kelas dinilai siap dipakai, dan beberapa fasilitas penunjang sudah tersedia. Pada tahap awal, SNT akan membuka dua rombongan belajar jenjang SMP dan dua rombongan belajar jenjang SMA, masing-masing berkapasitas 40 siswa.
Jumlah awal ini mencerminkan pendekatan bertahap yang realistis, memulai dengan skala terbatas untuk memastikan kualitas pengelolaan sebelum memperluas cakupan program.
Lebih dari sekadar ruang kelas, Balai Vedca dilengkapi sarana pendukung pengembangan karakter dan kebugaran siswa, seperti lapangan futsal, lapangan tenis, lapangan badminton, meja tenis, dan kolam renang. Sebagian fasilitas hanya memerlukan penyempurnaan ringan sebelum proses belajar mengajar dimulai.
Ketersediaan fasilitas lengkap ini memperkuat argumen bahwa Cianjur bukan hanya siap secara administratif, tetapi juga mampu memberi pengalaman pembelajaran holistik yang mendukung kompetensi akademik dan non-akademik siswa.
Peran Disdikpora akhirya terlihat sebagai jembatan efektif antara kebijakan pusat dan implementasi daerah. Meski pengelolaan SNT berada di bawah pemerintah pusat melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Disdikpora Kabupaten Cianjur berperan mendukung penuh pelaksanaan program di daerah.
Dukungan ini meliputi inisiasi usulan, koordinasi persiapan fasilitas, dan memastikan kesiapan operasional di lapangan. Keberhasilan awal Cianjur menjadi lokasi SNT dapat menjadi model bagi kabupaten lain, ketika pemerintah daerah bergerak cepat dan terencana, peluang meningkatkan mutu pendidikan secara signifikan menjadi lebih besar. (dens).










