Disdikpora Cianjur Percepat Perbaikan 2.334 Ruang Kelas SD dalam 2 Tahun

30 Jul 2026, 09:12:30 WIB Cianjur
Disdikpora Cianjur Percepat Perbaikan 2.334 Ruang Kelas SD dalam 2 Tahun

Keterangan Gambar : Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rifki Mohammad Ramdan.


Pinusnews.id - Disdikpora Kabupaten Cianjur bergerak cepat menata kondisi ruang kelas SD yang masih banyak mengalami kerusakan. Kepala Bidang SD Disdikpora Cianjur, Rifki Mohammad Ramdan, menyatakan bahwa pihaknya memetakan 8.984 ruang belajar SD pada 2026 dan langsung memprioritaskan perbaikan untuk ruang yang rusak sedang dan rusak berat.

"Anggaran tahun 2026 kami maksimalkan untuk perbaikan ruang kelas rusak sedang dan rusak berat melalui APBD maupun APBN," ujar Rifki, menegaskan komitmen instansi di bawah Pemkab Cianjur.

Data yang diungkap Rifki memperlihatkan gambaran nyata masalah dari total 8.984 ruang kelas, 5.045 kondisinya baik, 1.605 rusak ringan, 1.952 rusak sedang, dan 382 rusak berat. Artinya ada 2.334 ruang yang menjadi prioritas perbaikan. Angka ini menjadi dasar kerja Disdikpora untuk menyusun strategi penanganan yang terukur dalam 24 bulan ke depan.

Baca Lainnya :

Untuk menghadapi keterbatasan ruang belajar, Disdikpora tidak menunggu bantuan semata, tetapi mengatur sementara proses belajar agar tetap efektif. Rifki menyebut sekolah yang kekurangan ruang menerapkan jadwal bergilir tanpa mengurangi jam belajar, khususnya untuk siswa kelas 1 dan 2.

"Proses pembelajaran sementara diatur dengan sistem jadwal bergilir tanpa mengurangi jumlah jam belajar," kata Rifki, menegaskan bahwa anak-anak tetap mendapat layanan pendidikan penuh meski fasilitas belum sepenuhnya tertata.

Langkah konkret Disdikpora adalah mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan. Rifki menjelaskan Pemkab Cianjur meningkatkan penggunaan APBD dan mengajukan bantuan ke pemerintah pusat lewat program revitalisasi satuan pendidikan. Mereka juga mengupayakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk rehabilitasi ruang kelas. Pendekatan multi-sumber ini dirancang agar proses perbaikan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Selain menggenjot alokasi anggaran, Disdikpora memanfaatkan ruang yang masih layak dan fasilitas pendukung sebagai solusi sementara. Laboratorium, perpustakaan, atau ruang penunjang lain difungsikan sementara sebagai ruang belajar agar proses pembelajaran tidak terganggu.

"Kami memanfaatkan ruang kelas yang kondisinya baik atau ruang pendukung pembelajaran seperti laboratorium dan perpustakaan," jelas Rifki, menggambarkan fleksibilitas operasi timnya.

Tantangan tentu ada seperti keterbatasan anggaran, prosedur pengadaan, dan prioritisasi sekolah di wilayah terpencil menjadi kendala yang diakui. Namun Disdikpora menilai kondisi itu masih bisa diatasi dengan manajemen yang baik dan penggunaan sumber daya yang tersedia secara optimal. Pendekatan bertahap, yang mengutamakan ruang paling parah, diharapkan memberi dampak cepat bagi kualitas proses belajar.

Manuver Disdikpora Cianjur juga membuka ruang bagi keterlibatan pihak swasta dan masyarakat. Rifki menyampaikan harapan agar dukungan non-APBD/APBN turut membantu percepatan perbaikan. Sinergi ini dianggap penting agar target dua tahun bisa tercapai, sehingga anak-anak kembali belajar di ruang yang aman dan layak.

"Kami juga berharap penyelesaian ruang kelas rusak sedang dan berat serta kekurangan ruang kelas belajar bisa diselesaikan dan tuntas dalam dua tahun ke depan dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada, baik melalui anggaran pemerintah maupun dukungan dari pihak swasta," ujar Rifki.

Keberpihakan pada perbaikan sarana pendidikan ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan investasi kualitas pendidikan jangka panjang. Dengan memprioritaskan ruang kelas rusak sedang dan berat serta mengatur solusi sementara secara praktis. 

Kini Disdikpora Cianjur menunjukkan langkah proaktif untuk menjaga hak belajar anak. Jika terwujud sesuai rencana, ribuan siswa di Cianjur akan merasakan perubahan nyata dalam dua tahun mendatang. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment