- Bapenda Cianjur Perkuat Evaluasi PAD demi Pembangunan yang Lebih Maju
- Bupati dan BAZNAS Cianjur Hadir Cepat, Salurkan Bantuan untuk Penyintas Kebakaran di Cilaku
- Disdikpora Cianjur Membangun SD Negeri Hegarsari lewat Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026
- Bapperida Cianjur Perkuat Bukti Dukung Inovasi demi Reformasi Birokrasi yang Lebih Baik
- Provinsi Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah Sampai ke Desa
- Kotak Amal BAZNAS Cianjur: Sedekah Kecil, Manfaat Besar untuk Sesama
- Dinas Pertanian Cianjur Perkuat Hilirisasi Produk Unggulan Daerah Bersama BRIN
- Pemerintah Cianjur Diperintahkan Hadir Lebih Dekat untuk Warga Terdampak Bencana
- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
Bupati dan BAZNAS Cianjur Hadir Cepat, Salurkan Bantuan untuk Penyintas Kebakaran di Cilaku

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian bersama Ketua BAZNAS Cianjur KH. Deny Saeful Rohman dam Wakil Ketua BAZNAS Cianjur M. Toha, saat mengunjungi dan sekaligus menyalurkan bantuan kepada Ajat Munajat yang tertimpa musibah kebakaran rumah.
Pinusnews.id - Musibah memang datang tanpa undangan, tetapi kepedulian juga selalu bisa hadir lebih cepat. Pada Senin, 19 Oktober 2026, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian bersama Ketua BAZNAS Cianjur KH. Deny Saeful Rohman dan Wakil Ketua BAZNAS Cianjur M. Toha meninjau langsung rumah Ajat Munajat yang terbakar di Kampung Neglasari, Desa Rahong, Kecamatan Cilaku.
Kunjungan Bupati bersama pihak BAZNAS Cianjur itu sekaligus menjadi momen penting, dalam rangka penyaluran bantuan bagi keluarga yang harus memulai kembali kehidupan setelah kehilangan rumahnya.
Kebakaran tersebut terjadi pada Jumat, 16 Oktober 2026, dan diduga bermula dari korsleting listrik. Peristiwa itu menimbulkan kerugian material sekitar Rp600 juta, meskipun tidak ada korban jiwa. Bagi keluarga Ajat Munajat, kerugian tersebut bukan hanya soal bangunan dan barang, tetapi juga tentang rasa aman, kenangan, serta harapan yang harus dibangun ulang dari awal.
Baca Lainnya :
- Bupati Cianjur Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19Â
- Posbakum Pengadilan Negeri Cianjur, Banyak Tangani Kasus PidanaÂ
- Waspadai, 7 Kecamatan di Cianjur Tren Covid-19 MeningkatÂ
- Penyusunan RKPD TAHUN 2022 Cianjur, Butuh Masukan dari Publik
- HWC Silaturakhmi, Dandim 0608 Cianjur Dukung Pelestarian Ngaos, Mamaos, MaenpoÂ
Dalam kesempatan itu, Bupati Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan doa dan dukungan bagi keluarga terdampak.
"Saya berharap keluarga diberi kesabaran, ketabahan, dan kekuatan untuk bangkit, sekaligus menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur hadir memberi perhatian kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit," tutur Bupati Cianjur.
Kehadiran langsung pemerintah daerah ini menunjukkan bahwa bantuan tidak berhenti pada ucapan belasungkawa, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata.
Kinerja BAZNAS Cianjur menjadi sorotan utama dalam penanganan musibah ini. Lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah tersebut menunjukkan respons yang cepat serta pemerataan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini sejalan dengan prinsip BAZNAS Tanggap Bencana yang menekankan respons cepat, tepat, berdaya guna, koordinasi, dan akuntabilitas dalam membantu penyintas bencana.
Ketua BAZNAS Cianjur, KH. Deny Saeful Rohman, menyampaikan terima kasih kepada muzaki dan munfik yang menitipkan zakat, infak, serta sedekah melalui BAZNAS Cianjur.
"Bantuan tersebut adalah buah amanah yang kini tersalurkan kepada keluarga terdampak. Semoga kebaikan para donatur dibalas oleh Allah SWT," ujar Ketua BAZNAS Cianjur KH. Deny Saeful Rohman.
Penyaluran bantuan ini bukan kasus pertama yang menunjukkan kesiapan BAZNAS Cianjur dalam merespons kondisi darurat. Sebelumnya, lembaga tersebut juga menyalurkan bantuan bagi penyintas kebakaran di Kelurahan Sawahgede, bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan, serta ratusan paket sembako bagi warga terdampak banjir dan angin puting beliung.
Kehadiran BAZNAS Cianjur di tengah musibah membuktikan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menghadirkan harapan. Ketika keluarga Ajat Munajat berusaha bangkit dari kebakaran, bantuan dari pemerintah dan BAZNAS Cianjur menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan ketabahan, kemudahan, dan kekuatan bagi keluarga terdampak agar dapat bangkit kembali. Semoga pula semangat kepedulian masyarakat Cianjur terus tumbuh, sehingga setiap musibah dapat dihadapi dengan gotong royong dan keikhlasan berbagi. (dens).










